Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Penyakit Lou Gehrig (ALS): Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 380.290 orang

Apakah Penyakit Lou Gehrig itu?

Penyakit Lou Gehrig atau yang dikenal juga dengan istilah Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) merupakan penyakit langka yang menyerang sistem saraf progresif dan mempengaruhi sel-sel saraf pada otak serta sumsum tulang belakang. Hal ini juga dapat menyebabkan hilangnya kontrol otot yang berfungsi untuk bergerak, berbicara, makan, maupun bernapas. 

Mengenai Penyakit Lou Gehrig

Penyebab Penyakit Lou Gehrig

Penyakit Lou Gehrig atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dapat mempengaruhi sel saraf yang mengontrol gerakan otot secara otomatis seperti berjalan dan berbicara. ALS menyebabkan saraf neuron motorik secara bertahap semakin melemah, memburuk, dan akhirnya tidak mampu berfungsi dengan baik. Neuron motorik berada di sepanjang otak dan sumsum tulang belakang hingga otot di seluruh tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ketika neuron motorik rusak akibat Penyakit Lou Gehrig maka pengiriman pesan atau perintah dari otak ke otot mengalami hambatan sehingga otot tidak mampu bekerja dalam menjalankan fungsinya.

Penyakit langka ini memiliki risiko sekitar 5-10 persen dari faktor genetik (keturunan) dan penyebab lain kasus Penyakit Lou Gehrig belum diketahui. Tetapi risiko Penyakit Lou Gehrig mungkin dapat meningkat jika seseorang menjalani pola hidup yang tidak sehat sehingga berdampak pada faktor kesehatannya. Beberapa kebiasaan yang mungkin meningkatkan risiko ALS adalah:

  • Kebiasaan merokok
  • Menopause (risiko penyebab terbesar pada wanita)
  • Paparan racun atau limbah lingkungan, seperti timbal atau logam lain
  • Cedera traumatis, infeksi virus, dan aktivitas fisik yang berlebihan

Gejala Penyakit Lou Gehrig

Penyakit Lou Gehrig atau ALS seringkali diawali dengan otot yang berkedut dan lemah pada bagian tungkai atau mengalami cadel saat berbicara. Hal ini didasarkan pada bagian neuron yang terpengaruh ALS. Beberapa tanda atau gejala Penyakit Lou Gehrig antara lain:

  • Kesulitan berjalan secara normal
  • Mudah jatuh dan tersandung
  • Merasa lemah pada kaki atau tangan
  • Bicara cadel atau kesulitan dalam menelan
  • Kram otot dan berkedut pada lengan, bahu, maupun lidah
  • Mudah menangis, tertawa, dan menguap
  • Terjadi perubahan kognitif dan perilaku

Gejala awal mungkin hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu seperti tangan atau kaki, tetapi secara perlahan akan menyebar ke bagian tubuh lain. Hal ini terjadi karena penyakit semakin berkembang dan menyebabkan otot menjadi lemah sehingga mempengaruhi fungsi kerja berbagai organ tubuh dalam menelan, berbicara, mengunyah, maupun bernapas.

Diagnosis Penyakit Lou Gehrig

Penyakit Lou Gehrig atau Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dapat diagnosis melalui:

  • CT Scan
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Pemeriksaan MRI menjadi yang paling utama karena dengan MRI, dokter dapat melihat secara detail letak dan susunan saraf yang mengalami kelemahan

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Electroencephalography (EEG)
  • ELctromyography (EMG)

Pemeriksaan impuls listrik saraf motorik dengan elektromiogram juga dijadikan pilihan.

  • SPECT (Single-photon emission computed tomography)
  • Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah juga perlu dilakukan mengingat adanya resiko infeksi yang bisa saja menjadi dampak pada munculnya penyakit lou gehrig

  • Biopsi otot

Biopsi otot dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan otot sebagai sampel dan dibawa ke laboratorium untuk mendeteksi adanya kelainan terkait penyakit ini.

  • Pemeriksaan kecepatan hantar saraf
  • Pemeriksaan spinal tap 

Pengobatan Penyakit Lou Gehrig

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat mengobati Penyakit Lou Gehrig ini, sehingga perawatan jangka panjang yang dibutuhkan untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi penyakit lain.

Salah satunya dengan pemberian Riluzole yang mungkin dapat membantu memperlambat gejala semakin berkembang. Obat ini bekerja dengan mengurangi kadar glutamat (suatu eksitotoksin terkait dengan kerusakan neuron) dalam tubuh. Selain itu, terapi khusus juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mengatasi masalah mobilitas tubuh, di antaranya:

  • Terapi fisik dengan latihan ringan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan kardiovaskular serta penggunaan alat bantu seperti kursi roda dan alat bantu jalan
  • Terapi okupansi untuk membantu penderita Penyakit Lou Gehrig menjalankan rutinitas harian, melatihan gerakan tangan dan kaki, serta terapi pernapasan yang mungkin dibutuhkan ketika ada masalah pada organ pernapasan

Dalam kasus yang berat, penderita Penyakit Lou Gehrig juga mungkin membutuhkan alat bantu pernapasan terutama di malam hari atau bahkan dibentuk lubang melalui pembedahan leher (trakeostomi). Selain itu, beberapa terapi lain juga mungkin dibutuhkan tergantung bagian tubuh mana yang terdampak atau komplikasi yang terjadi akibat Penyakit Lou Gehrig.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Komplikasi Penyakit Lou Gehrig

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat menderita Penyakit Lou Gehrig adalah:

1. Masalah pernapasan

ALS secara perlahan dapat melumpuhkan otot yang digunakan dalam pernapasan. Kondisi yang terjadi mungkin sedikit mirip dengan sleep apnea sehingga untuk mengatasinya Anda mungkin diberikan tekanan saluran pernapasan (CPAP) atau tekanan udara positif bilevel (BiPAP) untuk membantu melancarkan pernapasan terutama di malam hari. Cara lain untuk mengatasi masalah pernapasan dalah dengan trakeostomi (lubang yang dibuat dengan membedah bagian depan leher yang mengarah ke tenggorokan).

2. Kesulitan berbicara

Kebanyakan penderita ALS mengalami kesulitan berbicara sehingga apa yang dibicarakan menjadi sulit untuk dipahami orang lain. Hal ini biasanya diawali dengan kesulitan mengucapkankata-kata yang sehari-hari digunakan dan terus berkembang seiring bertambahnya waktu. Untuk mengatasi ini, penderita ALS memilih menggunakan alat teknologi komunikasi lain untuk berkomunikasi atau diperlukan terapi bicara.

3. Masalah makan

Penderita Penyakit Lou Gehrig lebih mudah mengalami dehidrasi, malnutrisi, serta penurunan nafsu makan akibat kerusakan pada otot yang berfungsi dalam proses menelan makanan. Hal ini juga meningkatkan risiko lebih tinggi pada masuknya cairan ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia. Untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan selang makanan yang berfungsi meneruskan makanan ke saluran pencernaan.

4. Demensia

Penderita Penyakit Lou Gehrig mungkin juga mengalami demensia frontotemporal, di mana terjadi masalah terkait penurunan daya ingat serta pengambilan keputusan. Untuk mengatasi demensia dibutuhkan terapi khusus, seperti terapi stimulasi kognitif dan terapi okupasi. Selain itu juga dibutuhkan bantuan obat-obatan termasuk antidepresan serta dukungan dari orang terdekat.

Pencegahan Penyakit Lou Gehrig

Penyakit Lou Gehrig belum dapat dicegah, tetapi penerapan pola hidup sehat dan menjalani aktivitas fisik yang seimbang dapat membantu mengurangi risiko Penyakit Lou Gehrig berkembang.




Referensi

Mayo Clinic. Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Medicalnewstoday. All about amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

WebMD (2017). What Is ALS? What Are the Types and Causes?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit