Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Penyakit Lou Gerhig

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mar 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.636.168 orang

Penyakit Lou Gehrig

            Penyakit Lou Gehrig atau dikenal sebagai Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) merupakan suatu penyakit langka.  Istilah Lou Gehrig sendiri berasal dari nama atlet baseball yang memiliki penyakit ALS pada tahun 1930 Penyakit ini menyerang saraf motorik dan tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan hilangnya kemampuan signal motorik saraf untuk menggerakan otot dan melumpuhkannya.

            Saraf motorik pada manusia terdiri dari upper motor neuron (UMN) atau saraf atas dan lower motor neuron (LMN) atau saraf bawah. Saraf UMN merupakan sel saraf yang berespon di otak, sedangkan LMN merupakan kumpulan sel saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang.

            Terjadinya penyakit Lou Gehrig timbul akibat terganggunya impuls saraf baik saraf atas atau bawah sehingga tidak ada koordinasi otot-otot untuk berkontrasi. Otot- otot secara perlahan dapat semakin mengecil (atrofi) dan saraf motorik akan mengalami pengerasan dan sama sekali tidak dapat mengirim impuls saraf.

Penyebab Penyakit Lou Gehrig

            Masih belum ada informasi yang jelas kenapa penyakit Lou Gehrig ini dapat terjadi. Tetapi beberapa ahli telah mengungkapkan bahwa penyakit ini muncul akibat mutasi genetik dan merusak sel-sel saraf. Kerusakan sel tersebut meliputi nilai glutamat yang berlebihan di sel saraf, kelainan sistem imun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf, adanya gangguan pembentukan energi mitokondria serta radikal bebas berlebih yang menimbulkan stress oksidatif.

            Penyakit lou gerhig paling banyak menyerang usia dewasa di atas 40 tahun hingga 65 tahun dengan mayoritas pada jenis kelamin laki-laki. Selain terkait usia dan faktor genetik, faktor lingkungan seperti polusi dan terhirup zat kimia secara terus-menerus juga memicu penyakit Lou Gehrig.

Gejala Penyakit Lou Gehrig

            Gejala yang muncul pada penyakit lou gehrig antara lain:

  • Kelemahan otot

Kelemahan pada otot tidak terjadi secara tiba-tiba. Kelemahan juga sering diawali dengan rasa kram dan otot yang tegang. Otot-otot kecil mulai berpengaruh seperti kesulitan mengunyah dan menelan makanan.

  • Sulit mempertahankan posisi badan

Kelemahan otot yang progresif membuat penderita penyakit lou gerhig mengalami kesulitan dalam memposisikan tubuhnya seperti berdiri tegak, duduk tegak, menegakkan kepala dan berjalan.

  • Gangguan bicara

Kelemahan otot dan terganggunya impuls saraf juga berujung pada terganggunya otot-otot wajah sehingga dapat mengalami kesulitan bicara.

  • Kesulitan melakukan aktivitas

Kelemahan otot dan impuls saraf dapat semakin berat hingga menganggu aktivitas sehari-hari seperti menulis, mengangkat sesuatu, dan akitivitas lainnya dengan tangan.

Diagnosis Penyakit Lou Gehrig

            Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan saraf untuk memastikan adanya kerusakan impulsa saraf motorik yang menyebabkan kelemahan hingga atrofi otot. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain:

  • MRI

Pemeriksaan MRI menjadi yang paling utama karena dengan MRI, dokter dapat melihat secara detail letak dan susunan saraf yang mengalami kelemahan

  • Pemeriksaan darah

Pemerilksaan darah juga perlu dilakukan mengingat adanya resiko infeksi yang bisa saja menjadi dampak pada munculnya penyakit lou gehrig

  • EMG

Pemeriksaan impuls listrik saraf motorik dengan elektromiogram juga dijadikan pilihan.

  • Biopsi otot

Biopsi otot dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan otot sebagai sampel dan dibawa ke laboratorium untuk mendeteksi adanya kelainan terkait penyakit ini.

  • Pemeriksaan kecepatan hantar saraf
  • Pemeriksaan spinal tap 

Pengobatan Pada Penyakit Lou Gehrig

            Pengobatan penyakit Lou Gehrig ditujukan untuk mengontrol gejala. Cara tersebut adalah dengan memperlambat perkembangan penyakit serta memperpanjang umur penderita. Obat-obatan dapat diberikan sesuai gejala seperti timbulnya kejang, kram otot, nyeri, sembelit, dan depresi. Asupan gizi yang cukup dapat membantu menjaga kebugaran dan nutrisi yang seimbang di dalam tubuh sehingga mencegah penurun berat badan dan kelemahan otot yang cepat.

            Beberapa kasus berat harus menggunakan terapi pernapasan yang bertujuan untuk mengembalikan otot-otot pernapasan. Selain itu terapi bicara juga dilakukan untuk mengurangi kesulitan bicara akibat kelemahan impuls otot- otot di wajah. Terapi bicara juga dapat membantu mencegah demensia akibat penurunan daya ingat penderita Lou Gehrig

            Aktivitas rutin sebaiknya tidak dihentikan guna melatih terus otot-otot sehingga tidak cepat mengecil dan melatih impuls saraf motorik agar dapat terus berespon terhadap gerakan melalui aktivitas.

 

 


Referensi

KidsHealth (2017). Lou Gehrig’s Disease (ALS).

Lights, et al. Healthline (2016). ALS (Lou Gehrig’s Disease).

Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Amyotrophic Lateral Sclerosis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit