Tooth Injury: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jun 27, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 19, 2019 Waktu baca: 1 menit

Jenis Cedera Gigi

1. Gigi renggang

Sedikit berdarah pada gusi. Biasanya dapat mengencang dengan sendiri.

2. Gigi yang salah tempat

Biasanya posisi gigi ini terdorong ke dalam. Perlu diperiksa.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

3. Gigi Terkelupas

 Fraktur ringan dengan sudut kecil gigi yang hilang. Fraktur ini mengarah ke dentin (warna kuning), bukan pulpa (warna merah). Tidak terasa sakit. Segera temui dokter gigi selama jam kantor.

4. Gigi Patah

Fraktur mengarah ke pulpa. Pulpa adalah tempat persediaan darah dan saraf ke tempat gigi berada. Gejala utamanya adalah titik merah atau pendarahan di tengah gigi. Terasa sakit. Membutuhkan saluran akar untuk menyelamatkan gigi.

5. Gigi Permanen Lepas. 

Disebut juga sebagai gigi avulsi. Merupakan kondisi darurat. Perlu ditanam kembali dalam waktu 2 jam.

Saran Perawatan untuk Cedera Gigi Ringan

1. Kompres Dingin untuk Nyeri:

  • Untuk mengurangi rasa sakit, letakkan sepotong es di gusi yang terluka.
  • Anda juga bisa menggunakan kompres dingin di pipi.
  • Gunakan selama 20 menit.

2. Obat Nyeri:

  • Untuk membantu mengatasi rasa sakit, berikan produk asetaminofen (seperti Tylenol).
  • Pilihan lainnya produk ibuprofen (seperti Advil).
  • Gunakan sesuai kebutuhan.

3. Diet Makanan Lunak:

Untuk gigi yang longgar, berikan makanan lunak.

Hindari makanan yang perlu banyak dikunyah.

Anda dapat kembali ke diet normal setelah 3 hari. Pada saat itu, gigi harus dikencangkan.

4. Apa yang Perlu Diperhatikan: 

Nyeri gigi hilang dalam 2 atau 3 hari.

Hubungi Dokter Gigi Anda Jika:

  • Nyeri menjadi parah
  • Cairan dingin menyebabkan sakit gigi
  • Gigi berubah warna menjadi lebih gelap

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app