Benarkah Merokok Menimbulkan Depresi?

Dipublish tanggal: Mei 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Benarkah Merokok Menimbulkan Depresi?

Melalui rokok, segala jenis penyakit dapat menyerang tubuh Anda, hal ini dikarenakan adanya kandungan bahaya yang ada di dalam rokok. Sedangkan untuk perilaku merokok bisa mempengaruhi pada kondisi psikologis diri seseorang. 

Namun tahukah Anda? Bahwa merokok bisa menimbulkan depresi pada diri seseorang dan berpengaruh terhadap mental seseorang. Banyak diantara para perokok yang mengalami perubahan emosi yang disebabkan karena kebiasaan merokok, akan tetapi hal ini tidak terlalu digubrisnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Depresi yang ditimbulkan oleh merokok dikarenakan kandungan nikotin dalam rokok mempengaruhi pada kinerja otak, hal ini memunculkan rasa ketergantungan dan mengubah perilaku dan cara berfikir dalam diri seseorang.

Efek yang didapatkan dari rokok bisa memberikan efek yang sifatnya permanen. Penyebabnya karena kandungan nikotin akan lebih mudah untuk terakumulasi pada bagian otak. Melalui mukosa mulut ketika merokok, nikotin bisa diserap nya dan mencapai hingga otak cukup dengan 10 detik setelah rokok dihisap. Efek ketergantungan maupun perubahan psikologis akan semakin kuat jika kandungan nikotin semakin banyak.

Penyebab Rokok Menimbulkan Depresi

Ada 2 cara yang menjadikan rokok bisa menimbulkan rasa depresi pada diri seseorang, yaitu sebagai berikut:

1. Adanya perubahan hormon dopamine yang tidak terkendali

Hormon dopamin yang meningkat secara tidak terkendali, hal ini bisa menjadikan otak tubuh tidak akan merespon hormon seperti sebelumnya. Efek yang ditimbulkan oleh hormon dopamine ini yaitu seorang perokok akan kehilangan rasa kebahagiaan nya. 

Secara tidak langsung, perokok mengalami depresi akibat kecanduan nikotin. Akan tetapi melalui ketergantungan nya tersebutlah yang menjadikan perokok mengabaikan perasaannya tersebut dan ingin tetap merokok.

2. Perubahan mood yang terjadi secara drastis

Perubahan mood secara drastis, dari rasa bahagia kemudian berubah menjadi sedih, hal ini bisa menunjukkan ciri dari prang yang mengalami depresi. Bagi pecandu rokok, merokok bisa membuat pikiran tenang. Memang betul, pada saat Anda merokok, pikiran akan jauh lebih tenang. Namun efek yang Anda terima dari kebiasaan tersebut bisa memperparah kinerja otak Anda, karena bisa menimbulkan depresi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Untuk menghindari depresi yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok, Anda bisa melakukan cara dengan menghindari kebiasaan tersebut kemudian melakukan cara untuk berhenti merokok secepat mungkin. Apabila cara ini Anda lakukan, maka akan menjauhkan Anda dari dampak psikologis yang akan lebih parah lagi.

Perokok yang sudah ketergantungan juga akan melibatkan pada mekanisme lain yang akan memicu pada ketidakseimbangan pada fungsi otak itu sendiri. Sedangkan kandungan nikotin tersebut bisa menjadikan diri seseorang mengalami ketergantungan dan memicu peningkatan hormon dopamin yang terdapat pada otak. 

Selain menimbulkan depresi, merokok juga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku diri seseorang. Penting bagi para perokok untuk mengetahui bahwa merokok juga akan menimbulkan kebiasaan yang akan mempengaruhi pada kehidupan sosial, termasuk menunjukkan sikap yang lebih agresi lagi, menimbulkan rasa stres dan perubahan perilaku lain yang jauh lebih parah lagi. 

Meskipun depresi bukalah penyakit mental, namun hal ini akan mengganggu kehidupan diri seseorang. Efek samping depresi yang disebabkan oleh merokok akan jauh lebih mudah menyerang pada kelompok wanita muda yang merokok dibandingkan dengan pria. 

Namun sayangnya, meskipun para perokok menyadari depresi yang dialaminya karena rokok, namun hal ini dibiarkan begitu saja, karena efek ketergantungan yang sudah dirasakannya. Sehingga terasa sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Diseases Caused by Smoking: The Long List. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/diseases-caused-by-smoking-2248866)
Health Effects of Cigarette Smoking. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app