Lebih Aman Menggunakan Shisha atau Rokok Elektrik?

Dipublish tanggal: Jun 16, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Lebih Aman Menggunakan Shisha atau Rokok Elektrik?

Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk berhenti merokok, salah satunya adalah mengganti rokok dengan shisha atau rokok elektrik. Banyak yang menganggap, shisha ataupun rokok elektrik lebih aman jika dibandingkan rokok biasa. 

Apakah pendapat tersebut benar? Mana yang lebih aman shisha atau rokok elektrik?

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Shisha

Shisha merupakan cara merokok yang biasa digunakan oleh orang-orang timur tengah. Shisha digunakan dengan cara menghisap asap yang dihasilkan oleh tembakau. Untuk menggunakan shisha Anda perlu memanaskan tembakau di dalam tabung yang berisi air dengan arang. 

Anda bisa menambahkan berbagai varian rasa pada tembakau. Asap yang dihasilkan inilah yang akan Anda hisap. Anda akan menggunakan selang yang dihubungkan dengan tabung shisha untuk menghisap asap.

Tembakau yang digunakan pada shisha sebenarnya juga mengandung nikotin. Asap yang dihasilkan shisha bahkan lebih banyak dibandingkan dengan rokok biasa. Hal ini berarti kemungkinan Anda menghirup asap nikotin yang dihasilkan shisha juga lebih banyak. 

Jika dibandingkan dengan rokok biasa, dalam 1 jam menghirup shisha, Anda sama saja menghirup asap 200 batang rokok biasa. Shisha biasanya juga digunakan bersama teman-teman dalam satu ruangan, sehingga asap yang dihasilkan juga semakin banyak begitu pula dengan asap yang akan Anda hirup juga semakin banyak. 

Jadi bisa dikatakan menghirup shisha tidak lebih baik dari rokok biasa.

Terdapat beberapa dampak yang akan terjadi saat Anda terbiasa menggunakan shisha, seperti berisiko terkena kanker, terkena masalah pada hati, rentan terhadap infeksi, penyakit pada jaringan gusi, kecanduan nikotin, bayi yang dilahirkan memiliki berat yang rendah, serta bahaya lain seperti impoten dan kulit keriput.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Rokok elektrik (vape)

Rokok elektrik atau vape merupakan alat pengganti rokok yang sedang diminati anak muda saat ini, karena ada banyak varian rasa yang bisa dicoba. Rokok elektrik tidak menggunakan tembakau, sehingga dianggap lebih aman digunakan. 

Rokok elektrik juga dipercaya tidak menghasilkan nikotin yang membahayakan tubuh. Apakah itu benar?

Berbeda dengan rokok biasa dan shisha, rokok elektrik tidak menghasilkan asap, tetapi menghasilkan uap air. Selain itu, rokok elektrik juga tidak menggunakan tembakau. Hal inilah yang membuat orang-orang yakin menggunakan rokok elektrik lebih aman. 

Namun, perlu Anda ketahui bahwa cairan yang digunakan pada rokok elektrik sebenarnya merupakan ekstrak dari tembakau. Uap air yang dihasilkan rokok elektrik juga terbukti mengandung nikotin. 

Kadar nikotin pada setiap rokok elektrik berbeda-beda, biasanya sekitar 0-100mg/ml bahkan ada yang lebih besar. Jadi dapat disimpulkan bahwa menggunakan rokok elektrik juga berisiko untuk terkena kanker paru-paru.

Penggunaan rokok elektrik justru memungkinkan nikotin masuk ke tubuh Anda dalam jumlah yang banyak. Hal ini akan membuat Anda kecanduan nikotin. Jika Anda sudah kecanduan nikotin, maka akan sulit untuk berhenti merokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Lebih baik shisha atau rokok elektrik

Seperti yang sudah dijelaskan, menggunakan shisha sebenarnya lebih berbahaya jika dibandingkan dengan rokok elektrik ataupun rokok biasa. Shisha justru menghasilkan asap yang mengandung nikotin dengan jumlah yang banyak dibandingkan dengan rokok biasa. 

Hal ini mengakibatkan Anda akan terkena nikotin lebih banyak, sehingga risiko terkena penyakit yang berbahaya juga semakin meningkat.

Rokok elektrik mungkin dianggap lebih baik jika dibandingkan dengan rokok biasa dan vape. Namun, uap yang dihasilkan rokok elektrik juga mengandung nikotin, sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Baik menggunakan rokok biasa, shisha, atau rokok elektrik tetap berbahaya bagi tubuh, karena sama-sama mengandung nikotin. Ada baiknya Anda memulai hidup sehat dan mulai menghilangkan kebiasaan merokok.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
E-cigarettes and E-hookahs. MedlinePlus. (https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000761.htm)
Are electronic cigarettes safe?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/296572)
Hookahs vs. Cigarettes: Which One Is Safer and Less Addictive?. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/hookahs_vs_cigarettes_addiction_and_health_dangers/article.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app