Diabetes dan Suplemen Makanan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Diabetes dan Suplemen Makanan

Apakah benar, suplemen makanan dapat membantu penderita diabetes?

Isi dari suplemen makanan adalah vitamin, mineral dan berbagai nutrisi penting lainnya. Kadang, suplemen makanan memang dapat membantu memberikan ekstra nutrisi bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk bagi penderita diabetes, tentunya hal ini harus diimbangi dengan disiplin mengkonsumsi obat, supaya gula darah terus dapat terjaga.

Bagaimana cara suplemen makanan membantu penderita diabetes? 

Walaupun hal ini belum dapat dipastikan, namun, diduga beberapa kandungan di dalam suplemen tersebut dapat membantu mengontrol diabetes, yaitu :

Kromium

Dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah dan menurunkan berat badan.

Magnesium

Diperkirakan dapat membantu menjaga kadar insulin.

Vanadium

Untuk membantu meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin.

Tapi jika Anda tidak berhati-hati, penggunaan suplemen makanan justru dapat membahayakan kesehatan Anda, karena beberapa kandungan di dalamnya mungkin tidak dapat digabung dengan obat-obatan yang Anda konsumsi.

Supaya aman, konsultasikan terlebih dahulu suplemen yang akan Anda konsumsi, mengenai takaran dan efek yang mungkin ditimbulkan.


23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zinc: Interactions. (2013, November 1) Retrieved from (http://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/zinc/interactions/hrb-20060638)
What is new for an old molecule? Systematic review and recommendations on the use of resveratrol. (2011, June) (http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0019881)
Wang, Z. Q., Cefalu, W. T. (2010, April). Current concepts about chromium supplementation in type 2 diabetes and insulin resistance. Current Diabetes Reports, 10(2), 145-51. Retrieved from (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20425574)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app