Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Kenali Dyspraxia dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 11, 2019 Tinjau pada Mei 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.034.908 orang

Yang harus Anda ketahui tentang anak Dyspraxia

Setiap orang tua pastinya menginginkan buah hatinya lahir dengan pertumbuhan dan perkembangan yang baik dan normal sesuai dengan umurnya. Namun terkadang beberapa orang tua sering terlambat memperhatikan bila dapat masalah pada pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Salah satu masalah perkembangan anak yang sering terjadi yaitu anak kesulitan untuk membentuk kata-kata, kesulitan untuk mengatur gerakan dan lain-lain.

Mungkin Anda jarang atau belum pernah mendengar istilah Dyspraxia. Dyspraxia berasal dari kata “dys” yang artinya tidak mudah atau sulit dan”praxis” yang artinya bertindak atau melakukan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Kondisi medis ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dari pada anak perempuan dan umumnya dyspraxia tidak mempengaruhi kecerdasan seseorang. Anak-anak dengan dyspraxia mungkin juga menderita gangguan perilaku lainnya seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder, Dyslexia dll. Untuk itu artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai dyspraxia. Selamat membaca.

Apa sih Dyspraxia itu?

Dyspraxia merupakan gangguan dimana otak kurang mampu memproses pesan secara baik dan benar sehingga menyebabkan kurang mampunya mengorganisasi suatu gerakan. Hal itu dapat mempengaruhi semua fase dan aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk fisik, sosial, memori, bahasa, indra pembangunan, pertumbuhan intelektual dan emosional. Sulit untuk mendeteksi anak dengan dyspraxia karena perkembangan tiap anak  yang berbeda-beda. Tapi umumnya anak penderita dyspraxia baru terdiagnosis saat menginjak usia lima tahun atau lebih. 

Berikut ada 3 jenis dyspraxia yang perlu Anda ketahui:

  • Dyspraxia oral, yaitu ketidakmampuan menghasilkan gerakan mulut, misalnya sulit mengunyah, menyebutkan huruf, mengeja, sulit mengeluarkan kata-kata dan kesulitan berbicara dan lain-lain
  • Dyspraxia verbal, yaitu ketidakmampuan menghasilkan bunyi, membentuk kata, misalnya  pada anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara.
  • Dyspraxia motor, yaitu ketidakmampuan bergerak atau mengatur gerakan-gerakan yang perlu sesuai rencana. Gangguan pada motorik kasar misalnya kesulitan berjalan, berlari, melompat, menjaga kesimbangan dan sebagainya. Sedangkan gangguan pada motorik halus seperti kesulitan dalam menyika gigi, mengikat tali sepatu, mengancingkan baju dan lain-lain.

Apa sih yang menyababkan terjadinya Dyspraxia?

Penyebab dyspraxia sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, kita tahu bahwa kesulitan muncul dalam pengolahan informasi antara otak dan tubuh, yang mempengaruhi kemampuan anak untuk bergerak secara efektif. Berikut faktor risiko yang dapat memicu terjadinya dyspraxia:

  • Faktor genetic atau keturunan
  • Masalah saat masa kehamilan
  • Bayi dengan kelahiran premature

Apa saja tanda dan gejala-gejala pada anak dengan Dyspraxia?     

Terdapat beberapa tanda dan gejala-gejala pada anak dengan dyspraxia yang perlu Anda ketahui. Berikut beberapa tanda dan gejala-gejalanya:

  • Kemampuan menulis dan menggambar yang buruk
  • Kesulitan menjalankan instruksi
  • Memiliki konsentrasi yang pendek dan terbatas
  • Anak mudah stress dan mengamuk
  • Kesulitan bermain yang membutuhkan koordinasi tubuh, seperti menyusun balok atau puzzle
  •  Pola tidur anak yang buruk
  • Motorik anak tidak terkoordinasi dengan baik
  • Tidak mampu duduk tenang.
  • Anak memiliki tingkat percaya diri yang rendah
  • Anak lebih suka main sendiri
  • Rentang perhatian yang pendek
  • Kurang tertarik dengan mainan imajinasi
  • Sering jatuh dan menabrak sesuatu ketika berjalan
  • Tahap tumbuh kembang yang tidak tercapai

Diagnosis Dyspraxia

Untuk mendiagnosis dyspraxia, evaluate lengkap dari berbagai tim speziales termasuk dokter spesialis anak, fisioterapis, psikiater, dan dokter spesialis saraf sangat diperlukan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Saat dilakukan pemeriksaan fisik, tim dokter akan mengamati berbagai informasi sebagai berikut: 

  • Apakah kemampuan motorik tidak sesuai dengan usia dan kecerdasannya. Pasien juga dapat diminta untuk melakukan suatu gerakan seperti melompat atau menggambar untuk melihat ketrampilan pasien dalam melakukan gerakan motorik kasar dan halus.
  • Hambatan dalam aktivitas sehari-hari pasien atau pasien tidak berprestasi di sekolah karenan kurangnya ketrampilan. Kurangnya ketrampilan ini tidak disebabkan oleh penyakit lainnya.
  • Apabila mengalami kesulitan belajar dan memiliki kemampuan motorik yang lebih buruk.
  • Apabila memiliki gangguan mental yang dinilai oleh psikiater.
  • Gangguan atau kelainan saat kelahiran atau riwayat keterlambatan dalam perkembangan anak.
  • Ada tidaknya anggota keluarga yang menderita dypraxia.

Bagaimana cara mengobati anak dengan Dyspraxia?

Tidak ada pengobatan khusus untuk anak yang mengalami dyspraxia tetapi ada intervensi dan terapi yang dapat membantu anak-anak dengan dyspraxia untuk mengurangi gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.  Terapi pada umumnya bertujuan untuk membantu anak yang mengalami dyspraxia untuk tetap mandiri.

Seperti yang Anda sudah ketahui bahwa dyspraxia merupakan gangguan yang tidak dapat disembuhkan, namun dengan adanya terapi yang dilakukan sejak dini akan meminimalisasikan kesulitan dan kekurangan anak. Jika tanda dan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan diatas sudah sangat jelas, untuk  lebih meyakinkan lagi lebih baik orang tua mengkonsultasikan masalah tersebut ke dokter anak, psikolog  atau  terapis. 

Setelah akhirnya terdiagnosis  dengan dyspraxia, disarankan anak untuk segera melakukan tidakan terapi seperti terapi wicara dan lain-lain tergantung pada masalah yang dialami. Semoga bermanfaat. 


Referensi

Gibbs, J. et al. (2007). Dyspraxia or Developmental Coordination Disorder? Unravelling the Enigma. Archives of Disease in Childhood, 92(6), pp. 534-539

NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Developmental Co-ordination Disorder (Dyspraxia) in Children.

NHS Choices UK (2017). Health A-Z. Dyspraxia (Developmental Co-ordination Disorder) in Adults.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit