Memperingati Hari Anti Narkoba, Apa Bahaya Narkoba Bagi Tubuh?

Dipublish tanggal: Jun 19, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jul 2, 2019 Waktu baca: 2 menit
Memperingati Hari Anti Narkoba, Apa Bahaya Narkoba Bagi Tubuh?

Setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional di mana hari tersebut menjadi peringatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama anak muda untuk menghindari pemakaian narkoba dan obat-obatan terlarang, serta penyalahgunaan obat secara ilegal.

Selain diperingati secara global, tanggal 26 Juni juga ditetapkan sebagai Hari Anti Narkoba Nasional. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah setelah pada tahun 2015 lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia sedang dalam keadaan darurat narkoba.

Iklan dari HonestDocs
Beli Antidot via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 17

Dalam memaknai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 mendatang, Ivanka, bassist Slank, yang juga pernah terjebak dalam penyalahgunaan narkoba mengatakan bahwa orang tanpa narkoba itu keren. Ivanka juga mengajak masyarakat untuk bekerja lebih keras untuk membantu orang-orang yang masih terjebak dalam penyalahgunaan narkoba di Indonesia serta memproteksi seluruh anggota keluarga agar terhindar dari ancaman bahaya narkoba.

Lalu, apa bahaya narkoba bagi tubuh?

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya yang dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh, seperti penurunan kesadaran, halusinasi, dan dapat menyebabkan kecanduan. Berikut ini merupakan bahaya narkoba yang harus dihindari:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga menyebabkan tubuh mengalami kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku yang lebih agresif, rasa sesak bagian dada. Bahkan dalam jangka panjang, efek bahaya narkoba dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu dampak negatif narkoba yang sering terjadi pada pengguna narkoba jenis ganja. Dalam dosis berlebih, narkoba dapat menyebabkan mual, muntah, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Bahkan lebih dari itu, dampak narkoba dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan gangguan mental, depresi, serta kecemasan yang terus menerus.

Menurunnya tingkat kesadaran

Pengguna obat-obatan terlarang atau narkoba dalam dosis yang berlebih dapat menyebabkan tubuh terlalu rileks sehingga menurunkan kesadaran tubuh yang dapat menyebabkan koordinasi tubuh menjadi terganggu, menurunnya sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit, mengalami kebingungan, dan menyebabkan perubahan perilaku. Dampak negatif narkoba lainnya juga dapat menyebabkan penurunan daya ingat.

Gangguan kualitas hidup

Tidak hanya gangguan secara fisik, dampak penyalahgunaan narkoba juga dapat mempengaruhi kualitas hidup, seperti sulit berkonsentrasi, memiliki masalah kesehatan, keinginan bunuh diri, hingga berurusan dengan pihak kepolisian dan hukum. Pemakaian zat-zat narkotika sebenarnya diperbolehkan untuk kepentingan medis tetapi wajib dalam pengawasan dokter.

Kematian

Bahaya narkoba jika digunakan dalam dosis yang tinggi dapat menimbulkan overdosis dan menyebabkan kemungkinan terjadinya koma hingga kematian, terutama pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain. Apabila wanita hamil menggunakan obat-obatan terlarang dapat meningkatkan risiko berbahaya bagi bayi sehingga menyebabkan kelahiran prematur dan meningkatkan risiko cacat lahir, serta memiliki masalah perilaku dan perkembangan yang kurang baik.

Baca juga: Bahaya Penyalahgunaan Obat (Drug Abuse)

48 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Substance Abuse and Depression: A Dangerous Downward-Spiral. PSYCOM.NET. (https://www.psycom.net/depression-substance-abuse)
The Impact of Drugs on Society. U.S. Department of Justice. (https://www.justice.gov/archive/ndic/pubs11/18862/impact.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app