27 Makanan Penambah Darah yang Baik untuk Ibu Hamil

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
27 Makanan Penambah Darah yang Baik untuk Ibu Hamil

Ibu hamil memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia atau rendahnya kadar hemoglobin (Hb), karena itu makanan penambah darah mungkin diperlukan oleh ibu hamil.

Kali ini kita akan membicarakan sumber makanan penambah darah untuk ibu hamil yang bisa meningkatkan kadar Hb sehingga dapat mencegah ibu hamil mengalami anemia (kadar Hb dibawah normal).

Anda mungkin sudah mengetahui banyak jenis makanan penambah darah, namun untuk ibu hamil jenisnya akan lebih terbatas. Makanan ibu hamil akan cukup berbeda karena beberapa pantangan yang yang baiknya dipatuhi.

Pada masa kehamilan, dalam tubuh seorang ibu akan terjadivpembentukan sel-sel darah merah baru untuk janin. Anemia pada ibu hamil dapat terjadi ketika tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup untuk pembentukan sel darah merah, sehingga tubuh ibu akan mengalah guna mencukupi kebutuhan sang janin.

Zat gizi yang penting dalam proses pembentukan sel darah merah diantaranya adalah zat besi dan asam folat. Maka tak heran, penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan adalah defisiensi zat besi (- 85% kasus) dan asam folat.

Sampai sini kita sudah tahu bahwa makanan penambah darah untuk ibu hamil adalah jenis makanan yang kaya akan zat besi dan asam folat. Namun harus yang aman bagi ibu hamil. Apa sajakah makanan yang dimaksud?

Makanan penambah darah untuk ibu hamil

Makanan Kaya Zat Besi

Ibu hamil harus menerapkan diet seimbang yang mengandung makanan tinggi zat besi karena dibutuhkan dalam produksi sel darah merah.

Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi sebanyak 30 miligram (mg) zat besi per hari. Makanlah setidaknya tiga porsi makanan kaya zat besi setiap hari. Sumber zat besi terbaik termasuk produk biji-bijian yang diperkaya; daging tanpa lemak, unggas, dan ikan; dan sayuran berdaun hijau.

Berikut ini contoh beberapa makanan kaya zat besi dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil:

  • Sayuran hijau (bayam, daun singkong, dan sebagainya)
  • Brokoli
  • Kol
  • Buah kering (aprikot, plum, kismis)
  • Kacang
  • Kuning Telur
  • Daging (daging merah, hati, dll).
  • Ayam
  • Kepiting
  • Ikan
  • Udang
  • Anggur
  • Jeruk
  • Plum
  • Semangka

Baca juga: Makanan Kaya Zat Besi

Selain dapat membantu menambah darah selama kehamilan, makanan-makanan diatas juga sangat berguna dalam memerangi anemia dan juga gejala yang ditimbulkannya.

Perlukah suplemen zat besi?

Konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin mengosumsi suplemen tambahan. Walaupun biasa dokter menganjurkan ibu hamil mengonsumsi zat besi sebanyak 30 mg per hari, yakni selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Dokter juga mungkin meningkatkan dosis tersebut ketika Anda memiliki anemia defisiensi besi.

Perhatian

  • Vitamin C membantu penyerapan zat besi sehingga ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin C, seperti jus jeruk, paprika hijau, brokoli, melon, stroberi, dan kubis.
  • Kafein dapat menghambat penyerapan zat besi. Baiknya mengonsumsi suplemen atau makanan tinggi zat besi setidaknya 1-3 jam sebelum atau setelah asupan kafein. Kafein dapat ditemukan dalam produk kopi, teh, minuman berenergi dan coklat.
  • Zat besi bisa hilang dalam proses pemasakan. Usahakan memasak makanan dalam jumlah air yang sedikit dan dalam waktu sesingkat mungkin.
  • Sembelit adalah efek samping yang umum terjadi ketika Anda mengonsumsi suplemen zat besi. Untuk membantu meringankan sembelit, maka konsumsilah buahan dan sayuran. Minum setidaknya delapan gelas cairan setiap hari dan lakukan olahraga ringan (seperti yang direkomendasikan oleh dokter).

Makanan Kaya Asam Folat

Asam folat juga penting untuk ibu hamil, selain untuk mencegah anemia, asam folat juga mempunyai manfaat dalam mencegah kecacatan bayi saat lahir, sehingga harus dikonsumsi dengan jumlah yang cukup setiap harinya oleh ibu hamil.

Jumlah asam folat yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah 400 mikrogram per hari. Biasanya selaian didapat dari makanan, ibu hamil juga diwajibkan untuk mengonsumsi suplemen asam folat setiap hari. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengenai hal ini.

Adapun makanan penambah darah yang kaya asam folat bagi ibu hamil antara lain sebagai berikut:

  • Daging
  • Hati
  • Jeroan ayam
  • Kuning telur
  • Kacang-kacangan
  • Kacang polong
  • Kembang kol
  • Pisang
  • Melon
  • Pepaya
  • Jeruk
  • Jambu biji

Lebih lanjut: Makanan yang mengandung asam folat

Semua jenis makanan untuk ibu hamil yang tersebut diatas harus dikonsumsi dalam keadaaan bersih bebas kuman:

  • Daging dan produk hewani harus dimasak hingga matang
  • Sayuran jangan dimakan mentah, masaklah dengan cara dikukus atau jika tidak memungkinkan rebus dengan sedikit air dan masak dalam waktu singkat.
  • Buah-buahan harus dicuci terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, cucilah buah berkulit dengan sabun khusus dan air mengalir sebelum mengupas dan mengonsumsinya.

Ibu hamil perlu memberikan perhatian khusus dalam memproses makanannya, makanan harus dipastikan bersih dari kuman dan mikroorganisme lain yang mungkin membahayakan janin.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Plećas, Draga & Plešinac, Snezana & Vucinić, Olivera. (2014). Nutrition in Pregnancy: Basic Principles and Recommendations. Srpski arhiv za celokupno lekarstvo. 142. 125-30. 10.2298/SARH1402125P.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/261253490_Nutrition_in_Pregnancy_Basic_Principles_and_Recommendations)
Tanha, Fateme & Mohseni, Mona & Ghajarzadeh, Mahsa & MPH, Mamak. (2013). The Effects of Healthy Diet in Pregnancy. Journal of family & reproductive health. 7.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/256544956_The_Effects_of_Healthy_Diet_in_Pregnancy)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app