Etraverine: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 629.790 orang

Obat etraverine merupakan salah satu jenis obat yang digunakan sebagai terapi penyakit HIV. Obat ini dapat membantu menghambat replikasi DNA virus dan mencegah penularannya. Etraverine dapat menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah terjadinya komplikasi yang semakin berat pada perjalanan infeksi HIV.

Obat etraverine termasuk dalam golongan NNRTI atau non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor. Obat ini mulai disetujui oleh Food and Drugs Administration pada tahun 2008 dan mulai digunakan di beberapa negara di dunia. Obat ini dapat menghambat perubahan enzim transkriptase Human immunodeficiency virus tipe 1 dari RNA menjadi DNA dan menghambat aktivitas polimerase DNA dan RNA tanpa menghambat polimerasa DNA alfa,beta, dan gamma.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Manfaat Etraverine

Etraverine secara garis besar merupakan obat yang digunakan sebagai indikasi terapi HIV/AIDS sekaligus mencegah resiko komplikasi yang lebih berat selama perjalanan penyakit HIV.

Virus HIV (Human Immunodeviciency Virus ) merupakan penyebab penyakit AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome di mana terjadi penurunan kekebalan tubuh akibat daya tahan tubuh yang rusak akibat infeksi. Penyakit AIDS menganggu imun. Meningkatnya infeksi HIV mengakibatkan tubuh menjadi rentan terkena infeksi yang berkembang menjadi AIDS. Gejala yang ditimbulkan dari infeksi virus HIV akan terlihat dalam rentang waktu 8 hingga 10 tahun yang dibagi menjadi stadium infeksi.

Kewaspadaan akan mulai timbul saat infeksi virus HIV mulai aktif, maka akan timbul gejala klinis yang digolongkan menjadi 4 stadium yaitu:

  • Stadium 1 (Asimtomatik). Stadium ini hanya menimbulkan gejala minimal seperti pembesaran getah bening, diare, demam, dan sakit saat menelan.
  • Stadium 2 (Ringan). Pada gejala stadium 2 akan timbul kelainan kulit seperti prurigo dan herpes zoster. Terdapat juga gangguan saluran pernapasan seperti sinusitis, faringitis, tonsilitis, dan otitis. Berat badan menurun sekitar kurang dari 10%.
  • Stadium 3 (Lanjut). Gejala-gejala khas mulai timbul seperti penurunan berat badan lebih dari 10%, diare kronis, kandidiasis oral, stomatitis, oral hairy leukoplakia, dan anemia berat tanpa sebab. Infeksi bakteri pada pernapasan juga mengikuti gejala stadium 3 seperti tuberkulosis milier paru.
  • Stadium 4 (Berat). Stadium 4 dikenal sebagai wasting syndrome, seperti gangguan paru-paru, infeksi otak akibat bakteri toksoplasma  infeksi Cytomegalovirus pada organ-organ vitals seperti mata, limpa, hati, dan getah bening, tuberkulosis ekstrapulmonal, ensefalopati HIV, meningitis. Kaposis sarkoma, kanker kulit, dan resiko kanker serviks.

Efek samping obat Etravirine

Pada tahun 2009, obat etravirine dinilai memiliki efek samping berat terkait penggunaanya yang dapat memicu terjadinya sindrom steven-Johnson, toxic epidermal necrolysis, eritema multiforme, gagal organ hati, serta hipersensitivitas kulit lainnya yang sangat fatal. Sehingga penggunaan obat harus segera dihentikan apabila timbul reaksi kulit yang memungkinkan terjadinya penyakit di atas.

Efek samping lainnya yang dapat timbul antara lain:

  • Nyeri otot
  • Demam
  • Menggigil
  • Kejang
  • Takikardia
  • Keringat berlebih
  • Insomnia
  • Pembengkakan pada kelenjar tiroid
  • Nyeri perut
  • Diare berat
  • Berat badan menurun
  • Gangguan penglihatan

Interaksi obat Etraverine

Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan interaksi apabila diberikan bersamaan dengan obat etravirine:

  • Obat karbamazepin
  • Obat untuk gangguan organ jantungs eperti amiodarone
  • Obat antibiotik clarithromycin
  • Cyclosporine
  • Obat kejang diazepam
  • Doxorubicin
  • Ketokonazole
  • Warfarin
  • Tacrolimus

Perhatian khusus pada pengobatan Etraverine

Informasi penting terkait pengobatan HIV dengan etraverine yaitu:

  • Obat ini tidak boleh diberikan pada pasien HIV dengan gangguan hati seperti hepatitis
  • Obat ini tidak boleh diberikan oleh ibu hamil atau yang sedang merencanaan kehamilan diluar petunjuk dokter
  • Obat ini tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat herbal
  • Obat ini beresiko pada hipersensitivitas kulit. Pasien dengan gangguan kulit perlu diperhatikan

Dosis dan cara pemakaian obat Etraverine

Obat etraverine tersedia dalam bentuk tablet sediaan 25 mg, 100 mg, dan 200 mg. Dosis utama pemberian pada orang dewasa dengan gejala HIV diberikan 200 mg sekali sehari setelah makan. Khusus untuk anak-anak diberikan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp