Cegah Nyeri Punggung Dengan Yoga

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Cegah Nyeri Punggung Dengan Yoga

Sebuah penelitian, mengadakan uji coba terhadap Sembilan puluh orang, yang dibagi menjadi dua kelompok, berusia dua puluh tiga sampai dengan enam puluh enam tahun. Seluruhnya adalah orang-orang yang mengalami keterbatasan akibat sakit punggung.

Grup A, menjalani terapi punggung dengan yoga, seminggu dua kali selama enam bulan, sedangkan grup B melanjutkan dengan terapi punggung biasa. Hasilnya, mereka yang melakukan yoga, justru merasakan lebih banyak kemajuan, misalnya, nyeri dan depresi jauh lebih berkurang dan dapat melakukan aktivitas lebih banyak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Mengapa yoga?

Beberapa pose yoga sangat baik untuk melatih keseimbangan tubuh, kelenturan dan kekuatan otot-otot punggung, perut dan bokong. Lagipula, peralatan untuk melakukan yoga relativ terjangkau, tidak terlalu sulit dilakukan dan dapat dilakukan dimana saja.

Jangan berhenti berolahraga.

Sebagian besar penderita gangguan punggung bagian bawah, menghentikan aktivitas fisiknya karena nyeri atau justru takut jika nyeri nya bertambah parah. Dan hal itu menyebabkan tulang semakin lemah. Selain dengan yoga, Anda juga dapat mencoba pilates. Anda tidak perlu takut nyeri punggung Anda bertambah dengan beraktivitas, selama aktivitas tersebut tidak berlebihan.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Saper RB, et al. (2017). Yoga, physical therapy, or education for chronic low back pain: A randomized noninferiority trial. DOI: (https://annals.org/aim/fullarticle/2633223/yoga-physical-therapy-education-chronic-low-back-pain)
Qaseem A, et al. (2017). Noninvasive treatments for acute, subacute, and chronic low back pain: A clinical practice guideline from the American College of Physicians. (http://annals.org/aim/article/2603228/noninvasive-treatments-acute-subacute-chronic-low-back-pain-clinical-practice)
Participant guidebook: Back to health: A study comparing yoga, physical therapy, and education for chronic low back pain. (n.d.). (https://static-content.springer.com/esm/art%3A10.1186%2F1745-6215-15-67/MediaObjects/13063_2013_1959_MOESM1_ESM.pdf)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app