Panduan Lengkap Merawat Luka Operasi Supaya Cepat Sembuh Tanpa Infeksi

Dipublish tanggal: Agu 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Panduan Lengkap Merawat Luka Operasi Supaya Cepat Sembuh Tanpa Infeksi

Setelah menjalani tindakan pembedahan atau operasi, terkadang usai operasi, pasien sudah diperbolehkan pulang meski dalam kondisi diperban. Tetapi dalam upaya perawatan luka pasca operasi yang harus dilakukan sendiri di rumah tentunya perlu diperhatikan supaya tidak menimbulkan infeksi.

Tidak perlu takut, jika sudah diperbolehkan pulang, artinya luka sudah dinyatakan aman untuk mendapatkan perawatan jalan meski oleh orang awam sekalipun. Tetapi tetap saja, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam merawat luka pasca operasi berikut supaya tidak terjadi infeksi bahkan pendarahan yang dapat memperparah kondisi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Baca juga: Bahaya Infeksi pada Luka Pasca Operasi

Cara merawat luka bekas operasi tanpa infeksi

Tidak seperti saat di ruang perawatan di mana luka jahitan diurus oleh perawat dan dokter, maka ketika di rumah Anda sebagai pasien harus siap siaga merawat luka operasi sendiri. Berikut ini adalah beberapa panduan lengkap yang harus diperhatikan terutama ketika merawat luka perban pasca operasi:

1. Usai operasi biasanya perban akan dibiarkan dalam waktu 24 jam pertama supaya luka menutup. Baru setelah hari kedua, bersihkan perban dan ganti dengan yang baru.

Tetapi ketika mengganti perban tidak boleh sembarangan. Untuk mengetahui prosesnya, Anda bisa memperhatikan cara perawat atau dokter ketika melakukannya ketika masih di rumah sakit. Hal ini penting untuk mengenali luka operasi yang baik dan tidak sekaligus merawat luka jahitan yang baik.

2. Setelah 24 jam pasca operasi, tak hanya mengganti perban penutup luka, melainkan juga membersihkan luka jahitan paling tidak dua kali sehari. Tujuannya untuk mengurangi risiko infeksi dengan menggunakan sabun lembut tanpa parfum dan bahan iritan.

Di samping itu, luka operasi juga tidak boleh terkena air sedikit pun karena akan memperlambat luka kering dan sembuh. Begitu pula ketika mandi, usahakan supaya luka jahitan terlindungi dari air.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

3. Jangan lupa, oleskan antibiotik atau obat yang diresepkan oleh dokter. Ingat, hanya obat yang diresepkan oleh dokter saja yang boleh dikonsumsi. Tetapi Anda dapat berkonsultasi dan mempertimbangkan penggunaan vitamin E, krim, atau gel yang juga berkhasiat mampu meminimalkan bekas luka.

4. Tak hanya menghindarkan luka operasi dari air supaya tetap kering, hindarkan pula luka jahitan tersebut dari paparan sinar matahari, apalagi pada 6 bulan pertama. Karena sinar matahari dapat menyebabkan perubahan warna pada luka menjadi permanen. Namun hal ini juga bisa diatasi dengan penggunaan tabir surya. Selain itu, gunakan cairan antiseptik atau larutan garam untuk membantu membersihkan luka. 

5. Bagi yang memiliki luka jahitan namun belum mendapatkan suntikan tetanus, sebaiknya perlu mendapatkannya, terutama bagi luka tusuk yang terjadi akibat benda tajam yang kotor. Hal ini untuk menghindari infeksi.

Baca juga: Cara Melindungi Luka dari Infeksi

6. Terakhir, perhatikan perkembangan dari luka jahitan dari hari ke hari. Apabila luka tersebut mendapatkan perawatan yang tepat, maka akan menunjukkan tanda kesembuhan. Sebaliknya ketika luka mengalami pendarahan bahkan mengeluarkan nanah, sebaiknya carilah bantuan medis untuk mencegah luka menjadi lebih parah.

Selain itu, ketika memiliki luka jahitan, Anda juga perlu memperhatikan jenis aktivitas yang dilakukan. Hindari aktivitas berat seperti mengangkat beban karena akan mengganggu luka cepat sembuh. Paling tidak, berikan waktu selama dua minggu pasca operasi supaya tubuh benar-benar rehat dan sembuh total. Hindari pula aktivitas-aktivitas yang menyebabkan infeksi seperti berkebun dan kegiatan yang dapat menimbulkan kotoran.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Discharge Instructions for Wound Cares. The American Association for the Surgery of Trauma. (Accessed via: https://www.aast.org/discharge-instructions-for-wound-cares)
RACGP - Post-operative wound management. The Royal Australian College of General Practitioners (RACGP). (Accessed via: https://www.racgp.org.au/afp/2013/december/post-operative-wound-management/)
How to Care for a Surgical Wound - Incision Care Made Easy. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/how-to-care-for-a-surgical-incision-3156925)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app