Lakukan Pemeriksaan Darah Lengkap secara Rutin

Dipublish tanggal: Des 22, 2021 Update terakhir: Des 22, 2021 Waktu baca: 3 menit
Lakukan Pemeriksaan Darah Lengkap secara Rutin

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Darah merupakan bagian penting tubuh terutama dalam mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh;
  • Komponen utama darah antara lain sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan keping darah;
  • Untuk mengetahui jumlah kadar sel darah di tubuh bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap (complete blood count);
  • Pemeriksaan darah lengkap dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah vena dekat permukaan kulit:
  • Pesan paket pemeriksaan darah lengkap yang dilakukan di klinik kesehatan secara online hanya di HDmall;
  • Klik untuk membeli produk penambah darah ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Darah merupakan bagian penting tubuh terutama dalam mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Kandungan darah dalam tubuh terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, plasma darah, dan keping darah. 

Untuk mengetahui jumlah kadar sel darah di tubuh bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap (complete blood count). Cara ini juga dapat membantu proses diagnosis dan pengobatan yang dibutuhkan terhadap gangguan kesehatan tertentu, misalnya anemia dan demam berdarah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tes pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap, meliputi:

1. Sel darah merah

Sel darah merah atau eritrosit merupakan komponen darah yang dihasilkan di sumsum tulang. 

Fungsi sel darah merah berperan penting dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kadar sel darah merah yang terlalu rendah bisa menyebabkan anemia.

2. Sel darah putih

Sel darah putih berfungsi sebagai suatu bentuk pertahanan tubuh dalam melawan bakteri, virus, dan kuman penyebab penyakit. 

Jika jumlah sel darah putih berada di atas normal, maka bisa diasumsikan tubuh sedang mengalami peradangan atau inflamasi, adanya infeksi, atau masalah kesehatan lainnya.  

Sedangkan, sel darah putih atau leukosit yang rendah disebut juga dengan leukopenia. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kanker, masalah sumsum tulang, maupun gangguan autoimun yang justru menghancurkan sel darah putih itu sendiri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Penyebab dan Cara Pencegahan Sel Darah Putih Tidak Normal

3. Trombosit

Trombosit atau keping darah merupakan salah satu komponen darah yang bisa dicek melalui prosedur pemeriksaan darah lengkap. 

Fungsi trombosit dapat membantu menghentikan pendarahan ketika terjadi luka sekaligus mempercepat penyembuhan luka. Trombosit juga berperan dalam proses pembekuan darah.

Kadar trombosit (platelet) yang rendah disebut dengan trombositopenia, sedangkan jika lebih tinggi dari 450.000 per mikroliter darah, maka disebut trombositosis.

4. Hematokrit

Pemeriksaan darah lengkap juga mencakup komponen darah hematokrit (Ht) untuk mengetahui persentase sel darah merah pada total volume darah. Pemeriksaan hematokrit juga bertujuan untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap pengobatan tertentu yang sedang dijalani.

Jika jumlah hematokrit rendah, maka tubuh mungkin mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Sedangkan, jika kadar hematokrit tinggi, maka itu menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

5. Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin adalah protein yang terdapat dalam sel darah merah dan berfungsi sebagai pembawa oksigen. Adanya hemoglobin inilah yang membuat darah berwarna merah.

Kadar hemoglobin yang rendah menjadi pertanda tubuh mengalami anemia sehingga perlu diatasi dengan makanan yang kaya zat besi, folat, dan vitamin B12, atau obat penambah darah.

Baca juga: Sumber Zat Besi Penambah Stamina

Hasil pemeriksaan darah lengkap

Hasil pemeriksaan darah lengkap biasanya akan keluar dalam waktu beberapa jam setelah pengambilan sampel. Pada hasil pemeriksaan, akan tertera batasan nilai normal dan nilai yang didapatkan dari sampel darah.

Berikut ini adalah rentang nilai normal rata-rata pada setiap komponen pemeriksaan darah lengkap, yaitu:

  • Sel darah merah: 4,3-5,7 juta/mcL
  • Sel darah putih : 3.500-10.500/mcL
  • Trombosit: 150.000-450.000/mcL
  • Hematokrit: 38-50% untuk pria dan 35-45% untuk wanita
  • Hemoglobin: 12–15 g/dL untuk pria dan 13–17 g/dL untuk wanita

Baca juga: Fungsi Darah Merah, Putih, Plasma dan Keping Darah

Prosedur pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah vena yang terletak di area permukaan kulit, terutama daerah lipatan siku. 

Prosedur pengambilan darah memang bisa terasa sakit walau hanya sesaat terutama ketika jarum menusuk kulit. Setelah jarum dilepas juga mungkin akan muncul sedikit memar di lokasi pengambilan darah. Namun, pengambilan sampel darah ini biasanya berlangsung cepat dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Prosedur pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap, yakni:

  • Membersihkan area kulit di lokasi pengambilan darah dengan menggunakan larutan antiseptik
  • Mengaitkan tali elastis di bagian atas lengan (lokasi pengambilan darah), agar aliran darah tertahan di area tersebut
  • Memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah vena untuk proses pengambilan darah hingga jumlah tercukupi
  • Sampel darah akan ditampung di dalam tabung kecil yang kemudian diberi label sesuai nama dan tanggal pengambilan
  • Lubang bekas tusukan jarum akan kembali ditutup dengan perban kecil dan bisa dilepas setelah beberapa jam kemudian 

Oleh sebab itu, penting untuk melakukan cek darah lengkap secara rutin termasuk untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu, seperti anemia, leukemia, masalah pembekuan darah, hingga risiko kanker.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app