Vertigo - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 959.711 orang

Banyak orang menjelaskan bahwa Vertigo adalah suatu keadaan dimana dunia terasa berputar saat tubuh kita sesungguhnya tidak bergerak sama sekali. Namun bagaimanakah sensasi Vertigo yang sebenarnya? Apakah kamu pernah berputar-putar dengan cepat dan saat berhenti, seolah bumi bergerak dan membuat kita terjatuh, sesungguhnya sensasi tidak seimbang yang membuat kita terjatuh itu disebut Vertigo.


Ada dua kategori penyebab Vertigo. Yang pertama disebut dengan Vertigo Perifer. Vertigo Perifer terjadi sebagai akibat dari masalah yang terjadi padai telinga bagian dalam atau masalah pada saraf vestibular. Saraf vestibular itu sendiri adalah saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Yang kedua disebut Vertigo Sentral, Vertigo Sentral adalah Vertigo yang terjadi bila ada masalah pada otak, terutama pada serebelum. Cerebellum adalah bagian dari otak yang mengendalikan koordinasi gerakan dan keseimbangan.  

Hal apa saja yang mendasari terjadinya vertigo?

90% orang yang mengalami Vertigo disebabkan oleh Vertigo Perifer, yang mana masalah terletak pada telinga bagian dalam dan saraf vestibular. Berdasarkan lama waktu terjadinya gejala vertigo dan hal yang paling sering ditemukan memicu timbulnya Vertigo, Vertigo Perifer dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Episode Vertigo singkat (beberapa detik sampai menit)

Jenis vertigo perifer yang paling sering ditemukan adalah BPPV(benign proxysmal positional vertigo) . BPPV biasanya terjadi sangat mendadak, yang kemudian gejalanya hilang dengan cepat setelah beberapa detik atau paling lama beberapa menit.

Vertigo jenis BPPV terjadi ketika posisi kepala berubah, sehingga mengocok-ngocok cairan kristal khusus yang disebut kanalit di dalam kanal telinga dalam, yang bertugas membantu Anda menjaga keseimbangan. 

Ketika Anda mengubah posisi dengan cepat (misalnya misalnya berbaring lalu duduk), maka kristal dalam telinga ini jadi berubah posisi, sehingga menimbulkan sensasi pusing berputar yang disebut vertigo. BPPV adalah jenis vertigo yang cukup banyak ditemui. Sekitar 17 persen dari total kasus penyakit vertigo disebabkan oleh BPPV.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

90% BPPV ditangani dengan Manuver Epley, Manuver Epley didesain untuk memperbaiki posisi kepala mengikuti gaya gravitasi sehingga gejala vertigo dapat mereda dengan sendirinya, tanpa konsumsi obat. 

Posisi tersebut dapat menyeimbangkan keadaan cairan dalam telinga kembali normal. Penelitian menunjukkan tidak ada efek samping dari terapi ini.

2. Episode vertigo sedang (setengah jam sampai beberapa jam)

Jenis vertigo ini jarang terjadi dan diperkirakan disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di telinga bagian dalam, para ahli tidak mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan cairan di telinga bagian dalam.

Penyakit Menière atau endolymphatic hydrops menyebabkan episode vertigo berat dalam jangka waktu sedang. Episode vertigo akibat penyakit ini bisa berlangsung hingga beberapa jam.

Pada vertigo dengan penyakit meniere atau endolymphatic hydrops gejala pusing biasanya disertai dengan muntah, dan penderita biasanya dapat mengetahui kapan episode vertigo tersebut akan dimulai, karena sebelum adanya sensasi pusing seperti dunia berputar, akan terjadi penurunan pendengaran, perasaan pengang di telinga(telinga terasa penuh seperti saat sedang berada di dataran tinggi) dan telinga berdengung.

Pendengaran akan kembali pulih setelah episode vertigo selesai, namun mungkin akan memburuk secara bertahap seiring berjalannya waktu.

PENGOBATAN : Jika vertigo Anda disebabkan karena penyakit ini, tidak ada pengobatan tunggal yang dapat menyembuhkan penyakit ini sepenuhnya, namun ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala tersebut, yaitu:

  • Membatasi konsumsi garam dan diuretik untuk mengurangi volume cairan yang tersimpan dalam tubuh
  • Menghindari kafein, cokelat, alkohol, dan rokok
  • Melakukan fisioterapi untuk mengatasi gangguan keseimbangan 

3. Episode vertigo lama (beberapa hari sampai minggu)

Infeksi pada telinga bagian dalam (labyrinthitis) atau pembengkakan pada saraf yang mengatur keseimbangan (vestibular neuronitis) dapat menyebabkan gejala vertigo yang parah, yang dapat berlangsung hingga dua sampai tiga minggu.

Labyrinthitis adalah radang di telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing. Di dalam telinga terdapat struktur bernama labirin yang membantu mengatur keseimbangan. Jika labirin mengalami iritasi, labirin mengirim sinyal yang keliru ke otak. Labyrinthitis mungkin diasosiakan dengan kehilangan pendengaran, vertigo (sensasi berputar), kehilangan keseimbangan, dan mual.

PENGOBATAN :Labyrinthitis biasanya dapat hilang dengan sendirinya, dalam beberapa hari sampai 2 minggu.

Untuk pusing yang parah dokter mungkin memberikan meclizine. Berbaring dengan mata tertutup di dalam ruang yang gelap akan membantu menyembuhkan sakit atau pusing yang parah.

Antibiotik tidak dapat membantu, karena sebagian besar kasus labirinitis tidak disebabkan oleh infeksi bakteri. Dokter mungkin meresepkan antibiotik hanya jika mencurigai adanya infeksi bakteri.

Bagaimana dokter mendiagnosa anda memiliki Vertigo atau tidak?

Secara garis besar, ada 2 jenis pemeriksaan dalam menentukan jika Anda menderita vertigo atau tidak. Yang pertama dengan pemeriksaan neurologis dan yang kedua adalah dengan pemeriksaan radiologis.

Pemeriksaan Neurology

1. Tes impuls kepala

Pasien diminta untuk fokus menatap ujung hidung dokter sementara kepalanya digerakan dengan cepat ke satu sisi. Jika mata pasien tetap fokus menatap hidung dokter selama gerakan ini, hasil tesnya negatif bukan vertigo.

2. Tes romberg

Pasien diminta untuk berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula matanya terbuka kemudian dokter akan menyuruh menutup matanya selama beberapa 20-30 detik. Hasil tes positif bila pasien kehilangan keseimbangan atau terjatuh setelah menutup mata.

3. Tes unterberger

Pasien berdiri dengan kedua kaki lurus ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama 30 detik dengan mata terpejam. Jika ia positif mengalami vertigo, ia akan berputar samping, ke arah sisi yang bermasalah.

4. Tes nistagmus

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui gerakan bola mata yang tidak terkendali (nistagmus) dengan cara menginstruksikan pasien melakukan manuver cepat yang bisa memicu vertigo. Ketika tes berlangsung, pasien akan dipantau menggunakan alat Electronystagmography (ENG) dan Videonystagmography (VNG) yang berfungsi untuk merekam gerakan mata menggunakan kacamata khusus.

Pemeriksaan Radiology

Selain beberapa tes yang sudah disebutkan di atas, untuk memastikan lebih lanjut dokter juga akan melakukan serangkaian tes penunjang lainnya seperti tes darah dan urin, foto rontgen, CT scan, serta MRI.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit