Gejala Pilek pada Anak yang Perlu Penanganan Dokter

Dipublish tanggal: Agu 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Gejala Pilek pada Anak yang Perlu Penanganan Dokter

Pilek atau flu merupakan penyakit menular yang seringkali dialami oleh banyak orang, terutama ketika sedang dalam pergantian musim. Gejala flu biasanya cukup berat dan muncul secara mendadak. Kondisi flu atau influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang sistem pernapasan termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru sehingga mengganggu aliran napas.

Flu sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi jika disertai dengan beberapa gejala tertentu, maka ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Penyebab flu juga beragam, entah karena infeksi, alergi, paparan udara dingin, konsumsi makanan pedas, efek samping obat, maupun ketidakseimbangan hormon.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tingginya risiko terjadinya flu, di antaranya anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang lanjut usia di atas 65 tahun, ibu hamil, mereka dengan sistem kekebalan tubuh lemah, serta mereka yang memiliki penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, dan ginjal.

Meski pilek dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi jika flu disertai dengan gejala tertentu, maka perlu mendapatkan penanganan medis lanjutan untuk mempercepat pemulihan. Pilek juga merupakan penyakit yang paling umum dialami anak-anak, bahkan berdasarkan penelitian, anak bisa sakit pilek 8-10 kali dalam setahun. Hal ini terjadi karena sistem imunitas anak yang belum benar-benar terbentuk sempurna.

Kapan saatnya anak dibawa ke dokter?

Ketika anak terkena pilek biasanya dimulai dari gejala bersin-bersin kemudian disusul dengan hidung tersumbat sampai demam ringan. Kondisi ini cenderung membaik dalam waktu 5-7 hari, namun jika gejala pilek terus berlangsung sampai lebih dari 10 hari, maka Anda sebaiknya membawa anak ke dokter. Selain gejala awal tersebut, ada juga kondisi lain yang membuat anak perlu diperiksakan ke dokter, antara lain:

1. Demam tinggi

Jika pilek pada anak disertai dengan demam tinggi, ada kemungkinan karena infeksi sehingga Anda disarankan membawa anak ke dokter ketika:

  • Demam lebih dari 38°C selama lebih dari 2 hari
  • Kondisi demam yang mencapai suhu 40°C bahkan lebih
  • Meski telah diberi paracetamol demam tetap tidak kunjung reda
  • Anak menggigil kedinginan

Jika usia anak masih di bawah 2 tahun tetap diperiksakan ke dokter meski tidak mengalami tanda-tanda demam tinggi. 

Baca juga: Memilih Obat Demam atau Penurun Panas Yang Tepat

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

2. Sulit bernapas

Ketika anak mengalami demam dan pilek biasanya anak akan kesulitan untuk bernapas karena hidung yang tersumbat. Namun perlu diwaspadai ketika anak sampai sesak napas disertai dengan bunyi dan sakit saat mencoba bernapas karena ada kemungkinan anak menderita asma atau pneumonia, sehingga segeralah periksakan anak ke dokter.

3. Terlihat sangat lemas dan lesu

Jika anak terlihat sangat lemas dan lesu sebaiknya segera bawa ke dokter meskipun ketika sakit hal tersebut umum terjadi. Karena meskipun begitu bisa jadi anak memang perlu mendapat perawatan intensif untuk mempecepat proses penyembuhan.

4. Nafsu makan menurun

Nafsu makan anak pasti akan menurun bila sedang pilek, namun anak tetap harus makan dan mengisi perutnya untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak semakin memburuk. Jika anak tetap tidak mau makan dan minum apalagi ada kecenderungan untuk memuntahkan setiap makanan dan minuman yang masuk, Anda perlu memeriksakannya ke dokter.

Selain itu, beberapa kondisi yang juga memerlukan penanganan dokter di antaranya:

  • Munculnya gejala nyeri dada, muntah terus menerus, hingga pingsan
  • Gejala yang tak kunjung sembuh dalam waktu seminggu
  • Gejala yang sempat membaik lalu kembali memburuk secara mendadak

Pengobatan pilek oleh dokter

Dalam mengatasi gejala flu, biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk alergi terhadap debu, penggunaan alat pelega hidung, maupun penyakit seperti asma. Lalu dokter akan melakukan check-up fisik dan memberikan penanganan untuk pilek, seperti penggunaan alat khusus untuk mengecek area hidung.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter biasanya akan memberikan obat yang diminum atau juga obat semprot hidung (inhaler). Selama sedang dalam masa penyembuhan, Anda juga perlu memastikan bahwa anak memiliki waktu tidur atau istirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan mandi dengan air hangat. 

Baca juga: 6 Manfaat dan Risiko Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan

Selain itu, agar anak merasa lebih nyaman dan bisa beristirahat dan tidur dengan nyenyak, Anda juga dapat mengoleskan minyak angin atau balsem hangat pada anak. Pantau kondisi kesehatan anak, apakah gejala flu semakin berkurang atau tidak. Jika sakit pilek pada anak tidak lekas membaik atau bahkan cenderung memburuk, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter atau ke rumah sakit terdekat.

Selain itu, ajarkan anak untuk rajin cuci tangan agar terhindar dari kuman, berjauhan dengan orang yang sedang sakit, berikan makanan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga untuk memperkuat daya tahan tubuh, dan berikan vaksin flu pada anak untuk mencegah flu.

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
314 labeling of drug preparations containing salicylates. Electronic Code of Federal Regulations. https://www.ecfr.gov/cgi-bin/text-idx?SID=76be002fc0488562bf61609b21a6b11e&mc=true&node=se21.4.201_1314&rgn=div8.
Sullivan JE, et al. Clinical report — Fever and antipyretic use in children. Pediatrics. 2011;127:580. Reaffirmed July 2016.
AAP Committee on Infectious Diseases. Recommendations for prevention and control of influenza in children, 2017-2018. Pediatrics. 2017;140:e20172550.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app