Mesothelioma: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Mei 9, 2019 Waktu baca: 5 menit

Apakah Mesothelioma itu?

Penggunaan asbes yang digunakan pada bahan konstruksi bangunan, seperti atap sudah sangat populer di Indonesia. Tetapi kebanyakan masyarakat tidak mengetahui bahwa dalam pembuatan material tersebut menggunakan campuran asbestos yang dapat membahayakan kesehatan.

Asbestos dikenal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah penyakit kanker mesothelioma. Hal ini disebabkan dari paparan debu halus atau serat yang sangat mudah terhirup dan masuk ke dalam organ tubuh, terutama mengendap di paru-paru.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Mesothelioma adalah salah satu bentuk kanker yang jarang terjadi dan termasuk salah satu jenis kanker yang agresif. Sesuai dengan namanya, mesothelioma adalah kanker yang terbentuk pada lapisan mesothelium. Lapisan mesothelium atau mesothel adalah lapisan yang melapisi berbagai organ tubuh, termasuk jantung, paru-paru, dan perut. Oleh karena itu, mesothelioma adalah kanker yang dapat berkembang pada dinding paru-paru, perut, ataupun jantung.

Jenis-jenis Mesothelioma berdasarkan gejala dan lokasi pada tubuh

Seperti yang telah diulas sebelumnya, mesothelioma terjadi pada lapisan mesothelium yang bisa terjadi di manapun lapisan mesothel berada. Ada 4 lokasi yang umumnya terjadi mesothelioma, yaitu:

  • Pleural Mesothelioma (Paru-paru)

Mesothelioma pleura berkembang di dinding paru-paru (dikenal sebagai pleura) dan merupakan bentuk paling umum dari penyakit mesothelioma. Mesothelioma pleura cukup sulit didiagnosis. Pada tahap awal penyakit, gejala mesothelioma cenderung ringan, sedangkan pada tahap selanjutnya (tahap 3 atau tahap 4) gejala dapat memburuk secara signifikan. Sayangnya, karena telat terdeteksi, mesothelioma biasanya memiliki prognosis yang buruk.

  • Peritoneal Mesothelioma (Abdomen)

Mesothelioma peritoneal berasal dari lapisan perut yang sering menyebar ke organ perut, termasuk hati, limpa, dan usus. Nyeri perut yang parah adalah gejala yang paling umum, diikuti oleh rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh penumpukan cairan (ascites).

Meskipun prognosis untuk mesothelioma peritoneal kurang baik, tetapi beberapa tahun terakhir harapan kesembuhan sedikit meningkat. Sebagian besar karena perawatan baru seperti kemoterapi intraperitoneal hipertermis (HIPEC), walaupun hasilnya bervariasi dari pasien ke pasien lainnya.

  • Pericardial Mesothelioma (Jantung)

Mesothelioma perikardial, yang berasal dari lapisan rongga jantung (perikardium) jarang terjadi. Terhitung kurang dari 1% dari semua kasus mesothelioma. Ketika kanker langka ini berkembang, jantung tidak dapat bekerja dengan baik sehingga fungsinya dalam mengirim oksigen ke seluruh tubuh berkurang dan menyebabkan berbagai masalah perfusi lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Gejala paling umum mesothelioma perikardial menyerupai serangan jantung, termasuk nyeri di dada dan sesak napas. Dalam banyak kasus, mesothelioma perikardial tidak terdiagnosis sampai dilakukan autopsi.

  • Testiscular Mesothelioma

Mesothelioma testis adalah bentuk penyakit kanker yang sangat langka, kurang dari 100 kasus telah didiagnosis di seluruh dunia. Mesothelioma jenis ini menyerang lapisan pelindung testis. Karena ada begitu sedikit insiden dari jenis mesothelioma ini, hanya sedikit yang mengerti tentang perkembangannya, dan belum ada pengobatan standar yang tersedia.

Mengenai Mesothelioma

Penyebab Mesothelioma

Menurut beberapa penelitian, penyebab utama mesothelioma adalah paparan asbestos. Tetapi selain paparan dari asbestos, kebiasaan merokok dilaporkan juga memiliki kaitan dengan terjadinya mesothelioma. Penderita mesothelioma biasanya dialami oleh mereka yang pernah bekerja dengan atau terpapar asbes.

Walaupun kebiasaan merokok tidak memiliki hubungan kausal langsung dengan mesothelioma, tetapi merokok adalah salah satu faktor signifikan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit mesothelioma. Faktor sekunder lain yang bisa menjadi penyebab mesothelioma, antara lain paparan radiasi, zeolit, virus simian 40 (SV40), dan erionit.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang efektif terhadap gejala dan kondisi mesothelioma, di mana kondisi ini juga memiliki prognosis yang sangat buruk karena gejala mesothelioma mungkin baru muncul dalam waktu yang cukup lama, sekitar 20-50 tahun. 

Baca juga: Selain Mesothelioma, Merokok Juga Memungkinkan Terkena Kanker Paru Paru

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Gejala Mesothelioma

Gejala mesothelioma yang sering timbul, antara lain:

  • Batuk dan rasa nyeri
  • Demam keringat terutama pada malam hari
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan
  • Adanya pembengkakan pada ujung jari
  • Sakit dada
  • Adanya benjolan pada permukaan bawah dada
  • Nyeri bagian perut
  • Diare
  • Konstipasi
  • Benjolan di area perut

Pencegahan Mesothelioma

Karena mesothelioma memiliki harapan sembuh yang kurang baik, maka para ahli lebih memikirkan bagaimana cara mesothelioma dapat dideteksi sejak dini, karena penanganan mesothelioma pada tahap awal lebih baik dibandingkan dengan tahap lanjutan.

Dalam kebanyakan kasus, spesialis kanker akan mendiagnosis mesothelioma dengan pengujian pertama untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyebabkan gejala. Dokter akan bertanya tentang riwayat apakah Anda memiliki riwayat penyakit terdahulu seperti hipertensi, TBC atau penyakit lainnya.

Diagnosis Mesothelioma

Selain itu, dokter juga akan mencari tahu riwayat paparan asbestos yang pernah dirasakan. Dari hal tersebut, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes, seperti:

  • Pemindaian pencitraan (CT scan, rontgen, MRI)
  • Tes darah
  • PET - untuk mendapatkan gambaran detail dari jaringan yang dicurigai terdapat sel kanker

Jika tes awal ini menunjukkan potensi untuk mesothelioma, biopsi akan dilakukan. Prosedur biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tubuh secara langsung. Biopsi adalah satu-satunya tes yang dapat secara positif mengonfirmasi diagnosis mesothelioma.

Pengobatan Mesothelioma

Setelah seorang telah didiagnosis oleh dokter mengalami mesothelioma, maka langkah selanjutnya adalah mendiskusikan pilihan pengobatan mesothelioma dan mengembangkan rencana perawatan yang tepat. Penelitian ilmiah terbaru telah menghasilkan terobosan signifikan berkaitan dengan prosedur pengobatan untuk pasien mesothelioma demi mendukung peningkatan kualitas hidup.

Penderita mesothelioma yang baru didiagnosis mungkin menjalani beberapa pilihan pengobatan konvensional melalui operasi, radiasi, dan kemoterapi. Baru-baru ini, obat kemoterapi termasuk Alimta dan Cisplatin telah menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan pada beberapa pasien mesothelioma.

Tindakan pembedahan akan dilakukan apabila mesothelioma masih berada pada stadium awal. Beberapa pilihan tindakan yang sering direkomendasikan adalah:

  • Pengangkatan sel kanker dari tubuh penderita
  • Penyedotan akibat penumpukan cairan di area dada yang dapat mengganggu pernapasan
  • Pengangkatan jaringan di sekitar rongga perut, tulang rusuk, atau paru yang terkena sel kanker
  • Pengangkatan bagian organ paru yang terkena dan jaringan di sekitarnya

Tingkat kesembuhan penderita mesothelioma akan bergantung pada stadium penyakit, tipe sel, dan lokasi terjadinya. Faktor lain seperti kondisi kesehatan secara keseluruhan dan faktor usia juga memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan hidup pasien.

Baca juga: Cara Alami Membersihkan Paru-Paru dari Debu dan Polusi Udara


31 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app