Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Dry Socket : Faktor, Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Update terakhir: SEP 18, 2019 Tinjau pada SEP 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 854.263 orang

Kenali Dry Socket

Dry socket atau alveolar osteitis adalah kondisi rasa sakit pada gigi yang terjadi setelah gigi permanen pada orang dewasa dicabut. Dry socket terjadi ketika gumpalan darah tidak terbentuk di daerah yang dicabut giginya, atau gumpalan darah tersebut terbawa ke tempat lain atau terlarut sebelum luka kering. 

Gumpalan darah ini penting sebagai lapisan pelindung di atas tulang dan ujung saraf pada rongga di gusi yang kosong. Gumpalan darah ini juga menjadi pondasi untuk pertumbuhan tulang baru dan perkembangan jaringan halus di atas gumpalan tersebut. 

Tulang dan ujung saraf yang terpapar langsung ke lingkungan akan menyebabkan rasa sangat sakit, tidak hanya pada rongga di gusi, tetapi juga pada ujung saraf di bagian wajah yang terpapar. 

Rongga di gusi sering mengalami peradangan dan mungkin terjadi penumpukan sisa-sisa makanan yang menambah rasa sakit. Jika mengalami dry socket, rasa sakit akan mulai muncul satu hingga tiga hari setelah pencabutan gigi. 

Dry socket merupakan komplikasi yang sangat umum pada pencabutan gigi bungsu. Pengobatan apotik biasa tidak cukup untuk menangani rasa sakit akibat dry socket. Dokter gigi dapat melakukan penanganan untuk mengurangi rasa sakit.

Faktor risiko terkena Dry Socket 

Faktor risiko yang bisa menyebabkan dry socket antara lain:

  • Obat kontrasepsi yang diminum. Kadar estrogen yang tinggi akibat obat kontrasepsi minum dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko dry socket.
  • Pernah mengalami dry socket sebelumnya. Jika seseorang pernah mengalami dry socket sebelumnya, ada kemungkinan akan mengalami kembali setelah pencabutan berikutnya.
  • Infeksi pada gigi dan gusi. Infeksi yang sedang terjadi atau pernah terjadi di sekitar gigi yang dicabut dapat meningkatkan risiko dry socket.
  • Merokok dan penggunaan tembakau. Bahan kimia yang terkandung dalam rokok dan produk tembakau lainnya dapat menghambat atau memperlambat penyembuhan dan mengontaminasi daerah yang terluka. Menghisap rokok dapat menyebabkan hilangnya gumpalan darah secara prematur.
  • Perawatan mulut yang kurang tepat. Perawatan mulut yang kurang tepat dan kebersihan mulut yang buruk dapa meningkatkan risiko mengalami dry socket.

Penyebab Dry Socket  

Penyebab pasti dry socket masih belum diketahui. Menurut peneliti, penyebab berikut bisa menjadi alasannya:

  • Kontaminasi bakteri pada rongga yang terbentuk di gusi
  • Adanya trauma pada daerah yang dioperasi karena kesulitan pencabutan

Gejala Dry Socket 

Gejala yang terjadi bisa bervariasi, tetapi berikut ini adalah gejala yang umum terjadi

  • Rasa nyeri yang berdenyut, biasanya beberapa hari setelah pencabutan gigi.
  • Bau mulut yang tidak enak dan rasa tidak enak di daerah yang dicabut giginya.
  • Kehilangan seluruh atau sebagian gumpalan darah pada daerah yang giginya dicabut, terlihat seperti gusi yang kosong.
  • Terlihatnya tulang dari gusi yang kosong.
  • Rasa nyeri mulai dari gusi, telinga, mata, pelipis, atau leher di sisi yang sama dengan daerah yang dicabut giginya.

Diagnosis dan penanganan Dry Socket 

Rasa nyeri setelah pencabutan gigi sudah memberikan dokter gigi petunjuk bahwa seseorang terdiagnosa mengalami dry socket. Dokter akan menanyakan gejala lain yang muncul dan melakukan pemeriksaan mulut untuk mengetahui adanya gumpalan darah pada rongga di gigi dan apakah terjadi paparan tulang. 

Selain itu, terdapat kemungkinan dilakukan X-ray pada mulut dan gigi untuk mengetahui adanya kondisi lain. Adapun dalam penanganannya, terfokus pada pengurangan gejala terutama rasa sakit, antara lain

  • Membersihkan rongga. Rongga dibersihkan dari partikel sisa-sisa makanan atau kotoran lain yang mungkin menyebabkan rasa nyeri atau infeksi.
  • Pengobatan rasa nyeri. Tanyakan kepada dokter gigi mengenai obat penghilang rasa nyeri yang cocok.
  • Pembalutan yang diberi obat. Dokter gigi akan mengaplikasikan pembalutan dengan obat berbentuk gel. Pemberian ini dapat menghilangkan rasa nyeri dengan cepat.
    Keparahan rasa nyeri dan gejala lain akan menentukan apakah diperlukan penggantian balutan dan harus seberapa sering dan apakah diperlukan penanganan lain.
  • Penanganan sendiri. Setelah pembalut diangkat, perlu dilakukan pembersihan rongga sendiri di rumah untuk mempercepat penyembuhan dan menghilangkan kotoran.

    Biasanya, dokter akan memberikan petunjuk dan alat penyemprot untuk menyemprotkan air, air garam, atau resep lain yang harus disemprotkan ke rongga. Penyemprotan harus terus dilakukan hingga rongga tidak terdapat kotoran.

 


Referensi

Akinbami, BO. Godspower, T. (2014). Dry Socket: Incidence, Clinical Features, and Predisposing Factors. International Journal of Dentistry, doi: 10.1155/2014/796102.

American Dental Association. Dry Socket.

Bautista, D. MedicineNet (2018). Dry Socket. WebMD (2018). An Overview of Dry Socket.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit