Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kesehatan Fisik

Endoskopi, Ini Yang Harus Anda Ketahui

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 487.541 orang

Istilah endoskopi mungkin terdengar asing di telinga Anda, namun prosedur ini sudah sering dilakukan di dalam dunia medis. 

Endoskopi merupakan sebuah prosedur pemeriksaan dengan tujuan untuk melihat kondisi oragn tubuh secara visual, menggunakan alat khusus yang disebut endoskop. 

Tidak hanya berfungsi untuk memeriksa, prosedur ini juga dapat digunakan sebgaai prosedur pembedahan. 

Alat yang digunakan untuk prosedur ini merupakan alat yang memiliki bentuk seperti selang yang dilengkapi dengan kamera di bagian ujungnya dan dapat diintegrasikan ke monitor untuk menunjukkan gambar yang ditangkap. 

Untuk memeriksan organ tubuh, endoskop dimasukkan melalui rongga tubuh, seperti mulut, hidung, anus, atau melalui irisan kulit (insisi) yang secara khusu dibuat untuk prosedur endoskopi. 

Selain untuk mengamati organ tubuh secara visual, endoskopi juga dpaat membantu dokter dalam melakukan pembedahan pada organ tubuh. 

Pengangkatan jaringan tubuh untuk keperluan tindakan medis atau pengambilan sampel jaringan (biopsi) juga bisa dilakuakn dengan prosedur endoskopi. 

Prosedur endoskopi terbagi dalam beberapa bagian berdasarkan pada organ tubuh yang diamati, yakni:

  1. Artroskopi, prosedur untuk mengamati kondisi sendir bagian dalam. 
  2. Bronkoskopi, prosedur untuk mengamati kondisi bronkus atau saluran pernapasan yang menuju ke paru-paru. 
  3. Kolonoskopi, prosedur untuk mengamati kondisi usus besar.
  4. Enteroskopi, prosedur untuk mengamati kondisi usus halus. 
  5. Gastroskopi, prosedur untuk mengamati kondisi kerongkongan (esofagus), lambung, dan usus 12 jari. 
  6. Histeroskopi, prosedur untuk mengamati kondisi rahim (uterus).
  7. Laparoskopi, prosedur untuk mengamati kondisi organ yang ada dalam rongga perut atau panggul. 
  8. Laringoskopi, prosedur untuk mengamati kondisi pita suara dan laring. 
  9. Mediastinoskopi, prosedur untuk mengamati kondisi organ tubuh dalam rongga.
  10. Sistoskopi, prosedur untuk mengamati kondisi uretra (slauran kencing) dan kandung kemih. 
  11. Ureteroskopi, prosedur untuk mengamati kondisi ureter (saluran urine dari ginjal menuju kandung kemih). 

Indikasi Endoskopi 

Endoskopi dianjurkan oleh dokter untuk melihat gejala yang muncul karena adanya kelainan pada organ tubuh. Kelainan yang terjadi bisa dalam bentuk infeksi, peradangan, atau kanker. 

Selain itu, melalui prosedur endoskopi juga, dokter dapat dibantu untuk mengambil sampel jaringan (biopsi). untuk menunjang hasil diagnosa dokter, terdapat beberapa gejala yang memerlukan endoskopi, seperti: 

  • Masalah pada saluran penceranaan, seperti BAB atau muntah darah, diare atau muntah yang berkepanjangan, nyeri perut, kehilangan berat badan, disfagia, dan ulu hati terasa panas. 
  • Batuk darah atau batuk kroni.
  • Masalah pada saluran kemih, seperti BAK berdarah atau mengompol.
  • Masalah keguguran yang berulang-ulang atau pendarahan dari vagina. 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, endoskopi juga dapat dilakukan sebagai prosedur pembedahan. Beberapa tindakan medis yang membutuhkan endoskopi yakni: 

  • Memperbaiki kerusakan sendi
  • Melalui endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), dilakukan pemasangan batu empedu, atau pemasangan stent pada slauran empedu atau pankreas yang menyempit.
  • Melalui prosedur ureteroskopi, dilakuakn penghancuran terhadap batu saluran kemih dan pemsangan stent pada ureter. 
  • Mengangkat usus buntu yang mengalami peradangan
  • Mengangkat miom di rahim
  • Menyumbat pendarahan pada pasien yang mengalami tukak lambung 

Peringatan Endoskopi

Jika dibandingkan dengan pembedahan terbuka, maka risiko endoskopi lebih ringan dan rendah. 

Beberapa risiko yang bisa sajt terjadi pada prosedur ini ialah:pendarahan, infeksi, roberknya organ tubuh, demam, rasa nyeri yang tak kunjung reda pada area endoskopi, pembengkakan dan kemerahan pada kulit yang disayat. 

Persiapan Endoskopi 

Sebelum menjalani endoskopi, pasien wajib mengikuti beberapa instruksi dokter. Akan tetapi, persiapan yang dilakukan bergangtung pada jenis endoskopi yang akan dijalani pasien. Beberapa persiapan sebelum prosedur dilakukan meliputi: 

  1. Pasien wajib berpuasa setidaknya 12 jam.
  2. Pasien wajib mengosongkan saluran pencernaan dengan obat pencahar atau pencuci perut dari dokter. Biasanya saat akan menjalani endoskopi saluran pencernaan, seperti kolonoskopi atau gastroskopi.
  3. Pasien harus memberi tahu kondisi medis secara detail kepada dokter.
  4. Pasien diminta untuk berhenti mengonsumsi obat antikoagulan, seperti warfarin agar tidak terjadi pendarahan, terutama saat melakukan biopsi jaringan. 

Prosedur Endoskopi

  1. Pasien akan diberikan obat bius (tergantung jenis endoskopi yang di jalani) untuk mebuat daerah yang akan mengalami tindakan mati rasa. 
  2. Setelah daerah tindakan mati rasa, endoskop akan dimasukkan ke dalam tubuh secara hati-hati, melalui lubang yang ada di tubuh (tenggorokan, anus, atau uretra). Namun, jenis endoskopi yang tidak dapat dilakukan melalui lubang, maka akan dibuat sayatn kecil pada kulit sebagai jalan masuk, seperti laparoskopi atau artroskopi. 
  3. Dibutuhkan waktu sekitar 15 menit hingga 3 jam untuk melakukan tindakan ini, tergantung pada organ yang diperiksa. 
  4. Selesai menjalani endoskopi, pasien diperbolehkan untuk kembali ke rumah. Hal ini biasanya tergantung pada jenis endoskopi yang dijalani, karena biasa saja pasien diminta untuk rawat inap. 
  5. Pasien tidak diijinkan menyetir sendiri jika diperbolehkan kembali ke rumah, maka keluarga atau rekan harus ada untuk menemani. 
  6. Bagi pasien yang mendapatkan sayatan, dokter akan menjahit saytan tersebut dan menutupnya menggunakan perban steril agar tehindar dari infeksi. 

Khusus bagian saluran pencernaan, endoskopi dilakuakan dengan tidak menggunakan selangm namun dengan menelan kapsul yang sudah dipasang kamera untuk melihat kondisi saluran pencernaan. 

Secara nirkabel, gambar yang ditangkap kamera langsung dipindahkan ke komputer. Meskipun risikonya lebih ringan daripada penggunaan selang, namun kapsul bisa saja menyumbat saluran pencernaan, jika terdapat penyempitan. 

Setelah Endoskopi 

Seteah menjalani prosedur ini, pasien biasanya akan diminta untuk rehat selama beberapa jam agar efek sedatif dan anestesi menghilang. Kemudian, pasien diperbolehkan pulang dengan pengawasan rekan atau keluarga. 

Jika menjalani gastrokopi, pasien mungkin akan merasa sakit pada tenggorokan atau BAK berdarah setelah menjalani sistoskopi atau uteroskopi selama 24 jam. 

Oleh sebab itu, pasien sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut selama kerongkongan masih terasa nyeri. Jika setelah 24 jam darah pada urine masih muncul, segera beritahu dokter terkait untuk menangani masalah tersebut. 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit