ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Bee Pollen: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Jan 19, 2021 Update terakhir: Jan 20, 2021 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Bee pollen adalah serbuk sari bunga yang terdiri dari campuran serbuk sari, air liur, dan nektar atau madu;
  • Satu sendok makan bee pollen mengandung 16 kalori, 0,24 gram lemak, 1,2 gram protein, 2,18 gram karbohidrat, dan 250 nutrisi lainnya;
  • Manfaat bee pollen dapat digunakan untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan stamina tubuh;
  • Dosis bee pollen sebaiknya diberikan secara bertahap, mulai dari seperempat sendok teh hingga 2 sendok makan per hari;
  • Efek samping bee pollen yang dapat terjadi adalah pusing, gatal, bengkak, sesak napas, hingga gangguan hati atau ginjal;
  • Tidak untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang alergi serbuk sari atau sengatan lebah;
  • Klik untuk mendapatkan bee pollen atau asupan makanan dan minuman sehat lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Bee pollen adalah serbuk sari bunga yang dibuat oleh lebah pekerja saat hinggap di atas bunga. Bee pollen ini merupakan campuran serbuk sari, air liur, dan nektar atau madu. Teksturnya seperti tepung, sementara rasanya cenderung manis, tetapi kadang sedikit pahit.

Dilihat dari komposisinya, bee pollen mengandung karbohidrat, protein, asam lemak, antioksidan, vitamin, dan mineral. Karena nutrisinya yang lengkap, banyak orang menggunakan bee pollen sebagai asupan nutrisi untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan stamina.

Mengenai Bee Pollen

Golongan

Suplemen nutrisi

Kemasan

  • Kapsul
  • Botol
  • Topikal (obat oles)

Kandungan

Setiap satu sendok makan bee pollen mengandung:

  • 16 kalori;
  • 0,24 gram lemak;
  • 1,2 gram protein;
  • 2,18 gram karbohidrat;
  • 250 jenis nutrisi lainnya, termasuk vitamin dan flavonoid.

Manfaat Bee Pollen

Sebagian ahli menduga bahwa enzim dalam bee pollen bekerja layaknya obat. Ketika dikonsumsi secara oral, bee pollen dapat membantu merangsang sistem imun sehingga tubuh tidak mudah sakit.

Selain itu, manfaat bee pollen juga sering digunakan untuk menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga meningkatkan performa atlet. Begitu juga saat dioleskan pada kulit, bee pollen dapat mempercepat penyembuhan luka. 

Masih ada banyak manfaat bee pollen lainnya yang sayang untuk dilewatkan, yaitu:

  • Mengurangi peradangan;
  • Menjaga kesehatan hati;
  • Menguatkan sistem imun;
  • Meringankan gejala menopause;
  • Mengurangi stres;
  • Mempercepat penyembuhan.

Kontraindikasi

  • Alergi serbuk sari
  • Alergi sengatan lebah
  • Ibu hamil dan menyusui

Efek samping Bee Pollen

Konsumsi bee pollen cenderung aman selama mengikuti dosis yang disarankan. Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi 2 tablet bee pollen 2 kali sehari yang juga mengandung 6 mg royal jelly, 36 mg ekstrak bee pollen, dan 120 mg ekstrak putik per tablet cenderung memberikan hasil positif dan aman dikonsumsi selama 2 bulan.

Akan tetapi, beberapa orang mungkin saja mengalami reaksi efek samping, tergantung dari usia, dosis penggunaan, dan ketahanan tubuh masing-masing orang. Salah satunya yang paling sering, bee pollen dapat menyebabkan reaksi alergi serius pada orang-orang yang alergi serbuk sari.

Ada pula sejumlah efek samping bee pollen yang cukup serius dan mungkin terjadi antara lain:

  • Pusing;
  • Gatal;
  • Bengkak;
  • Sesak napas;
  • Gangguan hati;
  • Masalah ginjal;
  • Fotosensitivitas.

Jika efek samping terus berlanjut atau bahkan memburuk, hentikan konsumsi bee pollen dan segera periksakan diri ke dokter. Ingat, bee pollen tidak dapat menggantikan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Tanyakan pada dokter mengenai keamanan dan dosis bee pollen yang tepat sesuai kebutuhan.

Dosis Bee Pollen

Dosis bee pollen bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Menurut National Institutes of Health, belum ada informasi ilmiah yang menunjukkan kisaran dosis bee pollen yang sesuai. Para ahli kesehatan alternatif merekomendasikan mulai dari seperempat sendok teh bee pollen, lalu secara bertahap ditingkatkan hingga 2 sendok makan sehari.

Selama peningkatan dosis, perhatikan gejala reaksi yang mungkin muncul seperti gatal-gatal, bengkak, pusing, hingga sesak napas. Jika efek samping mulai mengganggu, segera konsultasikan ke dokter.

Penting diketahui bahwa tidak semua produk alami alias herbal tergolong aman. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk yang tertera pada label kemasan. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker sebelum minum suplemen mengandung bee pollen.

Interaksi Bee Pollen

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja herbal. Sebagai akibatnya, herbal tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun dalam tubuh.

Hindari konsumsi bee pollen dengan obat pengencer darah, contohnya warfarin. Hal ini karena kombinasi keduanya dapat meningkatkan risiko perdarahan, sehingga perlu dihindari.

Kemungkinan ada jenis obat lainnya yang juga dapat berinteraksi dengan bee pollen, tetapi belum tercantum dalam daftar di atas. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan produk mengandung bee pollen adalah:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu;
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Konsumsi bee pollen berpotensi tidak aman untuk ibu hamil atau menyusui. Ada bukti yang menemukan bahwa bee pollen berisiko merangsang kontraksi rahim dan membahayakan janin.

Artikel terkait:


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthline, How Nutritious Is Bee Pollen Exactly? (https://www.healthline.com/health/bee-pollen-benefits%23research-says4). 14 Juli 2017.
U.S. National Library of Medicine. Bee Pollen. (https://medlineplus.gov/druginfo/natural/78.html). 5 Mei 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app