Efek Whey Protein pada Wanita

Dipublish tanggal: Mar 16, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 19, 2019 Waktu baca: 4 menit
Efek Whey Protein pada Wanita

Protein memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan makhluk hidup. Beberapa fungsi protein yang sudah diketahui dan sangat dibutuhkan oleh tubuh yaitu untuk mengganti sel-sel yang tidak berfungsi dengan baik, pembentukan otot dan tulang, dan juga meningkatkan kekebalan tubuh. 

Namun, apakah yang dimaksud dengan whey protein dan apakah memiliki fungsi yang sama? Apa efek dari whey protein jika dikonsumsi oleh wanita? Berikut penjelasannya!

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Asal mula whey protein

Whey protein merupakan protein hewani yang berasal dari produk susu sapi. Susu sapi memiliki dua jenis protein yaitu kasein dengan porsi kurang lebih 80 persen dan sisanya adalah whey protein sebanyak 20 persen. 

Pada saat proses pembuatan keju, protein kasein yang terdapat pada susu yang sudah di pasteurisasi akan dipisahkan. Lalu setelah keju sudah selesai dibuat dan sisa ‘ampas’ yang berbentuk cairan ditampung dan diproses kembali menjadi bubuk itulah yang sekarang banyak terdapat di pertokoan dan dinamakan suplemen bubuk whey protein. 

Whey protein disebut-sebut merupakan protein yang sangat rendah kadar laktosanya dengan kandungan 9 jenis asam amino. Selain itu, dibuktikan secara klinis memiliki kadar protein yang sangat tinggi dan bagus untuk kesehatan. 

Sehingga tidak sedikit produk makanan dan minuman yang mencampurkan bubuk whey protein.

Jenis-jenis whey protein

Whey protein terdiri dari tiga jenis:

1. Whey Protein Concentrate (WPC)  

 Whey protein jenis ini merupakan jenis whey protein kandungannya sekitar 25-89 % dengan rata-rata 80 %. Selain itu kadar lemak dan karbohidrat atau laktosanya sangat rendah.

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

2. Whey Protein Isolate (WPI) 

 Whey protein jenis ini merupakan proses lanjutan dari whey protein concentrate. Pada tahap ini, kadar lemak dan laktosanya sudah dihilangkan atau diminalisir sekecil mungkin dan kadar protein yang sangat tinggi minimal 90-95 % persen sehingga sering dikonsumsi oleh para atlet yang ingin memiliki masa otot yang besar.

3. Whey Protein Hydrolysate (WPH) 

 Jenis whey protein ini sudah diformulasikan sedemikian rupa untuk sangat mudah dicerna. whey protein ini kemudian mengalami proses hidrolisis untuk menyederhanakan rantai asam amino (peptida) pada proses produksinya.

 Bahkan sering dimasukan ke dalam susu formula bayi atau berbagai macam suplemen

Efek whey protein untuk wanita

Whey protein yang digunakan sebagai suplemen kesehatan sangat bervariasi kebutuhannya pada setiap orang. Whey protein bubuk seringkali dikonsumsi oleh orang yang berniat ingin menurunkan berat badan dan menaikan massa otot. 

Bagaimana dengan konsumsi whey protein pada wanita? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jumlah konsumsi porsi whey protein bisa dibedakan tergantung aktifitas, berat badan, dan tujuannya. 

Menurut berbagai sumber, wanita dewasa rata-rata mengonsumsi whey protein sebanyak 20-25gr per hari sebagai suplemen protein sehari-hari. 

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Berikut beberapa efek positif atau keuntungan mengonsumsi whey protein pada wanita:

1. Bagi wanita yang sedang menurunkan berat badan dan mengonsumsi makanan berkalori rendah, whey protein bisa dijadikan tambahan jumlah protein yang tinggi dan membantu meningkatkan metabolisme tubuh sehingga bisa secara signifikan menurunkan berat badan dibandingkan wanita yang berdiet dan mengonsumsi protein dengan kadar rendah.

2. Wanita yang berniat menaikan massa otot sangat diuntungkan dengan whey protein yang membantu pembentukan otot terutama setelah habis melakukan olahraga. Selain itu menambahkan bubuk whey protein pada minuman juga membantu mengontrol rasa lapar. Sehingga keinginan untuk makan pun berkurang.

3. Whey protein juga memiliki kandungan glutathione yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan sangat baik terutama untuk wanita yang ingin memiliki kulit tampak lebih muda. Selain itu, antioksidan membantu sistem pertahanan tubuh. Dengan kata lain, whey protein juga sangat bagus untuk system imun dalam tubuh.   

Namun, whey protein juga memiliki efek negatif sebagai berikut:

1. Menyebabkan batu ginjal. Kebiasaan mengonsumsi whey protein sebagai minuman (protein shakes) terkadang menyebabkan orang untuk melupakan konsumsi makanan berserat. Kelebihan protein dalam ginjal memicu produksi uric acid (asam urat) pada urin yang berakibat terbentuknya batu ginjal.

2. Merusak beberapa organ tubuh lainnya. Jika Anda mengonsumsi whey protein tidak sesuai dengan takarannya, maka asam amino dalam jumlah tinggi yang terdapat dalam whey protein tidak dapat dicerna dengan baik. Sehingga akan tersimpan dan justru bisa merusak organ pencernaan seperti liver.

3. Osteoporosis merupakan salah satu efek negatif yang kebanyakan dialami oleh wanita. Tingginya protein dari whey protein membuat kalsium ‘terpaksa’ dikeluarkan oleh tulang guna menetralkan protein yang berlebihan. Akibatnya, tulang sangat mudah mengalami osteoporosis.

4. Efek samping seperti peningkatan pergerakan usus, mual, muntah, haus, nyeri perut, kelelahan dan sakit kepala.

5. Penderita alergi susu dapat menyebabkan reaksi alergi

6. Pada kehamilan dan menyusui sebaiknya dihindari karena belum terdapat bukti ilmiah yang menyatakan aman dikonsumsi

Hal yang perlu diingat adalah mengetahui apa tujuan mengonsumsi whey protein. Whey protein sangat berguna bagi kesehatan terutama bagi yang kesulitan mendapatkan makanan natural berprotein seperti ayam, daging, maupun kacang-kacangan. 

Namun, konsumsi whey protein yang berlebihan juga menimbulkan banyaknya masalah kesehatan. Sebaiknya, ketahui tujuan jelas konsumsi whey protein dan konsultasikan untuk jumlah takaran yang cukup sehingga mendapatkan manfaat yang maksimal.  



5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Whey protein: Health benefits, side effects, and dangers. medicalnewstoday.com. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/263371.php)
Whey protein supplements and exercise help women improve body composition. sciencedaily.com. (https://www.sciencedaily.com/releases/2018/05/180523133410.htm)
The hidden dangers of protein powders. health.harvard.edu. (https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-hidden-dangers-of-protein-powders)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app