Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Faktor Risiko Penyebab Darah Tinggi

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.013.123 orang

Faktor Risiko Penyebab Darah Tinggi

Sebelumnya telah kita bahas mengenai Penyebab Darah Tinggi sesuai jenisnya, yang telah kita ketahui bersama bahwa sebagian besar jenis darah tinggi yaitu hipertensi esensial belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. Akan tetapi Tekanan darah tinggi memiliki banyak faktor risiko.

Faktor risiko disini diartikan sebagai faktor-faktor yang membuat seseorang lebih mungkin untuk terkena hipertensi, diantaranya:

Umur. Risiko hipertensi akan meningkat seiring dengan usia. Pada usia pertengahan awal, tekanan darah tinggi lebih sering terjadi pada pria. Wanita lebih mungkin untuk mengembangkan tekanan darah tinggi setelah menopause.

Ras. Tekanan darah tinggi sangat umum di antara orang kulit hitam, sering berkembang pada usia lebih dini daripada orang kulit putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan jantung, juga lebih sering terjadi pada orang kulit hitam.

Riwayat keluarga. Jika orang tua atau yang ada hubungan darah dengan Anda, ada yang memiliki darah tinggi, maka risiko anda terhadap darah tinggi meningkat, dibanding mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga darah tinggi.

Kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas menjadi faktor risiko hipertensi karena semakin banyak penambahan berat badan, semakin banyak darah yang Anda butuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. sehingga volume darah pada pembuluh darah juga meningkat, demikian juga tekanan pada dinding arteripiun akan meningkat.

Obesitas meningkatkan penumpukan deposit lemak pada pembuluh darah yang berakibat penyumbatan sebagian atau total dinding pembuluh darah (atherosclerosis). Pada pasien dengan obesitas, meningkatkan stimulasi reseptor α1 dan βpada jaringan yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah.

Kurang Aktifitas fisik. Kurangnya aktifitas fisik menjadi faktor risiko hipertensi karena orang yang tidak aktif cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin keras jantung bekerja memompa darah akibatnya timbul darah tinggi. Kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko kelebihan berat badan.

Kurang aktifitas fisik dapat menimbulkan hipertensi di kemudian hari - maka mulai sekarang rajin-rajinlah berolah raga.

Perokok. Merokok atau mengunyah tembakau akan langsung menaikkan tekanan darah sementara, tetapi bahan kimia dalam tembakau dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri. Hal ini dapat menyebabkan arteri jadi menyempit akibat penumpukan kolesterol, sebagai akibatnya dapat menimbulkan darah tinggi bahkan serangan jantung dan stroke.

Terlalu banyak garam (natrium) Pada makanan. Terlalu banyak natrium dalam diet dapat menyebabkan peningkatan cairan dalam tubuh khususnya dalam pembuluh darah, yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Terlalu sedikit kalium pada makanan. Kalium membantu menyeimbangkan jumlah natrium dalam sel. Jika asupan kalium sedikit, artinya natrium relatif meningkat akibatnya terjadi penumpukan cairan dalam tubuh yang akan membuat tensi darah naik.

Terlalu sedikit vitamin D pada makanan. Suatu hal yang sudah pasti, jika kekurangan vitamin D dalam diet dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Karena Vitamin D dapat mempengaruhi enzim yang diproduksi oleh ginjal yang mempengaruhi tekanan darah.

Minum terlalu banyak alkohol. Seiring waktu, sering minum alkohol dapat merusak jantung. Minum lebih dari dua gelas sehari dapat meningkatkan tekanan darah. Makanan tinggi karbohidrat dan konsumsi alcohol dapat meningkatkan pembentukan senyawa lemak trigliserida yang merupakan salah satu lemak jahat pembentuk plak pada pembuluh darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Stres. Stres dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah, namun dramatis. Apalagi jika Anda mencoba mengatasi stres dengan makan lebih banyak, menggunakan tembakau atau minum alkohol, Anda hanya dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Stress dapat memicu tubuh mengeluarkan hormon stress (adrenalin dan kortisol) di jaringan. Hormon ini yang membuat denyut jantung meningkat dan mengecilkan diameter pembuluh darah perifer yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.

Penyakit kronis. Penyakit kronis tertentu juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, termasuk kolesterol tinggi, diabetes, penyakit ginjal.

Itulah faktor-faktor yang menjadi risiko hipertensi, ada diantara faktor-faktor tersebut yang dapat diubah atau diatasi seperti : masalah diet, stres, aktifitas fisik yang kurang, perilaku merokok, dan penyakit kronis. Namun ada juga faktor risiko hipertensi yang tidak dapat diubah seperti umur, ras, dan riwayat keluarga.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit