Gejala Awal Stroke dan Cara Mencegah Serangan Stroke

Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Gejala Awal Stroke dan Cara Mencegah Serangan Stroke

Serangan stroke dapat muncul mendadak dan bisa menyerang siapa saja. Stroke dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau kurangnya oksigen dan nutrisi yang cukup pada otak. Hal ini tentunya mempengaruhi berbagai fungsi otak dalam mengendalikan organ tubuh.

Meskipun stroke dapat terjadi secara dadakan, tetapi Anda bisa mengetahui gejala awal stroke ringan dan mencegah serangan stroke. Semakin awal stroke dikenali dan diobati, maka semakin tinggi peluang untuk sembuh dan terhindar dari risiko kelumpuhan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala awal stroke walaupun gejala yang dialami mungkin berbeda pada setiap orang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Gejala awal stroke yang perlu diwaspadai

Merasa bingung atau sulit berbicara

Gejala awal stroke biasanya dikenali ketika adanya masalah saat sedang berbicara. Penderita stroke akan merasa kesulitan saat akan atau sedang berbicara. Selain itu, merkea juga akan mengalami kebingungan atau merasakan gangguan saat memahami perkataan orang lain. Jika Anda mencurigai seseorang terkena stroke, mintalah orang tersebut mengulangi kembali sebuah kalimat sederhana kepada Anda, ketika orang tersebut mengalami kesulitan menyebutkannya, bisa jadi ia mengalami gejala awal stroke.

Mati rasa atau lemah pada bagian wajah, lengan, atau kaki

Stroke juga bisa ditandai dengan gejala awal berupa mati rasa yang biasanya muncul pada bagian tubuh seperti wajah, lengan, atau kaki. Selain mati rasa, orang yang mengalami stroke juga bisa merasa lemah pada bagian tubuh tertentu, termasuk ketika seseorang mengalami kesulitan dalam menggerakkan atau mengendalikan bagian tubuhnya. Gejala yang muncul juga bisa berupa bentuk mulut yang tidak rata atau mencong ke salah satu sisi atau arah tertentu.

Baca juga: Bahaya Stroke Akibat Pembuluh Darah Pecah

Penglihatan terganggu

Gejala stroke lain yang juga bisa dirasakan adalah gangguan pada indera penglihatan. Anda atau penderita stroke akan mengalami kesulitan melihat jelas hanya dengan satu mata. Gejala lainnya adalah ketika Anda mengalami kesulitan untuk melihat ke arah kiri atau kanan.

Sakit kepala tanpa tahu penyebabnya

Tidak semua sakit kepala merupakan gejala stroke. Jika Anda merasa sakit kepala secara tiba-tiba dan intens, ini patut Anda waspadai karena bisa saja menjadi gejala awal stroke. Gejala lainnya adalah terasa nyeri pada bagian wajah, leher terasa kaku, atau muntah yang disertai rasa sakit kepala.

Kehilangan keseimbangan atau sulit berjalan

Gejala stroke juga bisa dilihat ketika seseorang berdiri dan berjalan. Anda perlu mewaspadai ketika Anda atau seseorang menjadi mudah tersandung atau terjatuh saat berjalan. Gejala ini juga bisa dikenali ketika seseorang menulis, ketika terjadi kesulitan saat menulis, bisa jadi itu juga merupakan gejala awal stroke.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Baca selengkapnya: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan Stroke

Cara mengidentifikasi gejala stroke

Untuk mencegah serangan stroke, Anda harus mulai menerapkan pola hidup sehat dan memulai mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah. Selain itu, lakukan olahraga secara rutin, berhenti merokok, serta membatasi konsumsi alkohol dan asupan garam. Jangan lupa untuk mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah secara teratur.

Hampir sama seperti gejala di atas, Anda dapat mengidentifikasi atau mengenali gejala stroke awal dengan melakukan F.A.S.T kepada orang yang dirasa mengalami gejala stroke, yaitu:

  • Face (wajah), ajak orang tersebut tersenyum, apakah salah satu sisi wajah terlihat kaku (mulut miring sebelah)?
  • Arm (lengan), ajak orang tersebut mengangkat kedua tangan ke atas, apakah salah satu lengan sulit terangkat dan lemah jatuh ke bawah?
  • Speech (bicara), ajak orang tersebut berbicara dan mengulang kalimat sederhana, apakah ucapan mereka terdengar kurang jelas (pelo, cadel, suara parau)?
  • Time (waktu), jika salah satu hal di atas terjadi, Anda harus membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan sesegera mungkin (harus mendapat pengananan sebelum 3 jam sejak tanda atau gejala stroke muncul).

Selain identifikasi melalui F.A.S.T, jika Anda merasakan gejala stroke seperti sakit kepala hebat atau mati rasa, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter dan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti CT scan dan MRI untuk mendeteksi sedini mungkin gejala stroke dan menghindari kemungkinan stroke bertambah parah.

Cara mencegah serangan stroke

1. Mengonsumsi makanan yang sehat

Kurangi asupan makanan yang terlalu asin dan berlemak karena makanan asin dan berlemak dapat membuat kolesterol dalam tubuh Anda semakin meningkat dan menimbulkan tekanan darah tinggi yang memicu stroke. Sebaliknya, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang berserat tinggi dan rendah lemak.

2. Hentikan kebiasaan merokok

Kandungan nikotin dan beragam zat beracun yang terdapat pada rokok dapat membuat pembuluh darah Anda menjadi lebih sempit. Selain itu, rokok juga dapat membuat darah Anda menjadi lebih mudah menggumpal. Di samping itu, rokok juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada paru-paru dan jantung Anda.

Baca juga:Penyakit Paling Berbahaya Akibat Merokok

3. Kurangi minuman beralkohol

Tahukah Anda jika minuman beralkohol mengandung kalori yang tinggi? Mengonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan membuat detak jantung menjadi tidak teratur. Selain itu, Anda akan lebih rentan terkena hipertensi, diabetes, dan stroke.

4. Rajinlah Berolahraga

Dengan olahraga yang teratur, sistem peredaran darah Anda akan berjalan dengan lancar dan lebih optimal. Selain itu, olahraga juga dapat membuat kadar kolesterol dan tekanan darah Anda menurun sehingga membantu menghindari Anda dari risiko terkena stroke.

33 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Know before you go. American Heart Association. https://hospitalmaps.heart.org/AHAMAP/map/qimap.jsp.
Quality check. The Joint Commission. https://www.qualitycheck.org/search/?keyword=mayo%20clinic.
Riggin EA. Allscripts EPSi. Mayo Clinic. July 23, 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app