Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI
Pengobatan

Panduan Lengkap CPR Atau Resusitasi Jantung Paru

Update terakhir: DEC 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 724.366 orang

Panduan Lengkap CPR Atau Resusitasi Jantung Paru

Cardiopulmonary Resuscitation atau CPR adalah sebuah teknik pertolongan pertama untuk memberikan napas buatan kepada orang yang detak jantungnya berhenti. Teknik ini merupakan salah satu teknik kompresi dada dan bisa dilakukan untuk orang yang tiba-tiba tidak bisa bernapas.

Nama lain dari tindakan CPR adalah resusitasi jantung paru atau disingkat RJP. Biasanya, teknik ini dilakukan kepada orang yang tenggelam di air atau terkena serangan jantung secara mendadak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Yang harus diperhatikan sebelum memberikan CPR

Jantung yang berhenti berdetak dapat membahayakan banyak organ vital dalam tubuh. Pasalnya, ketika kerja jantung berhenti, maka peredaran darah penuh oksigen yang seharusnya dialirkan ke otak dan organ lainnya juga akan ikut berhenti.  

Apabila dibiarkan, hal ini bisa memicu terjadinya kerusakan otak pada diri seseorang. Tidak jarang, kasus kerusakan otak ini akan berakhir pada kematian. Nah, di sinilah peran tindakan CPR atau RJP untuk menolong jantung agar berdetak kembali dan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. 

Namun sebelum melakukan tindakan CPR, ada beberapa hal atau tips yang bisa Anda terapkan, seperti:

  • Memeriksa lokasi keamanan yang ada di sekitar pasien.
  • Memeriksa apakah pasien masih sadar atau tidak. Panggil nama pasien dengan suara lantang atau goyangkan tubuhnya tidak terlalu keras. 
  • Melakukan evaluasi pernapasan. Evaluasi pernapasan bisa dilakukan dengan memeriksa dada, mulut, dan hidung. Rasakan apakah ada hembusan napas dari pasien selama 10 detik. 
  • Memeriksa denyut nadi melalui pergelangan tangan. 
  • Memanggil orang medis, Anda bisa menelepon rumah sakit atau menekan tombol darurat 118. 

Apakah orang non medis bisa memberikan CPR?

Jawabannya, tentu bisa. CPR tidak harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis, kok.

Tindakan CPR harus dilakukan dengan benar dan secepat mungkin demi menyelamatkan nyawa seseorang. Teknik CPR yang Anda lakukan mungkin saja berbeda dengan apa yang dilakukan oleh tenaga medis. Asalkan tujuannya sama, yakni untuk menyelamatkan nyawa, maka orang awam boleh saja untuk melakukan tindakan CPR. 

Cara tepat melakukan CPR

Ada tiga langkah utama yang harus dilakukan apabila akan memberikan CPR, yakni:

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Langkah pertama : kompresi dada 

Langkah pertama saat melakukan CPR adalah membaringkan tubuh pasien di atas permukaan yang keras. Setelah itu, Anda bisa berlutut di bagian samping antara leher dan bahu pasien.

Letakkanlah salah satu telapak tangan Anda di bagian tengah dada di antara puting. Jika sudah, maka letakkan telapak tangan yang satunya diatas tangan yang pertama. 

Tekan dada pasien kira-kira sedalam 5 cm sebanyak 30 kali, dengan kecepatan 1-2 kali tekanan per detik. Gunakan semua kekuatan tubuh bagian atas agar tekanan menjadi lebih kuat.

Apabila pasien menunjukkan tanda bernapas, maka segera cek kesadarannya. Jika belum, Anda bisa memberikan napas buatan hanya untuk orang yang sudah kompeten saja. 

Kalau Anda merasa tidak percaya diri untuk melakukan napas buatan, maka Anda bisa terus melakukan kompresi dada sampai tenaga medis datang dan membantu. 

Langkah kedua : buka saluran pernapasan 

Bukalah saluran pernapasan pasien dengan cara mendongakkan kepalanya. Setelah itu, Anda bisa meletakkan tangan di bagian dahi. Jika sudah melakukan kedua hal tersebut, maka Anda bisa mengangkat dagu pasien agar memudahkan dia untuk bernapas. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Langkah ketiga : berikan napas buatan 

Apabila mulut pasien tidak terluka, maka Anda bisa memberikan pernapasan dari mulut ke mulut. Namun jika kondisi mulut pasien terluka, maka Anda bisa menyalurkan napas buatan melalui hidung.

Perbaiki posisi leher apabila pasien belum bisa bernapas melalui napas buatan. Setelah melakukan napas buatan, Anda bisa melakukan kompresi dada sebanyak 30 kali.

Perlu dicatat bahwa jangan terlalu sering memberikan napas buatan, maksimal 2 kali sebelum melakukan kompresi dada. Teknik ini hanya bisa dilakukan untuk orang dewasa dan remaja, tidak untuk bayi dan anak-anak. 

Saat seseorang membutuhkan pertolongan, maka lebih baik Anda mencobanya daripada hanya diam dan melihat orang tersebut kehilangan napasnya. Melakukan CPR memang tidak mudah, tapi tak ada salahnya untuk belajar agar bisa menolong orang lain. 

Baca Juga: Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Referensi

Medical News Today. (2019). CPR Steps: A Visual Guide.

British Heart Foundation. How to Do CPR.

Mayo Clinic. (2018). Cardiopulmonary Resuscitation (CPR): First Aid.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit