Multivitamin Ini Atasi Efek Kelelahan Pasca-terinfeksi Virus Corona

Dipublish tanggal: Jun 18, 2021 Update terakhir: Jun 18, 2021 Waktu baca: 2 menit
Multivitamin Ini Atasi Efek Kelelahan Pasca-terinfeksi Virus Corona

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kelelahan terus-menerus merupakan salah satu gejala yang tetap dirasakan sejumlah penyintas COVID-19.
  • Efek kelelahan yang dialami oleh para penyintas COVID-19 ini bisa dibantu atasi dengan pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi suplemen multivitamin.
  • Dua jenis multivitamin yang dianjurkan untuk mengatasi efek mudah lelah pada penyintas COVID-19 adalah vitamin B kompleks dan Coenzyme Q10.
  • Beberapa jenis vitamin dan mineral lain seperti kalsium, yodium, zat besi, magnesium, fosfor, folat, vitamin C, dan vitamin D juga baik untuk dikonsumsi.
  • Klik untuk membeli produk suplemen dan vitamin yang dikirim ke rumah kamu melalui HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD.
  • Lakukan tes COVID-19 dan pemeriksaan kesehatan baik di klinik maupun di rumah dengan harga khusus dan promo menarik hanya melalui HDmall.

Paparan virus corona tak hanya menimbulkan sejumlah gejala seperti hilangnya indera penciuman, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, atau sesak napas, tetapi juga kelelahan terus-menerus.

Meski sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19, sejumlah penyintas masih merasakan gejala-gejala di atas. Kondisi ini disebut juga dengan long Covid. Salah satu gejala yang paling umum dirasakan adalah kelelahan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Vitamin & Suplemen via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 13

Meski sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19, sejumlah penyintas masih merasakan berbagai gejala, termasuk kelelahan. Kondisi ini disebut juga dengan long Covid. Salah satu gejala yang paling umum dirasakan adalah kelelahan.

Baca juga: Mudah Lelah dan Sering Sesak Napas Setelah Sembuh COVID-19? Coba Latihan Pernapasan Ini, Yuk!

Mengapa efek kelelahan bisa terjadi setelah sembuh dari COVID-19?

Efek kelelahan yang dirasakan oleh penyintas COVID-19 dapat terjadi meski sudah beristirahat cukup. Rasa lelah tersebut bisa disebut kelelahan kronis jika terjadi lebih dari 6 bulan pasca-sembuh. 

Hingga saat ini belum diketahui apa yang menjadi penyebab kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) pada penyintas COVID-19. Akan tetapi, efek infeksi virus corona itu sendiri diperkirakan dapat memengaruhi sistem saraf pusat.

Proses pemulihan dari COVID-19 memang tidak sama pada setiap orang. Namun, ada beberapa anjuran pola hidup sehat yang sebaiknya dilakukan oleh para penyintas COVID-19 agar dapat meningkatkan kembali kondisi tubuh. Di antaranya adalah melakukan latihan pernapasan dan olahraga, rutin cek pemeriksaan kesehatan, serta mengonsumsi multivitamin yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Perhatikan pula menu makanan sehat yang dikonsumsi serta jadwal makan. Tambah porsi sayur dan buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sumber makanan sehat lain yang bermanfaat dalam memenuhi asupan nutrisi tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Makanan & Minuman Sehat via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 18

Baca juga: Sembuh dari COVID-19, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Apa saja multivitamin yang bisa dikonsumsi oleh para penyintas COVID-19?

Beberapa jenis kandungan yang diperlukan tubuh terutama dalam membantu meningkatkan energi dan mengurangi efek kelelahan adalah kalsium, yodium, zat besi, magnesium, fosfor, folat, vitamin C, vitamin D, serta vitamin B kompleks termasuk B1, B2, B3, B6, hingga B12.

Berikut ini merupakan beberapa jenis multivitamin yang bisa dikonsumsi oleh para penyintas COVID-19 untuk membantu mengatasi efek kelelahan sering muncul.

1. Coenzyme Q10

Coenzyme Q10 merupakan suplemen vitamin kaya antioksidan yang diklaim dapat mendukung pemulihan pasca-sakit serta meningkatkan energi tubuh akibat kelelahan. 

Coenzyme Q10 sebenarnya diproduksi oleh tubuh dan terdapat di hati, ginjal, jantung, dan pankreas. Akan tetapi, kadarnya akan menurun seiring bertambahnya usia.

Selain tersedia dalam bentuk suplemen tablet dan kapsul, Coenzyme Q10 atau CoQ10 juga bisa didapatkan dari makanan sehat, seperti jeruk, stroberi, brokoli, bayam, biji-bijian, minyak nabati, daging hewani serta makanan laut, terutama ikan berlemak berupa ikan sarden, tuna, dan salmon.

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Baca juga: Manfaat Suplemen Coenzyme Q10

2. Vitamin B

Vitamin B yang memiliki kandungan riboflavin ini memang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan sumber energi tubuh. Pada penderita COVID-19, efek kelelahan itu juga bisa terjadi ketika tubuh mengalami defisiensi vitamin B.

Sumber vitamin B bisa didapatkan dari protein nabati maupun hewani, termasuk daging, buah, sayur, dan kacang-kacangan. Vitamin B kompleks juga tersedia dalam berbagai merek suplemen vitamin yang dapat membantu menjaga kesehatan fungsi saraf dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Selain mengonsumsi sejumlah vitamin dan makanan sehat yang direkomendasikan di atas, para penyintas COVID-19 diharapkan menjalani gaya hidup sehat. Jangan lupa untuk mengatur jam tidur untuk membantu mengurangi rasa lelah.

Baca juga: Penyintas COVID-19 Tetap Perlu Divaksin, Bagaimana Aturannya?

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Verywellhealth. How Chronic Fatigue Syndrome Is Treated. (https://www.verywellhealth.com/chronic-fatigue-syndrome-treatment-716057)​​​​
Healthspan. Long COVID: diet and lifestyle changes that can help. (https://www.healthspan.co.uk/advice/long-covid-diet-and-lifestyle-changes-that-can-help)
Healthline. 9 Benefits of Coenzyme Q10 (CoQ10). (https://www.healthline.com/nutrition/coenzyme-q10)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app