Distrofi Kornea - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 519.102 orang

Distrofi kornea adalah sekelompok penyakit genetik langka yang mempengaruhi bagian depan mata, kornea. Distrofi kornea menyebabkan penumpukan bahan asing pada lapisan kornea Anda. Seiring dengan waktu, penglihatan Anda mungkin menjadi keruh atau buram.

Distrofi kornea juga:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Cenderung terdapat dalam keluarga
  • Sering mempengaruhi kedua mata
  • Mempengaruhi pria dan wanita, kecuali distrofi Fuchs, yang mempengaruhi sebagian besar wanita
  • Tidak mempengaruhi bagian tubuh lainnya
  • Dapat terjadi bahkan jika Anda dalam keadaan sehat

Perlu diingat bahwa kondisi distrofi kornea dapat memburuk secara perlahan. Beberapa orang dengan distrofi kornea tidak memiliki gejala, sehingga sulit untuk diketahui dan dilakukan pencegahan dini.

Jenis-Jenis Distrofi Kornea

Distrofi kornea dapat dikelompokkan berdasarkan lapisan kornea mana yang terpengaruh. Berikut adalah kategori jenis distrofi kornea:

Distrofi Kornea Anterior atau Superfisial

Distrofi ini mempengaruhi dua lapisan luar kornea , yaitu epitel dan membran Bowman. Distrofi yang termasuk:

  • Distrofi membran dasar epitel
  • Distrofi kornea Lisch
  • Distrofi kornea Meesmann
  • Reis-Bucklers distrofi kornea
  • Distrofi kornea Thiel-Behnke

Jenis distrofi ini seringkali muncul pada sekitar usia 20 tahun, tetapi mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menampakkan gejala.

Jenis yang paling umum dari kelompok ini adalah distrofi membran basement epitel atau yang dikenal sebagai distrofi peta-dot-sidik jari. Pada pemeriksaan mata jenis ini, dokter dapat melihat titik-titik, bentuk sidik jari, atau area abu-abu yang mirip dengan peta pada kornea mata. Penderita jenis distrofi ini seringkali tidak memiliki gejala apapun.

Distrofi Kornea Stroma

Distrofi ini biasanya mempengaruhi stroma, atau lapisan tengah kornea Anda dan dapat berkembang ke lapisan lain. Jenis dalam grup ini meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Distrofi kornea seperti gelatin
  • Distrofi kornea granular
  • Distrofi kornea kisi
  • Distrofi kornea makula
  • Distrofi kornea kristal Schnyder

Distrofi ini sering dimulai ketika Anda masih anak-anak atau remaja. Jenis yang paling umum dari kelompok ini adalah distrofi kisi. Distrofi kisi paling sering muncul antara usia 2 dan 7, tetapi mungkin dapat muncul pada usia berapapun.

Distrofi Kornea Posterior

Kelompok ini mempengaruhi dua lapisan paling dalam yaitu membran Descemet dan endotelium. Golongan kelompok ini adalah:

  • Distrofi endotel herediter bawaan
  • Distrofi kornea endotel Fuchs
  • Distrofi kornea polimorf posterior

Banyak distrofi dalam kelompok ini muncul di awal kehidupan, kadang-kadang saat lahir.

Yang paling umum adalah distrofi kornea Fuchs, yang biasanya dimulai ketika Anda berusia 40-an atau 50-an.

Gejala Distrofi Kornea

Selain penglihatan kabur atau buram, berikut adalah beberapa gejala lain yang dapat muncul:

  • Mata berair
  • Mata kering
  • Silau
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Nyeri di mata
  • Rasa mengganjal di mata
  • Erosi kornea

Pada erosi kornea, dokter dapat memberikan salep, perban, lensa kontak khusus, atau antibiotik untuk pengobatan awal. Jika Anda memiliki erosi kornea berulang kali, perawatan laser bisa menjadi pilihan selanjutnya.

Apakah Pengobatan Distrofi Kornea?

Diagnosis Distrofi Kornea

Untuk menegakan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan mata secara seksama untuk mengamati kondisi mata Anda.  

Alat khusus yang disebut mikroskop lampu celah juga dapat digunakan untuk melihat endapan abnormal pada kornea Anda. Beritahukan kepada dokter apabila Anda memiliki riwayat distrofi kornea dalam keluarga.

Pengobatan Distrofi Kornea

Pengobatan distrofi kornea akan bergantung pada gejala dan jenis distrofi. Jika Anda tidak memiliki gejala, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi perkembangan penyakit. Ketika gejala Anda memburuk, pilihan perawatan yang dapat diberikan lain adalah obat tetes mata dan salep.

Jika penglihatan Anda sangat buruk dan sangat mengganggu kehidupan, dokter dapat menyarankan transplantasi kornea sebagai pilihan terbaik. Dokter dapat mengganti seluruh atau sebagian kornea Anda, tergantung pada jenis distrofi yang Anda miliki. Transplantasi parsial biasanya memiliki angka kesembuhan lebih cepat.

Diskusikan dengan dokter tentang jenis pengobatan atau operasi yang terbaik bagi Anda.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit