Kencing Nanah - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 147.219 orang

Mungkin saat ini sudah banyak masyarakat yang pernah mendengar penyakit Kencing Nanah atau lebih dikenal dengan istilah GO. Sedang GO sendiri sebenarnya singkatan dari Gonorrhea. Saat ini khususnya di Indonesia terjadinya penyakit infeksi menular seksual ini mulai mengalami peningkatan.

Hal ini dikarenakan meningkatnya perilaku seks yang menyimpang atau melalui hubungan seks yang tidak sehat, seperti seks oral atau anal, mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom.

Banyak yang beranggapan bahwa penyakit ini dapat menular melalui kontak dengan barang-barang yang dimilki oleh penderita Gonore. Akan tetapi perlu Anda ketahui bahwa bakteri Gonore ini tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama. 

Itu sebabnya Gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman, dan pelukan. Untuk itu artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai bahaya penyakit Gonore. Selamat membaca.  

Apa itu penyakit Kencing Nanah atau Gonore?

Penyakit Kencing Nanah atau Gonorea dalam arti luas mencakup semua penyakit yang disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae. Gonore adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae yang sering menyerang membran mukosa uretra pada pria dan endoservik pada wanita.

Penyakit ini umumnya sering ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi gonore di Indonesia menempati urutan yang tertinggi dari semua jenis penyakit menular seksual. Penderita penyakit ini paling banyak dijumpai pada remaja dan dewasa muda. Hal tersebut dapat dimungkinkan karena aktivitas seksual pada umur tersebut cukup tinggi  

Apa sih penyebab terjadinya penyakit Kencing Nanah atau Gonore?

Penyakit Gonore atau yang terkadang disebut dengan penyakit Kencing Nanah ini disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae. Bakteri penyebab Gonore ini dapat tumbuh dan berkembang biak dengan mudah di selaput lendir tubuh.

Bakteri penyebab Gonore dapat tumbuh di organ yang lembab dan hangat seperti saluran reproduksi, termasuk leher rahim, uterus (rahim), Tuba Falopi, dan di Uretra. Bahkan, bakteri penyebab terjadinya penyakit kencing nanah ini juga bisa tumbuh di mulut, tenggorokan, dan anus. Aktivitas seks bebas menjadikan penularan bakteri penyebab Gonore menjadi lebih mudah.  

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari penyakit gonore?

Tanda dan gejala-gejala pada penyakit Gonore ini sedikit berbeda antara laki-laki dan wanita. Pada umumnya 50 persen wanita yang terkena Gonore muncul tanpa ada gejala-gejala yang khas sehingga banyak penderita Gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari. Berikut beberapa gejala Gonore pada pria:

  • Rasa gatal dan panas pada ujung penis atau saat berkemih
  • Keluarnya cairan nanah yang kadang disertai darah pada penis
  • Nyeri pada waktu ereksi
  • Bengkak dan nyeri pada testis
  • Rasa terbakar pada tenggorokan yang biasanya disebabkan oleh oral seks

Sedangkan gejala Gonore pada wanita adalah sebagai berikut:

  • Gatal pada daerah vagina
  • Keputihan bewarna kuning kehijauan
  • Rasa nyeri dan terkbakar saat buang air kecil
  • Nyeri panggul atau perut bawah
  • Pembengkakan pada vulva
  • Rasa terbakar pada tenggorokan yang biasanya disebabkan oleh oral seks

Bayi juga bisa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit Gonore, dimana ada riwayat kontak bayi dengan secret atau cairan vagina ibu yang terinfeksi Gonore dan umumnya terjadi pada mata bayi, hingga berpotensi mengakibatkan kebutaan permanen pada bayi.  

Bagaimana cara mengobati penyakit Gonore?

Terdapat beberapa cara dalam pengobatan Gonore, baik pengobatan medis dan non medis. Berikut pemberian pengobatan non medis yang dapat dilakukan:

  • Periksa dan lakukan pengobatan pada pasangan
  • Memberitahu pasien untuk tidak melakukan kontak seksual hingga dinyatakan sembuh dan menjaga kebersihan genital
  • Lakukan konseling mengenai infeksi, komplikasi yang dapat terjadi, dan pentingnya keteraturan berobat

Sedangkan pengobatan secara medis, penderita Gonore dapat dibeikan pengobatan sebagai berikut:

  • Pemberian farmakologi dengan antibiotik: Tiamfenikol, 3,5 gr per oral dosis tunggal, atau Ofloksasin 400 mg per oral, dosis tunggal, atau Kanamisin 2 gram Intra Muskular, dosis tunggal, atau Spektinomisin 2 gram intra muscular dosis tunggal.
  • Catatan: Tiamfenikol, Ofloksasin dan Siprofloksasin merupakan kontraindikasi pada kehamilan dan tidak dianjurkan pada anak dan dewasa muda.  

Sepeti yang telah Anda ketahui, Gonore adalah penyakit yang menular karena hubungan seksual. Untuk mencegah penyakit Gonore, sangat penting untuk setia pada satu pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, terutama jika Anda tidak yakin apakah pasangan Anda benar-benar bersih atau tidak. Oleh karena itu, kedua belah pihak baik laki-laki maupun wanita harus memeriksakan diri apakah ada infeksi menular seksual. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit