Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Fisik

Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.977.698 orang

Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Gejala gagal ginjal akan muncul pada seseorang ketika ginjalnya telah gagal melakukan fungsi normalnya. Seperti telah kita ketahui bahwa fungsi ginjal yang utama yaitu sebagai filter atau penyaring sehingga dapat membuang limbah yang ada dalam darah kita melalui urin. Selain itu fungsi ginjal lainnya sebagai pengatur tekanan darah, keseimbangan elektrolit, dan salah satu pembentuk sel darah merah dengan menghasilkan hormone eritropoetin. Sampai disini mungkin sudah terbayangkan, apa saja gejala gagal ginjal yang dapat ditimbulkan ketika ginjal tidak bekerja dengan baik.

Gejala gagal ginjal yang disebabkan oleh penumpukan produk limbah dalam tubuh dapat menyebabkan kelemahan, sesak napas, lesu, dan kebingungan. Ketidakmampuan untuk membuang kalium dari aliran darah dapat menyebabkan irama jantung abnormal yang mengakibatkan kematian mendadak. Padahal awalnya, penyakit ginjal tidak memiliki gejala khusus.

Ada banyak penyebab gagal ginjal, termasuk penyakit lain yang menyebabkan gagal ginjal yang biasa kita sebut sebagai komplikasi, artinya gagal ginjal sebagai komplikasi dari penyakit yang mendasarinya dan pengobatan pada penyakit yang mendasarinya tersebut mungkin menjadi langkah pertama dalam memperbaiki gagal ginjal. Beberapa penyebab gagal ginjal dapat diobati sehingga fungsi ginjal dapat kembali normal. Namun sayangnya, pada kondisi tertentu gagal ginjal dapat menjadi progresif dan mungkin tidak dapat kembali normal.

Ginjal sehat vs Gagal ginjal

Berikut ini akan saya rangkumkan gejala penyakit gagal ginjal, diantaranya:

  • Pada tahap awal, gagal ginjal mungkin asimtomatik (tidak menimbulkan gejala apapun). Semakin lama fungsi ginjal semakin menurun, sehingga menimbulkan gejala yang terkait dengan ketidakmampuan untuk mengatur air dan elektrolit, membersihkan produk-produk limbah dari tubuh, dan mempromosikan produksi sel darah merah. Sehingga timbullah gejala gagal (simtomatik) ginjal berupa: Lesu, lemah, sesak napas, dan pembengkakan pada kedua kaki bahkan seluruh tubuh. Jika tidak diobati, kondisi akan semakin buruk yang dapat mengancam jiwa.
  • Asidosis metabolik, atau peningkatan keasaman tubuh karena kadar basa (ion bikarbonat tubuh rendah)
  • Ketidakmampuan untuk membuang kalium lewat kencing sehingga terjadi peningkatan  kadar kalium dalam darah( hiperkalemia ). Kalium tinggi dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang fatal ( aritmia ) termasuk takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel.
  • Meningkatnya kadar urea dalam darah (uremia) dapat mempengaruhi fungsi berbagai organ mulai dari otak ( ensefalopati ) yang menyebabkan gangguan kesadaran, radang selaput jantung ( pericarditis ), fungsi otot yang menurun karena tingkat kalsium yang rendah ( hypocalcemia) dan gatal pada seluruh tubuh
  • , suatu penurunan jumlah sel darah merah, disebabkan karena rendahnya erythropoietin yang dihasilkan oleh ginjal, sehingga tidak cukup merangsang sumsum tulang. Penurunan sel anemia darah merah sama dengan penurunan kapasitas oksigen yang dibawa oleh darah, sehingga pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh menurun. Selain itu, dengan kurangnya oksigen, sel-sel lebih lebih cendrung melakukan metabolisme anaerobic (an = tanpa + aerobic = oksigen) menyebabkan peningkatan jumlah produksi asam yang tidak dapat ditangani oleh ginjal yang sudah gagal.
  • Seiring dengan meningkatnya produk limbah dalam darah, maka akan timbul gejala gagal ginjal yang lebih parah berupa: kehilangan nafsu makan, lesu, dan kelelahan yang nyata. Hal ini akan maju ke titik di mana fungsi mental akan menurun dan dapat terjadi koma.
  • Karena ginjal tidak dapat mengatasi beban asam yang meningkat dalam tubuh, pernapasan menjadi lebih cepat (terlihat sesak atau ngos-ngosan) karena paru-paru mencoba untuk menetralkan keasaman dengan mengeluarkan karbon dioksida.
  • Tekanan darah mungkin naik karena kelebihan cairan, dan cairan ini dapat menumpuk di paru-paru, menyebabkan gagal jantung kongestif.

Itulah beberapa gejala gagal ginjal yang dapat saya rangkumkan, semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi pembaca sekalian.

 

Referensi

Arora, et al. Medscape (2017). Chronic Kidney Disease.

Arora, et al. Medscape (2017).bChronic Kidney Disease Workup.

Fraser, S. Blakeman, T. (2016). Chronic Kidney Disease: Identification and Management in Primary Care. Pragmat Obs Res. 7, pp. 21–32.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit