Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Mulut dan Gigi

Cara Tuntas Mengatasi Bau Mulut

Update terakhir: SEP 13, 2019 Tinjau pada SEP 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.027.292 orang

Cara Tuntas Mengatasi Bau Mulut

Cara Tuntas Mengatasi Bau Mulut - Setiap orang pasti pernah mengalami Bau mulut tak sedap, tak jarang hal itu membuat tidak PeDe ketika berbicara atau mengobrol dekat dengan orang lain. Nah, jika anda merasa tidak nyaman dengan bau mulut yang anda alami atasi segera masalah bau mulut tersebut secara tuntas.

Untuk mengatasi Bau Mulut pertama-tama penting sekali mengetahui apa yang menjadi penyebab bau mulut tersebut, karena berbeda penyebab berbeda pula penanganannya. Hal ini dimaksudkan agar sembuh dengan tuntas dan bau mulut tidak akan berulang.

Jika bau mulut berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut

Untuk penyebab yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut, dokter gigi dapat membantu anda mengatasinya, perwatan yang dilakukan meliputi:

Obat Kumur dan pasta gigi

Jika bau mulut tak sedap disebabkan oleh penumpukan bakteri (plak) pada gigi, dokter gigi akan merekomendasikan obat kumur yang membunuh bakteri. Larutan kumur yang mengandung klorida cetylpyridinium dan klorheksidin dapat mencegah produksi bau yang menyebabkan bau mulut. Dokter gigi mungkin juga merekomendasikan pasta gigi yang mengandung agen antibakteri untuk membunuh bakteri yang menyebabkan penumpukan plak.

Pengobatan penyakit gigi.

Jika dokter gigi menemukan bahwa Anda memiliki penyakit gusi, mungkin dia akan dirujuk ke spesialis gusi (periodontist). Penyakit gusi dapat berupa erosi gusi sehingga meninggalkan kantong tebal yang dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri penyebab bau mulut tak sedap. Selain itu Gigi berlubang juga dapat menyebabkan bau mulut tak sedap, bila memungkinkan lubang tersebut akan ditambal, namun apabila sudah tidak dapat dipertahankan pencabutan gigi adalah solusinya.

Cara mudah untuk mengurangi atau mencegah bau mulut tak sedap:

Sikat gigi setelah makan

Sikatlah gigi setelah makan secara rutin. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride setidaknya dua kali sehari, terutama setelah makan. Pasta gigi dengan sifat antibakteri telah terbukti mengurangi bau mulut tak sedap.

Flossing

Flossing atau membersihkan sela-sela gigi dengan benang khusus akan dapat  menghilangkan partikel makanan dan plak dari sela-sela gigi, membantu untuk mengontrol bau mulut.

Sikat lidah

Lidahmu adalah pelabuhan bakteri, sehingga menyikatnya dapat membantu mengurangi bau mulut tak sedap.

Bersihkan gigi palsu atau peralatan gigi.

Jika Anda memakai gigi tiruan, bersihkan secara menyeluruh setidaknya sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter gigi.

Hindari mulut kering

Untuk menjaga mulut agar tidak kering, perbanyak minum dan hindari merokok, kopi,dan alkohol. Mengunyah permen karet atau menghisap permen juga baik dilakukan karena merangsang air liur. Jika Anda mengalami mulut kering yang kronis (lama), dokter gigi atau dokter mungkin meresepkan persiapan saliva buatan atau obat oral yang merangsang keluarnya air liur.

Hindari makanan penyebab bau mulut

Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan bau mulut. Hindari makanan yang lengket,  makanan bergula makanan yang mengandung gas seperti pete dan jengkol.

Secara teratur mengganti sikat gigi dengan yang baru

Mengganti sikat gigi ketika sudah berjumbai, setiap satu bulan sekali, dan memilih sikat gigi yang berbulu lembut.

Jadwal pemeriksaan gigi teratur.

Kunjungi dokter gigi secara teratur - biasanya minimal 6 bulan sekali agar gigi atau gigi palsu dapat diperiksa dan dibersihkan.

Menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten adalah penting sekali untuk mengurangi bau mulut, membantu menghindari gigi berlubang dan menurunkan risiko penyakit gusi. Perawatan lebih lanjut untuk bau mulut dapat bervariasi, tergantung pada penyebabnya.

 

Referensi

Aylıkcı, B. & Çolak, H. (2013). Halitosis: From Diagnosis to Management. Journal of Natural Science, Biology and Medicine. 4(1), pp. 14-23.

Bollen, CM. Beikler, T. (2012). Halitosis: the multidisciplinary approach. Int J Oral Sci, 4(2), pp. 55-63.

Garaniya, N. & Bapodra, A. (2014). Ethno Botanical and Phytophrmacological Potential of Abrus precatorius L.: A Review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 4(Suppl 1), pp. S27–S34.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit