8 Pantangan Ibu Hamil yang Harus Dihindari

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 11, 2019 Waktu baca: 5 menit
8 Pantangan Ibu Hamil yang Harus Dihindari

Kehamilan adalah salah satu masa yang paling penting bagi yang kehidupan calon anak dan merupakan momen penting dalam kehidupan seorang wanita. Karena itu, bagi ibu hamil, menjaga kondisi kesehatan sangat penting dilakukan. 

Salah satunya dengan tidak sembarangan memilih jenis makanan, karena ibu hamil perlu makan makanan sehat serta ada beberapa pantangan ibu hamil yang harus dihindari selama kehamilan. Hal ini bertujuan agar kondisi janin dan ibu selalu sehat sampai proses melahirkan. 

Mungkin ada beberapa jenis makanan yang sebelumnya sudah terbiasa Anda konsumsi sebelum hamil dan menjadi salah satu anjuran makanan sehat ketika hamil. Tetapi bisa juga makanan tersebut termasuk dalam salah satu pantangan makanan selama kehamilan. 

Oleh karena itu, mengetahui mana makanan sehat yang dianjurkan dan mana yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketika hamil. Baca juga: Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

Berikut pantangan ibu hamil seputar makanan yang harus dihindari:

1. Daging mentah serta daging olahan

Makan daging mentah atau yang kurang matang menjadi salah satu pantangan ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri yang terdapat pada hewan, seperti Toxoplasma, E. coli, dan Salmonella. Bakteri tersebut dapat membahayakan bagi kesehatan ibu hamil dan juga bayi dan memungkinkan terjadinya risiko meninggal sebelum kelahiran, timbulnya penyakit neurologis termasuk kecacatan intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Jangan pernah mengonsumsi potongan daging sapi, seperti tenderloin, sirloin, rib eye yang masih mentah ataupun tidak matang. Hal ini pun berlaku pada daging olahan, di mana bakteri mungkin ada selama proses penyimpanan, sehingga harus dipastikan bahwa daging yang dimakan sudah matang sepenuhnya.

2. Telur mentah

Sama seperti daging, ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi telur mentah. Karena telur mentah dapat terkontaminasi dengan bakteri Salmonella. Gejala yang terjadi jika ibu hamil terkontaminasi bakteri Salmonella adalah demam, muntah, mual, kram perut, hingga diare. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau meninggal dalam kandungan.

Dalam produk olahan yang mengandung bahan dasar telur, seperti saus, es krim, dan kue, perlu Anda perhatikan kembali sebelum dikonsumsi, tetapi biasanya telur telah melalui proses pasteurisasi sehingga aman dikonsumsi.

3. Ikan mentah dan ikan dengan merkuri tinggi

Salah satu pantangan ibu hamil adalah ikan mentah dan kerang, karena dapat menyebabkan beberapa infeksi berupa virus, bakteri, atau parasit seperti Norovirus, Vibrio, Listeria, maupun bakteri Salmonella. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi ibu hamil dan menyebabkan dehidrasi dan tubuh melemah. Bahkan infeksi tersebut dapat menular ke bayi dalam kandungan sehingga membahayakan kondisi bayi.

Bakteri Listeria terdapat di tanah dan air atau tanaman yang telah terkontaminasi. Seorang ibu hamil akan sangat rentan terinfeksi Listeria sehingga meningkatkan risiko penularan pada bayi melalui plasenta. Hal ini pun tidak menimbulkan gejala tertentu, tetapi dapat menyebabkan bayi lahir prematur, keguguran, meninggal dalam kandungan, serta masalah kesehatan lainnya. 

Tak hanya ikan mentah, tetapi ibu hamil juga harus menghindari makanan dengan kandungan merkuri tinggi. Merkuri sendiri merupakan zat yang sangat beracun dan berbahaya bagi kesehatan dan dapat menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, serta organ ginjal. Pada anak-anak, merkuri dapat menyebabkan masalah perkembangan yang serius. 

Zat merkuri paling banyak ditemukan pada air laut yang tercemar dan ikan laut sangat mungkin mengandung banyak merkuri dalam jumlah besar. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk membatasi jumlah ikan yang dimakan, termasuk tiram, kerang, mackerel, dan juga sushi.

4. Sayur dan buah yang tidak dicuci

Sayur dan buah yang tidak dicuci mungkin telah terkontaminasi dengan beberapa bakteri dan parasit, termasuk Toxoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria melalui tanah atau ketika proses produksi, pemrosesan, panen, penyimpanan, ataupun saat pengiriman. Bakteri tersebut dapat membahayakan ibu hamil dan bayi terutama Toxoplasma karena umumnya Toxoplasma tidak menimbulkan gejala, hanya mungkin merasa tubuh tidak fit dan mengalami flu dalam waktu lama. Baca juga: Bahaya Virus TORCH Saat Hamil

Sayuran mentah baik berupa lalapan ataupun kecambah seperti toge, semanggi, lobak, dan kacang hijau dapat terkontaminasi oleh bakteri Salmonela sehingga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil sama sekali. Hal ini pun berlaku pada sayuran yang tidak dimasak atau diolah, tetapi jika telah dimasak maka kemungkinan itu aman dan bisa dikonsumsi oleh ibu hamil.

5. Makanan cepat saji (Junk Food)

Pada masa kehamilan, bayi akan mengalami pertumbuhan yang cepat sehingga ibu hamil harus mengonsumsi makanan yang mengandung berbagai nutrisi dan gizi yang baik. Salah satu pantangan ibu hamil lainnya adalah menghindari makanan cepat saji (junk food) karena umumnya makanan tersebut mengandung kalori dan kadar gula yang tinggi, tetapi rendah nutrisi dan mengandung lemak tambahan.

Sementara itu, ibu hamil membutuhkan peningkatan jumlah nutrisi penting berikut:

  • Makanan yang mengandung protein, seperti telur, dada ayam, yoghurt, kacang almond
  • Makanan yang mengandung asam folat, seperti bayam, asparagus, brokoli, alpukat, tomat, pepaya
  • Makanan yang mengandung karbohidrat, seperti gandum, kentang, oatmeal
  • Makanan yang mengandung kalsium, seperti susu, keju, kurma, pisang
  • Makanan yang mengandung zat besi, seperti kacang merah, ikan, sereal, kismis

Mengonsumsi makanan olahan dan makanan cepat saji selama kehamilan akan meningkatkan risiko kelebihan berat badan, risiko diabetes dan komplikasi lain yang berdampak pada kesehatan jangka panjang. Karenanya, pastikan ibu hamil mengonsumsi makanan yang masih segar dan telah dibersihkan, serta mengalami proses pengolahan dan pemasakan yang matang.

Pantangan ibu hamil seputar minuman yang harus dihindari:

6. Alkohol

Ibu hamil dilarang mengonsumsi minuman beralkohol selama kehamilan karena alkohol dapat mengurangi jumlah oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel tubuh. Hal ini dapat mencegah bayi berkembang secara normal dan optimal, bahkan menyebabkan bayi mengalami kelainan jantung, kelainan bentuk wajah, hingga mengalami cacat intelektual. Selain itu, kandungan alkohol terbukti tidak aman karena dapat meningkatkan risiko keguguran dan bayi meninggal dalam kandungan.

7. Jus buah, susu, dan minuman lain yang tidak dipasteurisasi

Susu yang tidak mengalami proses pemasakan atau pasteurisasi dapat mengandung sejumlah bakteri berbahaya, seperti Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Hal ini pun dapat terjadi pada jus yang tidak dipasteurisasi sehingga rentan terkontaminasi bakteri. Dampaknya akan berpengaruh pada kesehatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan. 

Salah satu hal yang dapat membantu mencegah dan membunuh bakteri yang terdapat dalam susu dan jus adalah melalui pasteurisasi. Hal ini tidak akan mengubah nilai gizi tetapi dapat mengurangi risiko infeksi apda wanita hamil.

8. Kafein

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, cokelat, serta minuman ringan merupakan pantangan ibu hamil karena dapat meningkatkan risiko keguguran, berat lahir rendah, dan bayi meninggal dalam kandungan. The March of Dimes merekomendasikan ibu hamil untuk membatasi konsumsi kafein kurang dari 200 mg per hari atau sekitar 1-2 cangkir kopi. Baca juga: Kopi Decaf, Alternatif Kopi untuk Ibu Hamil

Kandungan kafein akan sangat cepat masuk ke dalam plasenta dan diserap janin. Hal ini dapat berbahaya bagi bayi karena organ tubuh bayi belum terbentuk sempurna sehingga kadar kafein yang tinggi dapat menumpuk dalam tubuh bayi. Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan juga diperkirakan dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah, meningkatkan risiko penyakit kronis ketika dewasa, serta memperlambat pertumbuhan bayi.

Selain pantangan ibu hamil di atas, selama kehamilan sebaiknya menghindari teh atau suplemen herbal karena belum diketahui keamanannya bagi ibu hamil. Jika ibu hamil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, maka sebaiknya juga dihindari karena janin yang ada dalam rahim akan lebih mungkin memiliki alergi makanan tersebut.

Ibu hamil pun tidak perlu menambah asupan makanan secara berlebihan, tetapi yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang baik untuk ibu hamil dan bayi. Karena jika ibu hamil mengonsumsi kalori secara berelebihan, maka risiko kelebihan berat badan mungkin untuk terjadi dan meningkatkan risiko penyakit yang bisa berbahaya bagi kesehatan.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Consumption habits of pregnant women and implications for developmental biology: a survey of predominantly Hispanic women in California. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3704911/)
A Pregnant Woman's Daily Diet. WebMD. (https://www.webmd.com/women/features/pregnant-daily-diet)
11 Foods and Beverages to Avoid During Pregnancy. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/11-foods-to-avoid-during-pregnancy)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app