Kesehatan Fisik

Kenali Penyebab Jerawat

Dipublish tanggal: Mar 11, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Mar 21, 2019 Waktu baca: 4 menit
Kenali Penyebab Jerawat

Jerawat memang menyebalkan. Jerawat harus diberi perlakuan khusus, yang tidak sembarang obat jerawat bisa diaplikasikan. 

Hal ini karena kulit wajah adalah kulit yang paling sensitive dari seluruh tubuh, dan apabila kita salah dalam memberikan perlakuan, maka salah–salah kulit wajah kita bisa rusak dan jerawat kita bertambah parah. 

Tapi apa sih yang menyebabkan wajah kita jerawatan? Berikut akan dibahas penyebab munculnya jerawat dan faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan jerawat tumbuh.

Penyumbatan Kelenjar

penyebab utama dari terjadinya jerawat adalah adanya penyumbatan folikel rambut yang kemudian disusul oleh penumpukan kotoran dan infeksi pada jaringan sekitar akibat sumbatan tersebut.

Mengapa penyumbatan folikel rambut dikatakan sebagai penyebab utama terjadinya jerawat? Sebenarnya yang membuat penyumbatan pada folikel menjadi masalah besar adalah karena adanya penyumbatan pada kelenjar pilosebaceous.

Kelenjar pilosebaceous adalah kelenjar kecil yang ditemukan pada permukaan kulit Anda. Kelenjar ini merupakan lubang kecil di kulit Anda yang mana merupakan tempat tumbuhnya rambut. 

Kelenjar sebasea berfungsi untuk melembabkan kulit Anda dengan cara melumasi rambut dan kulit. Kelenjar ini melembabkan kulit dengan memproduksi zat berminyak yang disebut sebum.

Mekanisme terjadinya penyumbatan kelenjar ini adalah, pada kondisi tertentu kelenjar sebaceous seseorang akan memproduksi sebum terlalu berlebih, sehingga akan terjadi penumpukan sebum pada kelenjar sebaceous. 

Sebum yang menumpuk tersebut akan bercampur dengan sel kulit mati sehingga membentuk sumbatan yang menghalangi sirkulasi sebum oleh kelenjar dan memicu munculnya jerawat.

Pada kulit terdapat bakteri yang umumnya tidak berbahaya pada kondisi normal, namun karena adanya proses peradangan pada penymbatan sebum bisa menyebabkan bakteri-bakteri tersebut menginfeksi kulit dan menyebabkan papula, pustula, nodule atau kista.

Pengaruh Hormon

tumbuhnya Jerawat pada remaja diperkirakan karena dipicu oleh peningkatan kadar hormon yang disebut dengan hormon androgen . Hormon androgen merupakan hormon yang meningkat pada remaja laki-laki dan perempuan selama pubertas dan memicu pengeluaran sebum (minyak) berlebihan. Perubahan hormonal yang berhubungan dengan kehamila dan kontrasepsi hormonal (pil kb dan suntik) dapat mempengaruhi produksi minyak di kulit. Jumlah sebum yang rendah juga dapat menimbulkan jerawat. Sehingga kadar hormon ini harus dipertahankan normal.

Genetik

Jerawat bisa terjadi secara turun temurun. Jika orang tua Anda memiliki jerawat, kemungkinan Anda juga akan mengalami hal yang sama. Satu penelitian mengungkapkan bahwa jika kedua orang tua Anda memiliki jerawat, Anda cenderung akan jerawatan yang lebih parah pada usia dini. 

Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa jika salah satu atau kedua orang tua Anda memiliki jerawat setelah melewati masa pubertas, Anda juga kemungkinan akan mengalami hal yang sama.

Jerawat pada wanita

Kebanyakan orang akan jerawatan pada saat masa-masa pubertas, namun beberapa orang cenderung mengalami jerawatan saat sudah beranjak dewasa. Lebih dari 80% kasus jerawatan saat sudah beranjak dewasa terjadi pada wanita. 

Diperkirakan banyak kasus jerawatan pada wanita disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi pada waktu-waktu tertentu. Contohnya :

Datang bulan 

Hal ini diketahui karena adanya peningkatan hormon esterogen dan hormon progesteron yang memicu pertumbuhan jerawat saat menjelang menstruasi.

Kehamilan 

banyak wanita memiliki gejala jerawat pada masa kehamilan. Khususnya tiga bulan pertama kehamilan mereka.

Sindrom ovarium polikistik 

Pada wanita yang menderita penyakit ini, hormon testosteron pada wanita akan diproduksi lebih banyak dibandingkan wanita normal pada umumnya, oleh karena itu produksi hormon yang berlebihan dapat menyebabkan jerawat, penambahan berat badan dan pembentukan kista kecil di dalam ovarium (tempat penyimpanan sel telur).

Pemicu lain

dari serangan jerawat meliputi:

  • beberapa produk kosmetik
  • obat tertentu - seperti obat steroid, lithium (digunakan untuk mengobati depresi dan gangguan bipolar) dan beberapa obat anti-epilepsi (digunakan untuk mengobati epilepsi)
  • Secara teratur memakai barang yang memberi tekanan pada area kulit yang terkena, seperti ikat kepala atau ransel
  • merokok - yang dapat berkontribusi pada jerawat pada orang tua

Mitos tentang munculnya jerawat

1. "Jerawat disebabkan oleh pola makan yang buruk"

Sejauh ini, penelitian belum menemukan makanan yang menyebabkan jerawat. Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dianjurkan karena baik untuk kesehatan jantung dan kesehatan Anda secara umum. 

2. "Jerawat disebabkan oleh kulit kotor dan higiene yang buruk"

Sebagian besar reaksi biologis yang memicu jerawat terjadi di bawah kulit, tidak di permukaan, sehingga kebersihan kulit Anda tidak berpengaruh pada jerawat Anda. Mencuci wajah Anda lebih dari dua kali sehari bisa memperparah kulit Anda.

3. "Memencet jerawat adalah cara terbaik untuk menghilangkan jerawat"

hal ini benar-benar bisa memperparah jerawat Anda dan bahkan menyebabkan infeksi, selain itu jerawat yang dipecahkan akan meninggalkan bekas pada kulit wajah.

4. "Aktivitas seksual bisa mempengaruhi jerawat"

Berhubungan seks atau masturbasi tidak akan membuat jerawat menjadi lebih baik atau lebih buruk. 

5. "Berjemurbisa membantu memperbaiki gejala jerawat"

Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa paparan sinar matahari yang berkepanjangan dapat memperbaiki kondisi jerawatan yang Anda miliki. 

Sebaliknya, banyak obat yang digunakan untuk mengobati jerawat dapat membuat kulit Anda lebih peka terhadap cahaya, sehingga paparan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit Anda, dan juga meningkatkan risiko kanker kulit. 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app