Capgras Syndrome - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 18, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Apakah Capgras Syndrome itu?

Capgras Syndrome adalah kondisi psikologis yang biasa dikenal juga sebagai "sindrom peniru" atau "delusi Capgras". Secara irasional, seseorang yang mengalami Capgras Syndrome memiliki keyakinan bahwa seseorang yang mereka kenal telah digantikan oleh penipu yang meniru. Bahkan ini juga dapat terjadi pada hewan peliharaan ataupun benda mati yang dianggap penipu, bukan yang asli.

Sebenarnya penderita Capgras Syndrome masih dapat mengenali orang terdekatnya. Walaupun secara fisik dan penampilan memiliki tampak yang sama tetapi mereka merasa tidak memiliki kedekatan emosional dengan orang tersebut sehingga ini yang menimbulkan anggapan bahwa orang tersebut penipu.

Penderita Capgras Syndrome dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Tetapi sebagian besar kasus Capgras Syndrome terjadi pada wanita. Capgras Syndrome diberi nama oleh Joseph Capgras, seorang psikiater Perancis yang bersama rekannya, pertama kali menggambarkan gangguan ini pada tahun 1923. Capgras Syndrome adalah salah satu dari beberapa kondisi yang diklasifikasikan sebagai sindrom misidentifikasi delusi (DMS).

Mengenai Capgras Syndrome

Penyebab Capgras Syndrome

Belum ada penyebab pasti terjadinya Capgras Syndrome, tetapi salah satu teori menyebutkan bahwa penyebab Capgras Syndrome yang paling umum terjadi karena cedera otak yang melibatkan lesi pada otak. Ini terjadi ketika cedera di belakang belahan kanan, karena di posisi itu otak kita melakukan proses pengenalan wajah. 

Lesi traumatis pada otak terjadi di lebih dari sepertiga keseluruhan kasus yang didokumentasikan berdasarkan kondisi Capgras Syndrome yang diamati dalam sebuah penelitian.

Beberapa peneliti juga menyebutkan bahwa Capgras Syndrome dapat disebabkan oleh masalah lain di dalam otak, seperti atrofi, lesi, atau disfungsi otak. Capgras Syndrome juga dapat disebabkan oleh kombinasi dari perubahan fisik dan kognitif serta adanya masalah dengan pemrosesan informasi yang bertepatan dengan rusak atau hilangnya memori.

Capgras Syndrome sering dikaitkan dengan Penyakit Alzheimer atau demensia yang dianggap sebagai penyebab, di mana penyakit tersebut dapat mengubah dan mempengaruhi daya ingat serta dapat mengubah kesadaran mengenai sebuah kenyataan.

Capgras Syndrome juga memiliki kaitan dengan hipotiroidisme atau kelenjar tiroid yang kurang aktif sehingga ketidakseimbangan hormon juga dapat menjadi faktor risiko. Dalam kasus yang jarang terjadi, penderita epilepsi juga dapat mengalami Capgras Syndrome.

Selain itu, Skizofrenia, khususnya skizofrenia halusinasi paranoid, dapat menyebabkan Capgras Syndrome karena dapat mempengaruhi perasaan realitas seseorang dan dapat menyebabkan delusi.

Gejala Capgras Syndrome

Gejala yang paling jelas terlihat adalah ketika penderita Capgras Syndrome mulai percaya bahwa orang terdekatnya ada ganda atau telah digantikan oleh orang lain.

Kondisi Capgras Syndrome dapat membuat bingung dan frustasi serta dapat sangat mengganggu bagi para penderita ataupun orang terdekatnya karena para penderita Capgras Syndrome tetap dapat bertindak normal kecuali ketika berhubungan dengan seseorang yang dianggap penipu tersebut. Hal ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, kegelisahan, stress, kemarahan, bahkan pertengakaran.

Pencegahan Capgras Syndrome

Hingga saat ini belum ditemukan metode pecegahan Capgras Syndrome, tetapi diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mengurangi gangguan yang dialami penderita ataupun orang terdekat.

Pengobatan Capgras Syndrome

Penelitian mengenai metode pengobatan khusus Capgras Syndrome masih perlu diteliti lebih lanjut, tetapi ada beberapa metode pilihan perawatan yang dapat membantu mengatasi penyebab yang mendasari dan mengurangi gejala yang dialami penderita Capgras Syndrome.

Jika mengalami atau menemukan seseorang dengan gejala Capgras Syndrome, maka perlu berdiskusi dengan psikolog atau dokter sesegera mungkin.

Beberapa metode pengobatan untuk kondisi yang mendasari terjadinya Capgras Syndrome:

  • Obat-obatan, seperti inhibitor cholinesterase, yang meningkatkan neurotransmiter yang terlibat dalam memori dan penilaian untuk penderita demensia dan penyakit Alzheimer
  • Antipsikotik dan terapi untuk penderita skizofrenia
  • Pembedahan/operasi untuk penderita lesi otak atau trauma kepala (jika diperlukan)

Selain pengobatan bagi para penderita Capgras Syndrome, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang terdekat penderita Capgras Syndrome, di antaranya:

  • Bersabar dan memberi simpati, karena Capgras Syndrome dapat menyebabkan ketakutan dan kecemasan
  • Membatasi paparan “penipu” ketika gejala sedang terjadi pada penderita Capgras Syndrome
  • Membiarkan “penipu” berbicara atau memanggil terlebih dahulu karena penderita Capgras Syndrome dapat mengenali suara
  • Jangan berdebat dengan penderita Capgras Syndrome mengenai “penipu”
  • Mengakui dan menerima perasaan mengenai kebingungan identitas yang dialami penderita Capgras Syndrome
  • Menciptakan lingkungan yang ramah dan positif sehingga membuat penderita Capgras Syndrome merasa aman

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Timothy J. Legg, Ph.D., CRNP, Capgras syndrome (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320042.php), 16 November 2017.
Timothy J. Legg, PhD, CRNP, Capgras syndrome (https://www.healthline.com/health/capgras-syndrome), 1 May 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app