Cara Tepat Menyimpan Daging Agar Tahan Lama Sampai Berbulan-bulan

Dipublish tanggal: Agu 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cara Tepat Menyimpan Daging Agar Tahan Lama Sampai Berbulan-bulan

Berbagai jenis bakteri dapat hidup di dalam produk berbasis hewani, salah satunya daging. Itulah alasannya mengapa kita harus memasak daging hingga benar-benar matang supaya bakteri tadi mati dan tidak memicu penyakit. Selain itu, mengetahui cara menyimpan daging yang tepat juga tak kalah penting untuk mencegah risiko penularan penyakit.

Berapa lama daging bisa bertahan di dalam kulkas?

Menurut panduan dari U.S Department of Agriculture (USDA), ada 2 jenis bakteri yang bisa berkembang di dalam makanan dan daging, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Bakteri patogen, yaitu bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Jenis bakteri ini dapat tumbuh dengan cepat pada bahan makanan yang tidak disimpan di kulkas. Biasanya sulit dideteksi dari tekstur fisik, bau, bahkan rasa dari makanan dan bisa membuat Anda jatuh sakit seketika.
  • Bakteri pembusuk, yaitu bakteri yang tumbuh dan berkembang pada saat bahan makanan mulai membusuk. Jenis bakteri ini dapat mengubah bentuk, bau, dan rasa makanan. Namun, bakteri pembusuk lebih kecil kemungkinannya untuk membuat Anda jatuh sakit.

Nah, disinilah pentingnya mengetahui cara menyimpan daging yang benar. Jika disisihkan dan disimpan dengan tepat, daging bisa lebih tahan lama dan awet sampai waktunya dimasak.

Daging termasuk bahan makanan yang mudah rusak. Jika tidak ingin segera dimasak, apa pun jenis dagingnya harus disimpan pada suhu dingin, baik di kulkas atau freezer. Fungsinya untuk mempertahankan kandungan nutrisi dan mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa menurunkan kualitas daging.

Secara umum, daging mentah dapat bertahan sekitar 3 hari di dalam kulkas. Apabila Anda belum berencana masak daging dalam waktu 3 hari ke depan, sebaiknya simpan daging di dalam freezer.

Berikut ini daya simpan daging sesuai dengan jenis dagingnya, yaitu:

  • Daging unggas: 1-2 hari di kulkas; 9-12 bulan di freezer, khusus jeroan ayam hanya mampu bertahan 3-4 bulan.
  • Daging giling: 1-2 hari di kulkas; 3-4 bulan di freezer.
  • Daging sapi dan jenis daging merah lainnya: 3-4 hari di kulkas; 4-12 bulan di freezer.
  • Ikan: 1-2 hari di kulkas; 6 bulan di freezer, khusus ikan berlemak seperti salmon hanya mampu bertahan 2-3 bulan.
  • Kerang dan udang: 1-2 hari di kulkas; 3-4 bulan di freezer.
  • Olahan daging, seperti sosis atau daging asap: 2-7 hari di kulkas; 1-2 bulan di freezer.

Ketahanan daging di dalam kulkas atau freezer juga tergantung dari suhu penyimpanan. Atur suhu freezer hingga -17,8°C agar nutrisi dalam daging tetap terjaga dan fresh. Sementara suhu kulkas sebaiknya diatur hingga 1,1°C untuk memperpanjang daya simpan daging.

Baca Juga: Cairan Merah Pada Steak Daging Bukan Darah. Lantas, Apakah Aman Dikonsumsi?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Cara menyimpan daging di kulkas atau freezer yang benar

Agar daging bisa tahan lama sesuai jangka waktu yang disebutkan di atas, daging harus disimpan dengan benar. Supaya tidak salah langkah, berikut cara menyimpan daging yang tepat:

  1. Periksa kondisi daging, apakah masih layak dikonsumsi atau tidak. Pastikan daging tidak busuk, kemudian dari segi warna, bau, dan teksturnya juga tidak berubah.
  2. Kalau Anda ingin langsung memasak daging, cuci daging sampai benar-benar bersih untuk membilas kotoran yang menempel.
  3. Jika Anda tidak berencana memasak daging hari ini, langsung simpan di dalam kulkas atau freezer dan sebaiknya jangan dicuci. Alih-alih membersihkan, kuman-kuman justru bisa masuk ke dalam pori-pori daging dan kualitasnya jadi rusak.
  4. Potong daging menjadi beberapa bagian sebelum mulai disimpan.
  5. Masukkan ke dalam wadah tertutup atau plastik transparan dengan porsi daging untuk satu kali masak. Ketika Anda butuh daging untuk dimasak, Anda tinggal mengambil potongan daging di dalam wadah atau plastik sesuai kebutuhan. Jadi, Anda tak perlu repot-repot menakar daging dan sisa daging lainnya bisa tetap beku.
  6. Masukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu selama kurang lebih 6 jam. Setelah daging mulai dingin, pindahkan ke dalam freezer.
  7. Hindari merebus daging untuk mencairkan daging beku. Caranya, masukkan plastik berisi daging beku ke dalam semangkuk air, lalu tunggu sampai daging lunak.

Baca Selengkapnya: 4 Bahaya Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-Cirinya)

Yang harus diperhatikan saat menyimpan daging di kulkas

Selain memperhatikan cara menyimpan daging, ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda pertimbangkan sebelum memasak daging, di antaranya:

  • Hindari menyimpan daging sapi yang sudah berubah warna menjadi cokelat tua, baunya menyengat, keras, atau berlendir.
  • Hindari menyimpan daging unggas yang warnanya pucat, baunya tajam, keras, atau berlendir.
  • Hindari menyimpan ikan yang warnanya tampak pudar atau pucat, berlendir, atau baunya sangat amis.
  • Hindari meletakkan daging berdekatan dengan bahan makanan lainnya, terutama sayur dan buah. Hal ini bertujuan untuk menghindari perpindahan bakteri dari daging ke sayur atau buah dan mencegah kontaminasi makanan.
  • Gunakan pisau dan talenan khusus daging saat ingin memotong daging. Jangan gunakan pisau atau talenan yang sama bila ingin memotong sayur atau buah untuk mencegah kontaminasi makanan.
  • Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memotong, memasak, hingga menyiapkan daging yang sudah matang.

Baca Juga: Makan Daging Kambing Bikin Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Teisl MF, et al. (2016). Importance of cohorts in analyzing trends in safe at-home food-handling practices. DOI: (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0956713515302620#bib69)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Biar Suka Makan Sayur, Ini 4 Resep Masakan Olahan Sayur yang Wajib Dicoba
Biar Suka Makan Sayur, Ini 4 Resep Masakan Olahan Sayur yang Wajib Dicoba

Untuk mengatasi hal ini, pengolahan yang tepat dari beragam sayuran menjadi cara yang tepat agar anak ataupun anda lebih doyan makan sayuran. Berikut ini telah kami rangkum empat resep olahan sayuran terenak dan sederhana yang bisa anda coba di rumah.

Inilah 7 Bahan Penting dalam Krim Anti-Aging
Inilah 7 Bahan Penting dalam Krim Anti-Aging

Proses penuaan pada wajah manusia dapat diperlambat bahkan disamarkan. Tetapi tidak semua produk yang banyak dijual di pasaran memiliki kandungan bahan anti-aging terbaik. Apa saja bahan yang perlu ada di krim anti-aging? Simak penjelasan selanjutnya ya.

Buka di app