ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

L-Cysteine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Des 10, 2020 Update terakhir: Des 10, 2020 Waktu baca: 2 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • L-cysteine adalah asam amino semi-esensial yang dapat digunakan untuk mengatasi angina, penyakit kardiovaskular, flu, hingga diabetes;
  • Manfaat L-cysteine juga apat membantu meningkatkan kesehatan paru-paru pada penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK);
  • Dosis L-sistein adalah tidak lebih dari 7 gram per hari. Ikuti dosis dan aturan minum obat dari dokter atau yang tertera pada kemasan;
  • Efek samping L-cysteine adalah mulut kering, sakit kepala, pusing, mual, dan muntah. Periksakan diri ke dokter jika efek samping berlanjut;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan L-cysteine saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui.
  • Klik untuk mendapatkan L-Cysteine dan asupan gizi dan nutrisi lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

L-cysteine adalah asam amino semi-esensial yang secara alami ada dalam tubuh manusia, salah satunya di rambut. Jenis asam amino ini juga tersedia dalam beberapa jenis makanan seperti daging, produk susu, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Di dalam kemasan suplemen, L-cysteine dikenal dengan sebutan sistein. Biasanya tersedia dalam bentuk bubuk protein, termasuk protein whey dan nabati, yang digunakan untuk program penurunan berat badan. Bersamaan dengan asam amino glutamin dan glisin, sistein berperan penting sebagai bahan penyusun glutathione yang sifat antioksidannya mampu menjaga sistem kekebalan tubuh. 

Mengenai L-Cysteine

Golongan

Tanpa resep dokter

Kemasan

  • Tablet
  • Kapsul
  • Serbuk

Kandungan

L-Cysteine

Manfaat L-Cysteine

Tubuh dapat memproduksi sistein secara alami dari asam amino metionin dan serin. Akan tetapi, Anda membutuhkan cukup folat, vitamin B6, dan vitamin B12 agar proses ini bisa terjadi. Jika tubuh kekurangan sistein, maka bentuk L-sistein dapat membantu memenuhi kebutuhannya dalam tubuh.

Dalam dunia medis, L-sistein digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi kondisi-kondisi berikut:

  • Angina
  • Penyakit kardiovaskular
  • Bronkitis kronis
  • Diabetes
  • Flu
  • Peradangan (inflamasi)
  • Penyakit radang usus (IBD)
  • Osteoarthritis

Selain itu, manfaat L-cysteine diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan paru-paru pada penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Jenis asam amino semi-esensial ini juga dilaporkan bisa membantu mencegah kanker usus besar, meningkatkan performa olahraga, dan meningkatkan detoksifikasi.

Efek samping L-Cysteine

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan L-cysteine dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Sejumlah efek samping L-sistein yang dapat terjadi antara lain:

  • Mulut kering;
  • Sakit kepala atau pusing;
  • Mual;
  • Muntah.

Keamanan L-cysteine dalam jangka panjang belum diketahui. Namun, ada kekhawatiran bahwa konsumsi L-sistein dengan obat-obatan tertentu, seperti prednison dan obat penekan sistem kekebalan lainnya, dapat meningkatkan reaksi efek samping obat tersebut.

Dosis L-Cysteine

Dosis L-cysteine bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Dosis L-sistein yang disarankan adalah tidak lebih dari 7 gram per hari. Pastikan untuk selalu mengikuti dosis dan aturan penggunaan obat jenis apa pun dari dokter, maupun yang tertera pada kemasan. 

Hindari menambahkan atau mengurangi dosis obat maupun menggunakan obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Alih-alih menyembuhkan, tindakan demikian justru dapat meningkatkan risiko efek samping yang merugikan tubuh.

Interaksi L-Cysteine

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. 

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan L-sistein adalah sebagai berikut:

  • Obat antijamur, seperti oxiconazole;
  • Obat antihipertensi, seperti nitrogliserin dan isosorbide;
  • Prednisone;
  • Arang aktif (activated charcoal).

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan L-cysteine adalah sebagai berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu;
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan L-cysteine saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui.

Artikel terkait:


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Molecules. Effects of the Usage of L-Cysteine (L-Cys) on Human Health. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6017824/). 3 Maret 2018.
Very Well Health. The Health Benefits of L-Cysteine. (https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-l-cysteine-89468). 6 Desember 2020.
Dr. Axe. L-Cysteine: the Antiokxidant Amino Acid that Boosts Lung and Brain Function. (https://draxe.com/nutrition/l-cysteine/). 1 Maret 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app