ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Delima Merah: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Jan 21, 2021 Update terakhir: Jan 21, 2021 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Delima merah adalah buah mengandung zat antioksidan yang bisa membantu mengatasi tekanan darah tinggi;
  • Manfaat delima merah juga dapat memperlambat perkembangan aterosklerosis hingga meningkatkan performa atlet;
  • Dosis delima merah untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah 43-330 ml jus delima merah, dikonsumsi setiap hari selama 18 bulan;
  • Efek samping ekstrak delima merah yang dapat terjadi adalah kulit gatal, bengkak, hidung berair (meler), dan sulit bernapas;
  • Jus delima merah cenderung aman untuk ibu hamil maupun menyusui, tetapi keamanan ekstraknya belum diketahui;
  • Klik untuk mendapatkan produk mengandung delima merah berupa Amazon Plus atau asupan gizi dan nutrisi lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Delima merah adalah buah yang mengandung zat antioksidan sehingga bisa digunakan untuk mengatasi sejumlah penyakit. Mulai dari mengatasi tekanan darah tinggi, meningkatkan performa atlet, hingga meringankan gejala penyakit jantung dan diabetes.

Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kandungan zat kimia dalam jus delima dapat memperlambat perkembangan aterosklerosis. Buah yang satu ini juga berpotensi membantu melawan sel kanker dalam tubuh. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna membuktikan manfaat delima merah bagi kesehatan.

Mengenai Delima Merah

Golongan

Tanaman herbal

Kemasan

  • Kapsul
  • Jus

Kandungan

Setengah buah delima merah mengandung:

  • 64 kalori
  • 1 gram protein
  • 1 gram lemak
  • 14 gram karbohidrat
  • 3 gram serat
  • 11 gram gula
  • Folat
  • VItamin K
  • Vitamin E
  • Vitamin B7
  • Kalium

Manfaat Delima Merah

Buah delima merah cukup banyak dicari untuk membantu menurunkan tekanan darah. Menurut sejumlah penelitian, minum jus delima bisa menurunkan kadar tekanan darah sistolik hingga 5 mmHg. Meski dikonsumsi dalam dosis rendah pun, manfaatnya akan sama. 

Selain itu, manfaat delima merah juga dapat:

  • Membantu mengurangi gejala diabetes;
  • Membantu meningkatan aliran darah ke jantung;
  • Membantu meningkatkan performa atlet;
  • Memperlambat perkembangan aterosklerosis;
  • Membantu melawan sel kanker;
  • Mengurangi plak pada gigi;

Akan tetapi, masih diperlukan studi lebih lanjut guna membuktikan khasiat delima merah tersebut bagi kesehatan.

Efek samping Delima Merah

Secara umum, jus delima merah cenderung aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Begitu juga dengan ekstrak buah delima yang dinilai aman digunakan secara oral maupun dioleskan pada kulit (dalam bentuk topikal).

Akan tetapi, sama seperti obat dan herbal lainnya, ekstrak buah delima merah juga dapat menimbulkan reaksi efek samping pada beberapa orang, terutama bagi yang tubuhnya sensitif. Sejumlah efek samping ekstrak delima merah yang mungkin terjadi meliputi:

  • Kulit gatal;
  • Bengkak;
  • Hidung berair (meler);
  • Sulit bernapas.

Akan tetapi, setiap orang mungkin memberikan reaksi yang berbeda-beda. Hal ini tergantung dari usia, dosis penggunaan, dan ketahanan tubuh masing-masing. Jika efek samping berlanjut atau bahkan memburuk, segera periksakan diri ke dokter.

Dosis Delima Merah

Dosis delima merah bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Dosis delima merah untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah 43-330 ml jus delima merah, dikonsumsi setiap hari selama 18 bulan. Akan tetapi, obat herbal ini tetap tidak dapat menggantikan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Penting diketahui bahwa tidak semua produk alami alias herbal tergolong aman. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk yang tertera pada label kemasan. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker sebelum minum suplemen mengandung delima merah.

Interaksi Delima Merah

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja herbal. Sebagai akibatnya, herbal tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun dalam tubuh.

Jenis obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan delima merah adalah:

  • Cytochrome P450 2D6 (CYP2D6), seperti amitriptyline, codeine, desipramine, flecainide, fluoxetine, ondansetron, dan tramadol: meningkatkan efek samping obat dalam tubuh;
  • Obat hipertensi golongan ACE inhibitor, seperti captopril, elanapril, lisinopril, dan ramipril: berisiko membuat tekanan darah terus merosot;
  • Rosuvastatin: meningkatkan reaksi efek samping obat dalam tubuh.

Kemungkinan ada jenis obat lainnya yang juga dapat berinteraksi dengan buah delima, tetapi belum tercantum dalam daftar di atas. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan produk mengandung delima merah adalah:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu, terutama tekanan darah rendah;
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Jus delima merah cenderung aman untuk ibu hamil maupun menyusui. Namun, belum diketahui soal keamanan bentuk ekstraknnya. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ekstrak buah delima merah saat hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan;
  • Minum jus delima dapat menurunkan tekanan darah, sehingga sebaiknya dihindari oleh orang-orang dengan tekanan darah rendah supaya tekanan darahnya tidak terus merosot;
  • Hentikan konsumsi delima merah setidaknya 2 minggu sebelum jadwal operasi.

Artikel terkait:


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hindawi. The Pomegranate: Effects on Bacteria and Viruses That Influence HUman Health. (https://www.hindawi.com/journals/ecam/2013/606212/). 20 Mei 2013.
WebMD. Health Benefits of Pomegranates. (https://www.webmd.com/diet/health-benefits-pomegranates#1). 17 September 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app