Panduan Mempercepat Proses Metabolisme Tubuh Untuk Menurunkan Berat Badan

Dipublish tanggal: Jul 31, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2020 Tinjau pada Agu 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Panduan Mempercepat Proses Metabolisme Tubuh Untuk Menurunkan Berat Badan

Metabolisme adalah proses alami di dalam tubuh yang melibatkan reaksi biologis maupun kimia untuk membakar kalori dari asupan makanan yang dikonsumsi. Ketika proses metabolisme tubuh berjalan lebih cepat, maka hal tersebut akan dapat membantu program penurunan berat badan Anda. 

Selain membantu program penurunan berat badan, memiliki metabolisme yang tinggi juga dapat membantu Anda memperoleh energi yang lebih baik karena kalori telah terproses menjadi energi yang siap dipakai tubuh untuk melakukan aktivitas.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meski proses metabolisme tubuh sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia dan jenis kelamin, namun ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Berikut ini adalah cara lengkap untuk mempercepat proses metabolisme dalam tubuh.

Cara mempercepat proses metabolisme tubuh

Lakukan aktivitas fisik

Aktivitas berdiri dalam waktu yang singkat dapat membantu Anda membakar lebih banyak kalori ketimbang Anda terus duduk dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu, jika Anda ingin menurunkan berat badan, cobalah untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan dengan berjalan sebentar di sekitar area kantor atau melakukan pekerjaan sambil berdiri. Hal ini sekaligus dapat membantu Anda mengurangi rasa pegal dan bosan yang mungkin melanda.

Mengoptimalkan waktu tidur

Mendapatkan durasi tidur yang cukup juga dapat membantu Anda memperoleh metabolisme tubuh yang lebih baik. Oleh sebab itu, mereka yang kurang tidur bukannya semakin kurus justru akan mengalami kenaikan berat badan. Karena ketika seseorang kurang tidur, maka tubuh akan memacu peningkatan hormon pemicu rasa lapar dan mengurangi hormon rasa kenyang (leptin). Untuk itu, memenuhi kebutuhan tidur sekitar 8 jam sehari penting bagi Anda yang juga ingin menurunkan berat badan.

Baca juga: Tips Atasi Insomnia Tanpa Obat Tidur

Latihan angkat beban

Latihan angkat beban sangat dianjurkan untuk pembentukan massa otot. Karena semakin bertambahnya usia, maka tubuh akan mengalami kekurangan massa otot sehingga dibutuhkan untuk menjaga metabolisme tubuh. Selain itu, latihan beban juga bagus untuk membantu membakar lebih banyak kalori.

Meningkatkan konsumsi air putih

Minum air putih dapat membantu Anda meningkatkan proses metabolisme tubuh. Hal ini disebabkan karena metabolisme tubuh membutuhkan air untuk membantu proses penyerapan kalori. Untuk membantu mempercepat penurunan berat badan, sebaiknya konsumsi air putih sebelum makan agar Anda lebih cepat merasa kenyang sehingga mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Baca juga: Kebutuhan Minum Air Putih Harian

Mengonsumsi makanan pedas

Makanan pedas diketahui sangat baik untuk mendukung program diet penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan zat aktif capsaicin dalam cabai yang membantu mempercepat metabolisme tubuh. Selain itu, mengonsumsi cabai atau lada dipercaya bisa membakar 10  kalori lebih banyak.

Faktor yang mempengaruhi tingkat metabolisme tubuh

Usia

Faktor usia menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan kecepatan metabolisme tubuh. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka proses metabolisme akan semakin melambat karena jumlah lemak di tubuh semakin meningkat sementara massa otot terus berkurang. Hal inilah yang menyebabkan pembakaran kalori menurun.

Aktivitas fisik seperti olahraga

Seseorang yang kurang beraktivitas fisik akan memiliki tingkat metabolisme yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang melakukan aktivitas fisik. Untuk meningkatkan metabolisme tubuh, Anda disarankan untuk rajin berolahraga maupun berjalan kaki secara rutin setiap hari.

Kemampuan tubuh dalam mengolah makanan (thermogenesis)

Thermogenesis merupakan kemampuan tubuh dalam memproses makanan, dari mulai mencerna, menyerap, hingga mengalirkannya ke seluruh bagian tubuh yang memerlukan energi hingga menyimpan cadangan nutrisi. Semua proses ini membutuhkan kalori sebanyak 10 persen dari total kalori yang dibakar dalam proses metabolisme tubuh. Oleh sebab itu, kecepatan metabolisme sangat dipengaruhi oleh thermogenesis.

Jenis kelamin

Jenis kelamin juga merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat metabolisme tubuh seseorang. Pria akan lebih cepat mengalami pembakaran kalori (metabolisme) ketimbang wanita. Hal ini disebabkan karena pria cenderung memiliki massa otot yang lebih besar ketimbang wanita.

Berat badan dan tinggi badan

Seseorang dengan ukuran tubuh yang lebih besar akan membutuhkan lebih banyak kalori dan dengan sendirinya memiliki metabolisme yang lebih cepat ketimbang seseorang dengan tubuh yang lebih kecil. Selain itu, apabila seseorang memiliki massa otot yang besar, maka akan lebih banyak kalori yang dibakar.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app