Penyakit yang Menimbulkan Bintik Merah pada Kulit dan Bernanah

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 23, 2020 Waktu baca: 4 menit
Penyakit yang Menimbulkan Bintik Merah pada Kulit dan Bernanah

Banyak faktor yang bisa menyerang kondisi kesehatan kulit. Hal ini disebabkan karena kulit merupakan bagian terluar dari tubuh sehingga lebih mudah tertular atau oleh benda asing. Fungsi kulit sendiri membantu melindungi otot, tulang, dan organ di dalam tubuh. Oleh karena itu, kulit pun bisa mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur hingga memunculkan bintik merah dan bahkan bernanah.

Yang perlu diketahui ialah bintik merah yang timbul dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami penyakit infeksi, seperti cacar, kudis, impetigo, folikilitis, dan dermatitis yang terinfeksi sehingga diperlukan pemahaman serta perhatian tersendiri untuk menjaga kondisi kulit dari penyakit kulit berbahaya.

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Penyakit dengan Bintik Merah pada Kulit dan Bernanah 

Di bawah ini terdapat beberapa penyakit yang dapat membuat kulit mengalami infeksi hingga menimbulkan bintik merah dan bernanah, antara lain:

Bisul

Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphyloccocus ini merupakan salah satu infeksi kulit dalam folikel rambut atau kelenjar minyak. Munculnya bisul ditandai dengan adanya perubahan pada warna kulit yaitu warna merah dan terdapat benjolan lunak di daerah kulit yang mengalami infeksi. 

Warna benjolan akan berubah menjadi warna putih dan terbentuk nanah di bawahnya setelah 4-7 hari. Orang yang berisiko mengalami bisul adalah orang yang kurang menjaga kebersihan tubuh, mengalami kurang gizi, memiliki sistem imun yang lemah, atau menderita diabetes.

Impetigo

Impetigo merupakan jenis penyakit kulit yang lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Impetigo termasuk infeksi kulit yang dapat menular dan disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aurues. Ketika mengalami impetigo, kulit di sekitar hidung, mulut serta tangan dan kaki akan mengalami luka lecet atau bintik merah.

Luka tersebut dapat mengeluarkan cairan berwarna kuning dan dapat meninggalkan kerak. Anda bisa mengatasi impetigo dengan mengoleskan krim atau tablet antibiotik yang dianjurkan oleh dokter.

Baca juga: Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Selulitis

Infeksi pada kulit dan jaringan lunak akibat bakteri ini akan membuat kulit menjadi bengkak, merah, terasa panas atau perih dan bernanah. Area tubuh yang paling sering menjadi tempat munculnya selulitis adalah kaki. Namun selulitis juga dapat muncul di bagian tubuh yang lain sehingga salah satu jenis penyakit kulit ini harus segera diobati, pasalnya selulitis dapat menyebar dengan cepat dan mengancam nyawa.

Jerawat 

Infeksi kulit yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi semua orang. Jerawat bisa muncul di beberapa  bagian tubuh, seperti wajah, punggung, atau dada. Jika hanya jerawat ringan maka akan muncul bintik-bintik hitam atau putih. Namun apabila jerawat yang muncul tergolong parah, maka akan timbul bintik merah meradang disertai dengan nanah dan jaringan parut pada kulit. 

Untuk mengatasi jerawat, Anda bisa menggunakan tiga jenis obat, yakni benzoyl peroxide, golongan retinoid, dan antibiotik. Akan tetapi sebelum menggunakan obat-obatan tersebut, ada baiknya untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Dermatitis 

Penyakit kulit yang tidak menular ini ditandai dengan adanya kulit merah, kering, dan gatal. Dermatitis terjadi akibat adanya gangguan pada sistem imun tubuh, kontak langsung dengan zat yang menyebabkan iritasi pada kulit, bahan pemicu alergi, atau faktor genetik. Bintik merah yang mengandung nanah bisa terjadi akibat paparan bakteri pada dermatitis. 

Baca juga: 7 Jenis Eksim atau Dermatitis pada Kulit

Furunkulosis

Furunkulosis merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang berbentuk benjolan bernanah dan terasa nyeri. Benjolan ini disebut furunkel. Furunkel biasanya muncul di area leher, ketiak, paha, bokong dan sekitar anus. Benjolan berwarna merah kecil ini dapat menjadi bisul jika berkumpul dan disebut dengan carbuncle.

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Carbuncle 

Penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aurues ini dapat menimbulkan infeksi atau bisul merah yang terasa nyeri serta bernanah yang saling berhubungan di bawah kulit. Carbuncle biasanya terjadi pada pria setengah baya dan muncul di daerah tubuh yang berbulu, tidak terkecuali area bokong, paha, selangkangan, dan ketiak. 

Folikulitis

Seperti namanya, folikulitis merupakan infeksi pada folikel rambut karena adanya bakteri atau jamur. Folikulitis umumya terlihat seperti jerawat dengan rambut di tengahnya. Benjolan yang timbul biasanya terasa gatal atau perih dan bisa saja berisi darah atau nanah. 

Kebiasaan yang dapat membuat Anda berisiko mengalami folikulitis ialah memakai pakaian ketat terlalu sering, bercukur, berkeringat, serta berendam pada bak air panas yang kotor. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter jika radang semakin parah. 

Cacar air 

Cacar air umumnya ditandai dengan adanya ruam atau bintik merah pada kulit dan diringi dengan rasa gatal dan bintik yang mengandung cairan bening. Penyakit yang terjadi akibat infeksi virus varicella-zoster ini dapat menyerang siapa saja dan sangat mudah menular. Bahkan orang dapat tertular hanya karena berada dalam ruangan yang sama dengan penderita cacar air. Hindari juga menyentuh barang-barang milik penderita agar tidak tertular cacar air. 

Baca juga: Cacar Air pada Orang Dewasa beserta Cara Penanganan

Kudis 

Kudis merupakan penyakit kulir yang membuat kulit terasa gatal dan terdapat ruam disertai lepuhan kecil atau luka. Penyakit yang disebabkan oleh tungau ini akan menjadi bernanah jika diinfeksi oleh bakteri. Kudis harus segera diobati agar tungau dan telurnya mati sehingga tidak menimbulkan banyak luka dan rasa gatal yang semakin parah. Anda bisa mengalami kudis ketika bersentuhan langsung dengan penderita, tidur di ranjang yang sama, atau memakai handuk, pakaian, dan barang pribadi yang sama. 

Berdasarkan penjelasan di atas sebaiknya Anda menjalani pengobatan agar penyakit kulit dengan bintik merah tidak merusak kulit dan menulari orang lain. Segera berkonsultasi dengan dokter kulit jika mengalami hal yang sama seperti di atas agar mendapat penanganan yang tepat. 

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app