ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

7 Manfaat Ketumbar Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Dipublish tanggal: Jul 1, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
7 Manfaat Ketumbar Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Ketumbar dikenal dengan nama Coriander sativum. Hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan, tapi yang paling banyak digunakan adalah daun dan bijinya.
  • Biji, ekstrak, maupun minyak ketumbar diketahui dapat membantu menurunkan gula darah. Namun, hindari konsumsi bersamaan dengan obat anti diabetes agar gula darah tidak langsung nge-drop.
  • Ketumbar mengandung 3 jenis antioksidan sekaligus, yaitu terpinen, quercetin, dan tokoferol, yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Manfaat ketumbar juga dapat membantu membilas kelebihan garam dan air dalam tubuh, sehingga tekanan darah jadi lebih stabil.
  • Bantu dongkrak sistem imun tubuh dengan minum vitamin & suplemen terbaik di HDmall agar tubuh tetap fit dan setiap hari.

Siapa yang tidak kenal dengan ketumbar. Ya, rempah yang satu ini sering kali digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan khas Indonesia, baik daun maupun bijinya. Selain sebagai bumbu penyedap, ternyata belum banyak yang tahu bahwa ada banyak manfaat ketumbar untuk kesehatan, lho!

Apa itu ketumbar?

Dalam istilah latin, ketumbar dikenal dengan nama Coriander sativum. Rempah ini berasal dari famili Apiaceae yang masih satu kelompok dengan wortel, seledri, dan parsley.

Hampir seluruh bagian tanaman ketumbar bisa dimanfaatkan. Namun, yang paling banyak digunakan untuk memasak adalah daun dan bijinya.

Jika Anda penasaran dengan rasa biji ketumbar, tampaknya mirip seperti merica yakni kombinasi pahit sedikit pedas dan baunya lebih khas. Biasanya, biji ketumbar digunakan untuk meracik bumbu ayam bakar, ayam goreng, hingga bumbu sate.

Sedangkan daun ketumbar, atau biasa disebut cilantro, memiliki bentuk yang mirip dengan daun seledri dan peterseli. Hanya saja, bentuk daun ketumbar cenderung lebih bulat dan warna hijaunya lebih terang. Ukurannya pun lebih kecil daripada daun seledri dan peterseli.

Menariknya, rasa daun ketumbar sangat unik sehingga cukup sulit digambarkan. Beberapa orang mengatakan mirip seperti citrus, tapi ada juga yang menganggapnya seperti rasa sabun. Namun jangan salah, daun ketumbar sangat cocok disantap sebagai penyedap makanan berkuah seperti tomyam atau kari.

Dalam pengobatan tradisional, manfaat ketumbar digunakan untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan pencernaan (gastrointestinal). Ada juga yang menggunakannya sebagai antibiotik alami, obat untuk penyakit pernapasan, obat pereda nyeri, hingga membantu meningkatkan nafsu makan.

Manfaat ketumbar untuk kesehatan

Belum banyak orang yang tahu bahwa selain menambah rasa sedap di makanan, ketumbar juga menyimpan segudang khasiat bagi tubuh. Berikut manfaat ketumbar untuk kesehatan, antara lain:

1. Membantu menurunkan gula darah

Ketumbar bisa dikatakan sebagai 'sahabat' bagi para diabetesi atau orang-orang yang memiliki diabetes. Pasalnya, baik biji, ekstrak, maupun minyak ketumbar diketahui dapat membantu menurunkan gula darah.

Hal ini telah dibuktikan melalui studi pada tikus dengan obesitas dan gula darah tinggi. Setelah diberikan ekstrak biji ketumbar dosis tunggal, kadar gula darah pada hewan percobaan berhasil turun sebesar 4 mmol/liter dalam 6 jam. Efeknya bahkan disebut-sebut mirip seperti obat gula darah glibenclamide. 

Baca Selengkapnya: Glibenclamide: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Di Indonesia sendiri, manfaat ketumbar ini diperoleh dengan minum air rebusan ketumbar secara rutin. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati jika sedang mengonsumsi obat anti diabetes.

Sebaiknya hindari konsumsi obat dengan ramuan ketumbar secara bersamaan karena bisa membuat gula darah Anda menurun drastis. Lebih baik lagi, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum Anda mencoba menggunakan ketumbar untuk gula darah.

Ingat, air rebusan ketumbar hanya sebagai pendukung dan tidak bisa menggantikan obat-obatan medis dari dokter.

2. Menjaga kesehatan pencernaan

Perut sering terasa kembung dan tidak nyaman? Cobalah atasi dengan konsumsi ketumbar. Rempah khas Indonesia ini dikenal mampu mengatasi rasa tidak nyaman di perut akibat kembung, terutama pada orang-orang yang mengalami sindrom iritasi usus (IBS).

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Digestive Diseases and Sciences tahun 2006, orang yang mengalami nyeri dan perut kembung melaporkan penurunan gejala setelah minum 30 tetes obat herbal mengandung ketumbar sebanyak 3 kali sehari.

3. Meningkatkan sistem imun tubuh

Rempah yang memberikan rasa lezat pada ayam bakar ini diam-diam mengandung banyak antioksidan, terdiri dari terpinen, quercetin, dan tokoferol. Ketiga antioksidan tersebut berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga tubuh lebih kuat melawan inflamasi atau peradangan.

Berdasarkan penelitian pada hewan, kandungan antioksidan pada ketumbar memiliki sifat antikanker, penguat imun, hingga efek neuroprotektif. Didukung pula oleh suatu studi tabung yang menemukan bahwa ekstrak biji ketumbar mampu memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker pada paru-paru, prostat, payudara, hingga usus besar.

4. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat ketumbar juga bisa dirasakan oleh jantung Anda, lho! Melansir dari Healthline. ekstrak ketumbar bertindak sebagai diuretik yang dapat membantu membilas kelebihan garam dan air dari dalam tubuh. Akibatnya, aliran darah jadi lebih lancar dan tekanan darah pun lebih stabil.

Di sisi lain, kandungan dalam ketumbar juga dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Seperti yang diketahui, kolesterol tinggi dan hipertensi merupakan faktor risiko penyakit jantung. Jika tekanan darah dan kadar kolesterol dapat dikendalikan, maka risiko Anda terkena penyakit jantung pun akan menurun.

5. Melawan infeksi

Ketumbar mengandung senyawa antimikroba yang mampu melawan infeksi tertentu dan penyakit bawaan makanan (foodborne disease). Manfaat ketumbar yang satu ini dipengaruhi oleh dodecenal, senyawa yang dapat melawan bakteri Salmonella.

Penggunaan biji ketumbar untuk masakan juga diyakini mampu melawan bakteri pemicu infeksi saluran kemih (ISK). Begitu juga dengan olahan minyaknya.

6. Melindungi kulit

Tak hanya untuk tubuh bagian dalam, manfaat ketumbar ternyata juga bisa dirasakan untuk bagian terluar tubuh, yakni kulit. Rempah berbentuk butiran-butiran kecil ini berkhasiat untuk mengatasi ruam ringan, contohnya dermatitis.

Lagi-lagi, berkat kandungan antioksidannya, ekstrak ketumbar ditemukan dapat membantu mencegah kerusakan sel pada kulit akibat paparan radiasi sinar UV-B. Selain itu, beberapa orang menggunakan jus daun ketumbar untuk mengatasi jerawat, pigmentasi, hingga kulit kering atau berminyak.

Baca Juga: Obat Ruam Kulit Alami yang Mudah Dibuat di Rumah

7. Melindungi kesehatan otak

Sejumlah penyakit otak seperti Parkinson, Alzheimer, dan multiple sclerosis berhubungan dengan peradangan. Kabar baiknya, ketumbar memiliki sifat anti-inflamasi yang mampu melindungi tubuh Anda dari gangguan tersebut.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ekstrak ketumbar nampaknya mampu melindungi tikus percobaan dari kerusakan sel saraf setelah diberikan obat kejang. Selain itu, manfaat ketumbar juga diketahui dapat membantu mengatasi kecemasan, bahkan efeknya hampir sama seperti Diazepam.

Namun, perlu diingat bahwa temuan ini masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan manfaat ketumbar untuk kesehatan otak.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Digestive Diseases and Sciences. The Efficacy of an Herbal Medicine, Carmint, on the Relief of Abdominal Pain and Bloating in Patients with Irritable Bowel Syndrome: A Pilot Study. (ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/?term=coriander%2C+Digestive+Diseases+and+Sciences). 26 Juli 2006.
Medical News Today. Why is cilantro (coriander) good for you? (https://www.medicalnewstoday.com/articles/277627#benefits). 15 November 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app