Dejavu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 15, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 2 menit

Dejavu (déjà vu) adalah kondisi di mana seseorang merasa yakin sedang mengalami atau menyaksikan suatu kejadian yang sebelumnya pernah terjadi. Seseorang yang mengalami dejavu akan merasa bahwa peristiwa yang baru saja terjadi sudah pernah terjadi sebelumnya. Padahal sesungguhnya hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Apa itu Dejavu?

Kata Dejavu berasal dari bahasa Perancis dengan ejaan déjà vu yang berarti pernah melihat. Kondisi ini memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Merupakan suatu fenomena yang terjadi sekejap dan dapat timbul kapan saja.
  • Timbul secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi kapan akan datang.
  • Dejavu tidak dapat diciptakan.
  • Terjadi kapan saja, fenomena ini dapat terjadi pada saat memulai suatu percakapan, suatu kegiatan, atau mendatangi suatu tempat yang baru.

Hampir 60–80% orang pernah mengalami Dejavu dan pengalamannya berbeda-beda. Orang dewasa mampu menyadari bahwa dirinya sedang mengalami Dejavu dibandingkan anak-anak. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan Dejavu dialami oleh anak-anak.

Penyebab Dejavu

Mekanisme terjadinya Dejavu sampai saat ini masih menjadi suatu misteri. Sangat sulit untuk meneliti Dejavu di dalam laboratorium sehingga faktor penyebabnya masih belum diketahui secara pasti hingga hari ini.

Para peneliti masih mencurigai kemungkinan adanya keterkaitan antara Dejavu dengan sistem penyimpanan memori di otak seseorang. Hal ini menyebabkan ada orang yang lebih sering mengalami Dejavu dan ada juga yang tidak. Bagian otak yang banyak dipelajari dalam hal ini adalah lobus temporal, di mana bagian tersebut berperan dalam membuat dan menyimpan memori. Selain itu, bagian temporal juga berperan dalam proses pengenalan kemiripan suatu obyek.

Adanya ganggguan pada aktivitas neural di bagian temporal otak diduga berperan dalam terjadinya Dejavu. Pasien epilepsi yang memang mengalami gangguan neural pada serabut sarafnya, memiliki risiko lebih besar mengalami Dejavu dibandingkan orang biasanya.

Orang normal sesekali mengalami “loncatan” arus listrik di otak walaupun tidak separah pasien epilepsi, sehingga otak secara langsung membentuk suatu persepsi yang menyeluruh terhadap lingkungan sekitarnya, walaupun gambaran yang diterima otak hanya sebagian.

Cara Mengatasi Dejavu

Dejavu bukanlah suatu penyakit atau kelainan tertentu, melainkan hanyalah suatu fenomena yang tidak lazim terjadi dan tidak sampai menyebabkan gangguan aktivitas yang berarti. Sampai saat ini belum pernah terjadi kasus Dejavu yang menimbulkan suatu permasalahan dan belum ditemukan cara untuk mengobati atau mencegah terjadinya Dejavu. Oleh karena itu, orang yang mengalami Dejavu tidak pernah sampai berobat ke dokter. 


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Harden CL, et al. Practice parameter update: Management issues for women with epilepsy — Focus on pregnancy (an evidence-based review): Teratogenesis and perinatal outcomes. Neurology. 2009;73:133.
Crepeau AZ, et al. Management of adult onset seizures. Mayo Clinic Proceedings. 2017;92:306.
Seizure first aid. U.S. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/epilepsy/basics/first-aid.htm.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app