Napas Bersuara - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 353.347 orang

Suara nafas muncul dari paru-paru saat Anda menghirup dan mengeluarkan udara. Suara ini dapat terdengar dengan stetoskop atau saat bernafas biasa. Nafas yang bersuara bisa berarti normal atau tidak normal. Suara nafas yang tidak normal dapat mengindikasikan masalah paru-paru, antara lain:

  • Gangguan
  • Peradangan
  • Infeksi
  • Cairan pada paru-paru
  • Asma

Mendengarkan suara nafas merupakan bagian yang penting dalam mendiagnosis kondisi medis.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Macam-macam suara nafas

Suara nafas yang normal mirip dengan suara udara. Namun, suara nafas yang tidak normal antara lain:

  • Rhonchi (suara nafas bernada rendah)
  • Bunyi kresek (suara nafas bernada tinggi)
  • Suara berdecit (suara bersuit bernada tinggi diakibatkan penyempitan saluran bronkus)
  • Stridor (suara bergetar yang kasar yang disebabkan penyempitan jalur nafas bagian atas)

Dokter dapat menggunakan alat medis yang disebut dengan stetoskop untuk mendengarkan suara nafas. Dokter dapat mendengar suara nafas dengan meletakkan stetoskop pada dada, punggung, atau tulang rusuk, atau di bawah tulang leher.

Apa yang menyebabkan suara nafas yang tidak normal?

Suara nafas yang tidak normal biasanya merupakan indikator masalah paru-paru atau jalur nafas. Penyebab umum suara nafas yang tidak normal antara lain:

  • Pnemonia
  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung obstruktif kronis (COPD), seperti emfisema
  • Asma
  • Bronkitis
  • Benda asing pada paru-paru dan jalur nafas

Bermacam-macam faktor penyebab suara nafas dijelaskan sebagai berikut:

  • Rhonchi terjadi saat udara mencoba untuk melalui saluran bronkus yang terdapat cairan atau lendir.
  • Bunyi kresek terjadi ketika kantung udara pada paru-paru berisi cairan dan terdapat pergerakan udara pada kantung tersebut, seperti saat Anda bernafas. Kantung udara yang berisi cairan saat seseorang menderita pneumonia atau gagal jantung.
  • Bunyi berdecit terjadi saat saluran bronkus terinflamasi atau menyempit.
  • Stridor terjadi saat terjadi penyempitan jalur nafas bagian atas.

Kapan nafas bersuara disebut keadaan darurat medis?

Segera datangi ruang gawat darurat atau hubungi fasilitas gawat darurat lokal jika terjadi kesulitan bernafas yang tiba-tiba, parah atau saat seseorang terlihat berhenti bernafas. Cyanosis, warna kulit dan membran mukous kebiruan karena kekurangan oksigen, dapat terjadi bersamaan dengan nafas yang bersuara. 

Dokter juga akan memeriksa tanda gawat darurat berikut:

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01
  • Pelebaran hidung (pelebaran bukaan lubang hidung saat bernafas yang biasanya terlihat pada bayi dan anak-anak)
  • Bernafas melalui perut (penggunaan otot perut untuk melakukan pernafasan)
  • Penggunaan otot aksesoris (penggunaan otot leher dan otot dinding untuk melakukan pernafasan)
  • Stridor (mengindikasikan gangguan pada jalur nafas bagian atas)

Mengetahui penyebab Napas Bersuara

Dokter akan melihat riwayat medis Anda untuk menentukan apa yang menyebabkan Anda mengalami suara nafas yang tidak normal. Hal ini termasuk kondisi kesehatan saat ini maupun di masa lampau dan obat yang Anda konsumsi. Beritahukan dokter saat Anda menyadari suara yang tidak normal dan apa yang Anda lakukan sebelum Anda mendengar suara tersebut. 

Pastikan Anda menyebutkan gejala lain yang Anda alami. Dokter akan meminta Anda melakukan satu atau beberapa jenis pemeriksaan untuk menentukan apa yang menyebabkan suara yang tidak normal tersebut. Pemeriksaan tersebut antara lain:

  • CT scan
  • X-ray dada
  • Tes darah
  • Pemeriksaan fungsi jantung
  • Kultur sputum

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fungsi jantung untuk mengukur:

  • Berapa banyak udara yang Anda hirup dan hela
  • Bagaimana efisiensi pengirupan dan penghelaan

Kultus sputum adalah pemeriksaan untuk mendeteksi organisme asing pada lendir di paru-paru, seperti bakteri atau fungi yang tidak normal. Pada pemeriksaan ini, dokter akan meminta Anda untuk batuk dan mengumpulkan sputum yang keluar saat batuk. Sampel kemudian dikirim ke lab untuk dianalisis.

Pilihan pengobatan untuk suara nafas yang tidak normal

Pilihan pengobatan untuk suara nafas yang tidak normal tergantung pada diagnosis Anda. Dokter akan mempertimbangkan penyebab dan keparahan gejala Anda saat menentukan pengobatan Anda. Obat yang sering diresepkan biasanya berguna untuk menghilangkan infeksi atau untuk membuka jalur nafas. 

Namun, pada kasus yang parah, seperti cairan pada paru-paru atau gangguan pada jalur nafas, rawat inap mungkin diperlukan. Jika Anda memiliki asma, COPD, atau bronkitis, dokter Anda akan meresepkan obat pernafasan untuk membuka jalur nafas. Penderita asma akan diberi inhaler atau obat lainnya untuk dipakai setiap hari. Hal ini dapat mencegah serangan asma dan mengurangi peradangan pada jalur napas.

Ringkasan

Hubungi gawat darurat lokal atau kunjungi ruang gawat darurat jika Anda mengetahui:

  • Anda mengalami kesulitan bernafas yang terjadi secara mendadak
  • Anda mengalami kesulitan benafas yang parah
  • Anda mengalami cyanosis yang melibatkan bibir atau wajah
  • Anda berhenti bernafas

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasa Anda memiliki gejala lainnya seperti kesulitan bernapas. Terbuka ke dokter mengenai gejala yang Anda alami membantu dokter untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan apapun pada tahap awal.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit