Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Menerima Vaksin COVID-19?

Dipublish tanggal: Jan 19, 2021 Update terakhir: Jul 5, 2021 Waktu baca: 3 menit
Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Menerima Vaksin COVID-19?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Ibu hamil tidak diikutsertakan dalam proses pengujian vaksin Sinovac di Bandung dengan mempertimbangkan potensi risikonya;
  • Vaksin COVID-19 untuk ibu hamil diprioritaskan pada kelompok berisiko tinggi (usia di atas 35 tahun, IMT di atas 50, dengan komorbid diabetes atau hipertensi) dan kelompok yang berisiko tinggi terpapar seperti tenaga kesehatan.
  • Ibu menyusui diperbolehkan untuk vaksinasi COVID-19 dengan dilakukan anamnesa terlebih dahulu;
  • Sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah, kecuali ada keperluan mendesak seperti kontrol kehamilan dan tindakan medis lainnya;
  • Tetap lakukan protokol kesehatan selama pandemi, seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak;
  • Dapatkan paket tes COVID-19 dan pemeriksaan kandungan dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall;
  • Klik untuk membeli asupan vitamin dan suplemen dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Setelah melewati uji klinis fase 3, vaksin Coronavax buatan Sinovac Biotech Incorporated mulai digunakan di Indonesia sejak 13 Januari 2021. Meski diharapkan bisa didapatkan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, ternyata ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebelum divaksinasi. Mulanya, ibu hamil tidak boleh disuntik vaksin COVID-19, sedangkan ibu menyusui diperbolehkan. Kenapa begitu?

Kenapa ibu hamil awalnya tidak boleh divaksin COVID? 

Kehadiran vaksin COVID-19 menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia terhadap berakhirnya pandemi di Tanah Air. Indonesia sendiri sudah memulai proses penyuntikan pada presiden, jajaran pemerintahan, hingga tenaga kesehatan dan ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Namun, vaksin buatan China ini memiliki kriteria tertentu yang harus dipenuhi sebelum diberikan pada calon penerima. Awalnya, jika sedang hamil, Anda tidak disarankan untuk suntik vaksin COVID-19. Mengapa?

Sebab, data tentang vaksin COVID-19 pada ibu hamil masih tergolong minim. Kebanyakan uji klinis vaksin tidak menyertakan ibu hamil sehingga keamanan dan efektivitasnya belum diketahui. Salah satu contohnya vaksin Pfizer-BioNTech.

Begitu pun dengan uji klinis vaksin Sinovac di Bandung, ibu hamil juga tidak diikutsertakan dalam proses pengujian. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan risiko pada ibu hamil, mengingat vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis.

Di sisi lain, vaksin mRNA pada dasarnya tidak mampu memasuki inti sel sehingga tidak berinteraksi dengan DNA seseorang. Bahkan dalam hitungan jam atau hari, tubuh juga akan menghilangkan partikel mRNA yang digunakan dalam vaksin sehingga partikel ini tidak mungkin melewati plasenta. Akan tetapi, efek kekebalan yang dihasilkan oleh ibu yang divaksinasi tetap bisa masuk ke plasenta sehingga bayi tetap aman dan terlindungi setelah lahir.

Berdasarkan cara kerja vaksin mRNA tersebut, para ahli meyakini bahwa vaksin COVID-19 mungkin tidak menimbulkan risiko khusus bagi ibu hamil. Meski demikian, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan keamanan vaksin COVID-19 pada ibu hamil.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal Pemeriksaan Kehamilan Saat Wabah Virus Corona

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Ibu hamil akhirnya boleh divaksin, dengan syarat...

Mengingat kasus COVID-19 pada ibu hamil yang terus meningkat dan mempertimbangkan risiko penyakit yang ditimbulkan, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) akhirnya merekomendasikan agar ibu hamil segera divaksinasi.

Ada beberapa kriteria ibu hamil yang diprioritaskan untuk menerima vaksin COVID-19, yaitu:

  • Ibu hamil dengan risiko tinggi, yaitu usia di atas 35 tahun, memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas 50, dengan komorbid diabetes dan hipertensi;
  • Kelompok ibu hamil dengan risiko tinggi terpapar, terutama tenaga kesehatan.

Bagi ibu hamil yang berisiko rendah, vaksin COVID-19 dapat diberikan setelah ia mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan: Mulai dari informasi seputar manfaat hingga risiko vaksin pada ibu hamil. Jika setelahnya ia menyatakan bersedia, maka vaksinasi boleh dilakukan.

Baca selengkapnya: Kabar Baik! Anak di Bawah 18 Tahun dan Ibu Hamil Boleh Divaksin COVID-19

Apakah ibu menyusui boleh disuntik vaksin COVID-19?

Sama seperti ibu hamil, wanita yang sedang menyusui mulanya tidak disarankan untuk vaksinasi COVID-19. Alasannya serupa, sampai saat ini belum ada bukti yang cukup mengenai keamanan vaksin COVID-19 pada ibu menyusui.

Dilansir CDC, efektivitas vaksin mRNA pada produksi ASI maupun bayi yang disusui awalnya belum diketahui. Namun, bila melihat cara kerjanya, vaksin mRNA berpotensi aman bagi bayi yang menyusui. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Berdasarkan surat edaran terbaru Nomor HK.02.02/11/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19, ibu menyusui kini diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Hal ini berlaku juga untuk kelompok lansia, komorbid, dan penyintas COVID-19.

Setelah melakukan kajian mendalam, vaksinasi COVID-19 bisa dilakukan untuk ibu menyusui dengan syarat dilakukan anamnesa tambahan terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu menyusui sebelum divaksin.

Baca selengkapnya: Cara Aman Menyusui bagi Ibu yang Terpapar Virus Corona

Tips melindungi diri dari paparan COVID-19 saat hamil atau menyusui

Karena belum bisa disuntik vaksin COVID-19, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular virus corona saat hamil atau menyusui. Berikut tipsnya:

  • Sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah, kecuali ada keperluan mendesak seperti kontrol kehamilan dan tindakan medis lainnya;
  • Buatlah janji dengan dokter kandungan sebelum periksa kehamilan guna menghindari antrean dan kontak fisik dengan pasien lain;
  • Selalu memakai masker saat ke luar rumah;
  • Rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer;
  • Menjaga jarak fisik (physical distancing) dan menghindari kerumunan;
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu;
  • Menerapkan pola hidup sehat sedisiplin mungkin;
  • Segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan lain jika mengalami gejala demam, batuk, dan sesak napas.

Sembari menunggu perkembangan efektivitas vaksin COVID-19 pada ibu hamil, pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun Anda berada. Bagi wanita yang belum hamil, dapatkan vaksin COVID-19 sesegera mungkin agar terlindungi dari infeksi virus corona. Masyarakat tak perlu ragu ikut vaksinasi karena vaksin yang ada di Indonesia telah dijamin aman, efektif, dan halal.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). (https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/COVID-19%20dokumen%20resmi/Final%20SK%20Dirjen%20Juknis%20Vaksinasi%20COVID-19%2002022021.pdf). 2021.
CDC. COVID-19 Vaccination Considerations for People Who Are Pregnant. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/pregnancy.html). 7 Januari 2021.
WHO. Coronavirus disease (COVID-19): Pregnancy and childbirth. (https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-pregnancy-and-childbirth). 2 September 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app