Neuroma Morton - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 192.522 orang

Neuroma Morton adalah kondisi jinak tapi menyakitkan yang mempengaruhi bola kaki. Kondisi ini juga disebut neuroma intermetatarsal karena terletak di bola kaki di antara tulang metatarsal.

Neuroma morton terjadi ketika jaringan di sekitar saraf yang mengarah ke jari kaki menebal karena peradangan. Kondisi ini paling sering terjadi antara jari kaki ketiga dan keempat, tetapi juga bisa terjadi antara jari kaki kedua dan ketiga. Dan paling sering terjadi pada orang paruh baya, terutama wanita paruh baya.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Apakah Penyebab Neuroma Morton?

Penyebab
Neuroma Morton sering disebabkan oleh sepatu yang terlalu ketat atau yang memiliki sepatu hak tinggi. Sepatu ini dapat menyebabkan saraf di kaki Anda menjadi teriritasi. Saraf yang teriritasi akan menebal dan berangsur-angsur menjadi lebih menyakitkan diakibatkan oleh tekanan.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah kelainan kaki yang dapat menyebabkan ketidakstabilan dan juga dapat menekan saraf di kaki Anda. Neuroma Morton juga sering dikaitkan dengan:

  • kaki rata
  • bunions
  • penyakit hammertoe

Kondisi ini juga terkait dengan aktivitas kegiatan seperti:

  • kegiatan olahraga yang berulang, seperti olahraga lari yang meningkatkan tekanan pada kaki
  • olahraga yang membutuhkan sepatu ketat, seperti ski atau balet

Kadang-kadang, hasil neuroma juga dapat disebabkan dari cedera kaki.

Tanda dan Gejala

Rasa nyeri merupakan gejala utama neuroma morton. Rasa sakit ini dapat berupa sensasi terbakar pada bola kaki atau kaki Anda. Selain itu, jari-jari kaki mungkin terasa mati rasa atau kesemutan saat rasa sakit menjalar.

Anda mungkin mengalami kesulitan berjalan secara normal karena rasa sakit. Namun, gejala ini tidak disertai oleh pembengkakan. Perlu diketahui bahwa penyakit neuroma morton kadang muncul tanpa disertai gejala apa pun.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Pencegahan Neuroma Morton

Salah satu cara termudah untuk mencegah terulangnya neuroma morton adalah dengan memakai sepatu yang tepat.

  • Hindari mengenakan sepatu ketat atau sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama.
  • Pilih sepatu yang memiliki runcing lebar sehingga terdapat banyak ruang untuk menggoyangkan jari-jari kaki.
  • Kenakan insert orthotic untuk melepaskan tekanan dari bola kaki jika diperlukan.
  • Kenakan kaus kaki empuk, yang dapat membantu melindungi kaki Anda jika sering berdiri atau berjalan.
  • Jika Anda berdiri dalam waktu lama di dapur, di mesin kasir, atau di meja berdiri, gunakan bantalan kaki untuk membantu meringankan sakit kaki.

Anda mungkin memerlukan terapis fisik untuk melakukan rutinitas peregangan dan latihan untuk memperkuat kaki dan pergelangan kaki Anda.

Bagaimana Pengobatan Neuroma Morton?

Diagnosa
Jika Anda mengalami sakit kaki yang tidak kunjung hilang bahkan setelah mengganti alas kaki atau beristirahat cukup, segera kunjungi dokter Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Neuroma Morton jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Untuk menegakan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat gejala serta melakukan pemeriksaan fisik. Pada umumnya, dokter dapat mendiagnosis neuroma morton hanya dari pemeriksaan fisik dan dengan mendiskusikan gejala Anda.

Untuk mengesampingkan kemungkinan penyebab lain dari rasa sakit Anda, seperti radang sendi atau fraktur tulang, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan, seperti:

  • X-ray untuk mendeteksi adanya artritis atau patah tulang
  • USG untuk mengidentifikasi adaya kelainan pada jaringan lunak
  • MRI untuk mengidentifikasi adanya kelainan jaringan lunak
  • Jika dokter Anda mencurigai kondisi saraf lain, tes elektromiografi mungkin dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot-otot.

Pengobatan

Pengobatan tergantung pada keparahan gejala Anda. Perawatan konservatif biasanya akan dianjurkan jika kondisi belum parah. Berikut adalah pilihan pengobatan untuk mengatasi penyakit neuroma morton:

Perawatan konservatif
Perawatan konservatif dimulai dengan menggunakan penyangga atau alas kaki untuk sepatu Anda. Hal ini dapat membantu meringankan tekanan pada saraf yang terkena. Selain itu, dokter juga dapat menyarankan obat penghilang rasa sakit OTC atau obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen (Advil, Motrin) atau aspirin untuk mengatasi rasa sakit.

Perawatan konservatif lainnya termasuk:

  • terapi fisik
  • latihan peregangan untuk melonggarkan tendon dan ligamen
  • memijat bola kaki Anda
  • latihan untuk memperkuat pergelangan kaki dan kaki Anda
  • mengistirahatkan kaki Anda
  • kompres es ke daerah yang sakit

Suntikan
Jika rasa sakit terus berlanjut, dokter dapat mencoba suntikan kortikosteroid atau obat antiinflamasi. Suntikan anestesi lokal juga dapat digunakan untuk mematikan saraf yang terkena. Suntikan ini juga dapat membantu meringankan rasa sakit Anda sementara waktu.

Operasi
Ketika perawatan diatas tidak membantu, dokter mungkin menyarankan operasi. Pilihan tindak pembedahan meliputi:

  • neurektomi, di mana sebagian jaringan saraf diangkat
  • operasi kriogenik, juga dikenal sebagai neuroablasi kriogenik, di mana saraf dan selubung mielin yang menutupi mereka terbunuh menggunakan suhu yang sangat dingin
  • operasi dekompresi, di mana tekanan pada saraf berkurang dengan memotong ligamen dan struktur lain di sekitar saraf

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit