Apakah benar, suplemen makanan dapat membantu penderita diabetes?
Isi dari suplemen makanan adalah vitamin, mineral dan berbagai nutrisi penting lainnya. Kadang, suplemen makanan memang dapat membantu memberikan ekstra nutrisi bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk bagi penderita diabetes, tentunya hal ini harus diimbangi dengan disiplin mengkonsumsi obat, supaya gula darah terus dapat terjaga.
Bagaimana cara suplemen makanan membantu penderita diabetes?
Walaupun hal ini belum dapat dipastikan, namun, diduga beberapa kandungan di dalam suplemen tersebut dapat membantu mengontrol diabetes, yaitu :
Kromium
Dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah dan menurunkan berat badan.
Magnesium
Diperkirakan dapat membantu menjaga kadar insulin.
Vanadium
Untuk membantu meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin.
Tapi jika Anda tidak berhati-hati, penggunaan suplemen makanan justru dapat membahayakan kesehatan Anda, karena beberapa kandungan di dalamnya mungkin tidak dapat digabung dengan obat-obatan yang Anda konsumsi.
Supaya aman, konsultasikan terlebih dahulu suplemen yang akan Anda konsumsi, mengenai takaran dan efek yang mungkin ditimbulkan.
23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wang, Z. Q., Cefalu, W. T. (2010, April). Current concepts about chromium supplementation in type 2 diabetes and insulin resistance. Current Diabetes Reports, 10(2), 145-51. Retrieved from (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20425574)
Rodriqguez-Moran, M., Guerrero-Romero, F. (2011, September). Insulin secretion is decreased in non-diabetic individuals with hypomagnesaemia. Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 27(6), 590-596 (http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/dmrr.1206/abstract)
Kim, D. J., Xun, P., Liu, K., Loria, C., Yokota, K., Jacobs, D. R., He, K. (2010, December). Magnesium intake in relation to systemic inflammation, insulin resistance, and the incidence of diabetes. Diabetes Care, 33(12), 2604-10. Retrieved from (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20807870)
Hafizur, R. M., Kabir, N., Chishti, S. (2011, February). Modulation of pancreatic ß-cells in neonatally streptozotocin-induced type 2 diabetic rats by the ethanolic extract of Momordica charantia fruit pulp. Natural Product Research, 25(4),353-67 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21328131)
Fraser, D. A., Diep, L. M., Hovden, I. A., Nilsen, K. B., Sveen, K. A., Seljeflot, I. Hanssen, K. F. (2012, May). The effects of long-term oral benfotiamine supplementation on peripheral nerve function and inflammatory markers in patients with type 1 diabetes: A 24-month, double-blind, randomized, placebo-controlled trial. Diabetes Care, 35(5),1095-7. Retrieved from (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22446172)
Dong, J. Y., Xun, P., He, K., Qin, L. Q. (2011, September). Magnesium intake and risk of type 2 diabetes: meta-analysis of prospective cohort studies. Diabetes Care, 34(9),2116-22. Retrieved from (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21868780)
Joseph, B., Jini, D. (2013, April). Antidiabetic effects of Momordica charantia (bitter melon) and its medicinal potency. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 3(2), 93-102 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4027280/)
Brasnyo, P., Moinar, G. A., Mohas, M., Marko, L., Laczy, B., Cseh, J., … Wittmann, I. (2011, August). Resveratrol improves insulin sensitivity, reduces oxidative stress and activates the Akt pathway in type 2 diabetic patients. The British Journal of Nutrition, 106(3), 383-9 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21385509)
Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.
Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Terima kasih atas saran dan masukannya! Kami akan meningkatkan kualitas layanan kami agar lebih bermanfaat.
Bagikan artikel ini
Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs
Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di[email protected]