Kesehatan Fisik

3 Proses Pembentukan Urine dalam Tubuh

Dipublish tanggal: Apr 24, 2020 Update terakhir: Mei 15, 2020 Waktu baca: 3 menit
3 Proses Pembentukan Urine dalam Tubuh

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Proses pembentukan urine diawali di ginjal, ureter dan tersimpan dalam kandung kemih hingga akhirnya mengalir ke uretra dan keluar saat buang air kecil
  • Urine terbentuk dalam tiga tahapan, yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran)
  • Selain air, urine juga mengandung zat lain (urea) yang terdiri dari amonia dan karbon dioksida sebagai sisa pembuangan dari proses metabolisme tubuh
  • Jika proses pembentukan urine bermasalah, maka hal itu bisa menjadi indikasi suatu penyakit, seperti diabetes mellitus, infeksi saluran kemih, maupun batul ginjal

Urine atau air mani merupakan produk pembuangan yang berasal dari air berlebih di dalam tubuh dan molekul sisa metabolisme selama proses penyaringan yang dilakukan oleh ginjal. Fungsi utama ginjal sendiri adalah untuk mengatur volume darah, osmolaritas plasma, dan pembuangan limbah tubuh, termasuk urine yang dikeluarkan sebagai salah satu bagian dari proses pembuangan sisa cairan tubuh.

Baca juga: 6 Arti Warna Urine

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3 Proses Pembentukan Urine dalam Tubuh

Ada 3 proses pembentukan urine, yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran). 

1. Filtrasi (penyaringan)

Proses pembentukan urine yang terjadi di ginjal diawali dengan proses penyaringan (filtrasi) untuk membuang zat sisa metabolisme tubuh tidak terpakai yang dapat menjadi racun bagi tubuh serta menjaga keseimbangan cairan tubuh dan volume darah. 

Darah akan memasuki arteriol aferen yang mengalir ke glomerulus, lalu komponen darah seperti air dan limbah nitrogen akan disaring dan bergerak menuju bagian dalam glomerulus. Sementara komponen yang tidak dapat disaring, seperti sel dan albumin serum akan dikeluarkan melalui eferen arteriol.

Sekitar 20 persen dari total darah yang dipompa oleh jantung setiap menit akan masuk ke ginjal untuk disaring. Proses tersebut disebut dengan fraksi filtrasi. Sementara 80 persen darah lainnya akan dialirkan ke seluruh tubuh.

2. Reabsorpsi (penyerapan kembali)

Langkah kedua dari proses pembentukan urine adalah penyerapan kembali atau reabsorpsi di mana molekul dan ion akan diserap kembali ke dalam sirkulasi darah. Proses pembentukan urine dalam tahap reabsorpsi ini akan melewati nefron (tubulus proksimal dan tubulus distal), lengkung Henle (loop of Henle), dan saluran pengumpul. 

Air akan bergerak melalui proses osmosis (osmolaritas cairan), di mana air akan bergerak dari area konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. Hasil dari proses pembentukan urine ini adalah urine sekunder.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3. Sekresi (pengeluaran)

Dalam tahap sekresi yang merupakan proses pembentukan urine terakhir, beberapa zat seperti kreatinin, ion hidrogen, dan obat-obatan akan dikeluarkan dari darah melalui jaringan kapiler peritubular ke saluran pengumpul. 

Proses pembentukan urine tahap terakhir ini akan menghasilkan urine dan merupakan cara tubuh menjaga keseimbangan pH, asam dan basa tubuh. Itulah ketiga proses pembentukan urine di mana urine yang terbentuk pada ginjal akan mengalir ke ureter dan tersimpan dalam kandung kemih. Selanjutnya, urine akan mengalir ke uretra dan keluar saat buang air kecil.

Selain air, kandungan lain pada urine bisa berupa urea, molekul yang mudah larut dan terdiri dari amonia dan karbon dioksida, serta menjadi jalan bagi nitrogen yang ada pada amonia untuk dikeluarkan dari tubuh. Urine juga mengandung banyak garam dan komponen limbah pembuangan lainnya. Jika terdapat sel darah merah atau gula pada urine, maka bisa saja itu menjadi indikasi suatu penyakit, seperti cedera glomerulus ataupun diabetes mellitus.

Berkaitan dengan proses pembentukan urine, gangguan tak hanya terjadi pada ginjal, tetapi juga bisa menimbulkan infeksi saluran kemih (ISK). Hal tersebut bisa terjadi jika adanya infeksi bakteri pada saluran kemih yang merupakan saluran pembuangan urine itu sendiri.

Jika kondisi infeksi masih tergolong ringan maka cukup diatasi dengan pemberian obat antibiotik saja. Tetapi jika infeksi bakteri cukup parah maka bisa saja menyebabkan penyakit batu ginjal yang mungkin membutuhkan tindakan operasi untuk penanganannya. Salah satunya adalah dengan operasi laser untuk mengatasi infeksi saluran kemih penyebab batu ginjal tersebut.

Baca juga: Operasi Laser untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih Penyebab Batu Ginjal

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Organ Tubuh dalam Proses Pembentukan Urine

Urine terbentuk juga melibatkan berbagai macam organ yang ada pada tubuh kita. Nah, apa saja sih organ yang terlibat dalam proses pembentukan urine? Yuk kita cek bersama.

Kandung Kemih

Tahukah Anda jika kandung kemih ini memiliki bentuk yang elastis? Ketika tidak ada urine, kandung kemih akan mengecil dan juga membesar ketika ada urine. Berapa banyak urine yang bisa ditampung kandung kemih? Setidaknya 400-600 ml. Maka dari itu kandung kemih terlibat dalam proses pembentukan urine.

Ginjal

Tahukah Anda bahwa ginjal memiliki ukuran sebesar kepalan tangan? Ginjal berfungsi untuk menyaring darah sehingga menghasilkan urine sebagai ilmbah hasil dari penyaringan tersebut. Proses pembentukan urine oleh ginjal memang sangat cepat sebab ginjal punya fungsi membuang segala racun dalam tubuh dalam bentuk urine.

Ureter dan Uretra

Uteter ini terdapat pada laki-laki berbentuk tabung atau selang yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Sedangkan uretra juga berbentuk tabung yang ada pada alat vital pria dan wanita. Uretra berada ditempat keluar urine antara klitoris dan vagina sedangkan uretra berada pada ujung penis.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Visible Body. Filtration, Reabsorption, Secretion: The Three Steps of Urine Formation. (https://www.visiblebody.com/learn/urinary/urine-creation)
Livescience. Urinary System: Facts, Functions & Diseases. (https://www.livescience.com/27012-urinary-system.html)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app