Manfaat Tomat untuk Perawatan Kulit

Dipublish tanggal: Nov 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Des 17, 2019 Waktu baca: 5 menit
Manfaat Tomat untuk Perawatan Kulit

Belakangan ini ada berbagai jenis bahan alami yang seringkali digunakan dalam perawatan kulit. Beberapa orang mengklaim bahwa tomat dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai masalah kulit. Tomat mengandung antioksidan dan vitamin C yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tomat juga mengandung kalium, magnesium, vitamin A, dan vitamin B yang tentunya bermanfaat untuk kesehatan.

Tak hanya itu, tomat juga mengandung beta karoten, seperti lutein, zeaxanthin, dan lycopene yang dapat menjaga kulit dari kerusakan sekaligus melawan radikal bebas dalam tubuh, serta menjaga kelembaban kulit terutama bagi orang yang sering berada di ruangan berAC. Bahkan, kandungan lycopene juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang serta mencegah osteoporosis atau tulang keropos akibat stres oksidatif.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Potensi Manfaat Tomat pada Kulit

Beberapa orang mengklaim bahwa tomat dapat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, seperti warna kulit tidak merata atau tanda-tanda penuaan. Berikut ini adalah beberapa potensi manfaat tomat yang bisa diaplikasikan ke kulit Anda, antara lain: 

Membantu melindungi kulit dari risiko kanker

Paparan sinar matahari merupakan salah satu penyebab kanker kulit. Selain menggunakan tabir surya (sunscreen) untuk menghalau sinar UV yang berasal dari matahari, Anda dapat mengonsumsi tomat untuk mengurangi risiko kanker kulit. Tomat mengandung lycopene, yaitu senyawa karotenoid yang memberikan warna merah pada tomat. Menurut para peneliti, lycopene juga memiliki efek antikanker yang kuat. 

Mengurangi resiko terbakar sinar matahari

Tomat bukan pengganti tabir surya (sunscreen), tetapi senyawa lycopene dalam tomat mungkin memiliki efek perlindungan terhadap sinar matahari yang memancarkan sinar UV. Penggunaan jus tomat dapat digunakan dengan menempelkan pada area kulit yang terbakar dan bilas setelah 30 menit. Hal ini dapat mengurangi bekas luka bakar dan membantu menghilangkan kulit belang.

Sebuah studi pada tahun 2006 menemukan bahwa setelah 10-12 minggu mengonsumsi kandungan lycopene atau produk tomat, orang-orang menunjukkan penurunan sensitivitas terhadap radiasi UV. Namun tidak diketahui secara pasti apakah Anda bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan cara mengoleskan tomat pada kulit dan tidak mengonsumsinya.

Baca juga: Cara Mengatasi Kulit Terbakar Akibat Sinar Matahari

Dapat mempercepat penyembuhan luka

Menurut Database Nutrisi Sumber Daya Pertanian Departemen Pertanian AS, 1 gelas tomat mengandung sekitar 30 gram vitamin C. Vitamin C sendiri umumnya ditemukan dalam produk perawatan kulit karena dapat meningkatkan pertumbuhan jaringan ikat baru sehingga dapat membantu memperbaiki luka dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, tidak jelas juga apakah mengoleskan jus tomat ke kulit Anda juga dapat memberi manfaat yang sama. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah mengoleskan jus tomat juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Dapat meredakan peradangan kulit

Beberapa senyawa dalam tomat memiliki efek antiinflamasi, termasuk vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, beta karoten, dan lycopene dapat membantu mengurangi jerawat pada wajah. Ketika diaplikasikan pada kulit, senyawa-senyawa tersebut dapat membantu meringankan rasa sakit akibat iritasi kulit atau terbakar sinar matahari.

Gunakan tomat yang telah dicuci dan diiris terlebih dahulu, lalu tempelkan pada wajah dan lakukan gerakan memutar selama 10 menit agar kandungan tomat meresap pada kulit wajah. Setelahnya bilas dengan air dingin hingga bersih.

Dapat membantu mengangkat sel kulit mati

Beberapa orang mengklaim bahwa enzim dalam tomat dapat membantu mengangkat sel kulit mati. Anda bisa membuat scrub tomat dengan cara mencampurkan gula dan tomat tumbuk. Kemudian Anda dapat menggosokkan scrub secara lembut pada kulit tubuh, namun sebaiknya hindari penggunaan scrub ini pada wajah karena kristal gula yang dibeli di toko terlalu bergerigi dan kasar sehingga dapat menyebabkan cedera pada kulit wajah yang lebih tipis daripada kulit di bagian tubuh lainnya. 

Campuran scrub tersebut dipercaya dapat mengangkat dan menghilangkan sel kulit mati yang mungkin menempel pada lapisan kulit sehingga membantu membuat kulit tampak lebih sehat dan bercahaya.

Baca juga: Cara Melakukan Eksfoliasi yang Benar untuk Mengangkat Sel Kulit Mati

Memiliki sifat anti-penuaan

Vitamin B sangat penting untuk kesehatan kulit. Tomat juga memiliki berbagai kandungan vitamin B kompleks, seperti vitamin B1, B3, B5, B6, dan B9. Vitamin tersebut memiliki sifat anti-penuaan yang dapat membantu mengurangi bintik-bintik penuaan, garis-garis halus, dan kerutan pada wajah. Vitamin B juga berkontribusi pada perbaikan sel yang dapat mengurangi hiperpigmentasi dan kerusakan akibat sinar matahari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Anda bisa mendapatkan manfaat ini dari tomat dengan cara mengonsumsinya, karena belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mengoleskan tomat ke kulit memiliki manfaat yang sama dengan mengonsumsi tomat. 

Dapat membantu mencegah kerusakan sel

Radikal bebas dapat merusak sel-sel di kulit sehingga dapat meningkatkan resiko keriput, garis-garis halus pada wajah, dan tanda-tanda penuaan lainnya. Tomat mengandung antioksidan, seperti lycopene dan vitamin C sehingga dengan mengonsumsi tomat dapat menjadi sumber antioksidan bagi tubuh Anda yang dapat membantu menangkal radikal bebas.

Selain itu, mengoleskan jus campuran tomat dan mentimun juga dapat membantu mengatasi kulit berminyak pada wajah. Karena kandungan zat alami pada tomat dapat mengurangi kadar minyak berlebih ditambah mentimun yang memiliki sifat menenangkan kulit.

Melembabkan kulit

Kulit kering yang tidak diobati dapat menyebabkan gatal, pecah-pecah, dan mengelupas. Beberapa orang mengklaim bahwa menggunakan jus tomat dapat berfungsi untuk melembabkan kulit kering karena tomat adalah sumber kalium yang sangat baik. Menurut sumber penelitian, penurunan kadar kalium dapat menyebabkan kulit kering pada orang dengan dermatitis atopik, yaitu sejenis eksim. Namun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa jus tomat dapat digunakan secara topikal untuk memberikan manfaat yang sama dengan pelembab tradisional.

Untuk membantu melembapkan kulit, gunakan tomat sebagai masker wajah dengan campuran minyak zaitun. Caranya dengan mengoleskan adonan masker pada wajah yang bersih dan diamkan selama 15-20 menit, setelahnya bilas dengan air hangat dan keringkan sampai bersih.

Baca juga: Tips Memilih Sabun untuk Kulit Sensitif

Efek Samping Penggunaan Tomat pada Kulit

Meski tomat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol, tetapi tomat secara alami bersifat asam. Jika Anda sensitif terhadap rasa asam meskipun rasa asamnya alami atau jika Anda alergi terhadap tomat, mengoleskan buah atau jus ke kulit Anda dapat menyebabkan reaksi seperti ruam, gatal, kemerahan, dan iritasi lainnya.

Sebaiknya sebelum menggunakan tomat atau jus tomat pada seluruh kulit, Anda bisa mengujinya terlebih dahulu dengan cara mengoleskan jus tomat dalam jumlah sedikit ke kulit dan mengamati apakah muncul suatu reaksi pada tubuh Anda. Jika kulit Anda tidak dapat mentolerir sifat asam dari tomat, maka Anda bisa mengonsumsi tomat atau jus tomat sebagai gantinya. Justru mengonsumsi tomat atau jus tomat lebih bermanfaat untuk kulit daripada mengaplikasikannya langsung ke kulit yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

22 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yang M, et al. (2014). A randomized, double-blind, placebo-controlled study of a novel pantothenic acid-based dietary supplement in subjects with mild to moderate facial acne. DOI: (https://dx.doi.org/10.1007%2Fs13555-014-0052-3)
U.S. Department of Agriculture. (n.d.). USDA food composition databases. (https://ndb.nal.usda.gov/ndb/search/list)
Sugawara T, et al. (2012). Decreased lactate and potassium levels in natural moisturizing factor from the stratum corneum of mild atopic dermatitis patients are involved with the reduced hydration state. DOI: (https://www.jdsjournal.com/article/S0923-1811(12)00062-X/abstract)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app