Apakah Es Batu dari Air Mentah Bahaya untuk Dikonsumsi?

Dipublish tanggal: Apr 24, 2019 Update terakhir: Nov 2, 2021 Waktu baca: 2 menit
Apakah Es Batu dari Air Mentah Bahaya untuk Dikonsumsi?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Es batu yang terbuat dari air mentah tidak disarankan untuk dikonsumsi karena mungkin mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti bakteri E. coli;
  • Secara umum, tampilan es batu yang terbuat dari air mentah memiliki warna yang cenderung keruh karena terdapat kotoran atau bakteri di dalamnya;
  • Es batu yang terbuat dari air matang memiliki tampilan bening seperti kristal dikarenakan gas yang terdapat di dalam air matang menguap saat proses perebusan;
  • Akibat minum air mentah bisa membuat Anda mengalami masalah saluran pencernaan, seperti sakit perut, diare, muntaber, bahkan tipes;
  • Klik untuk membeli produk makanan dan minuman sehat dari rumah Anda melalui HDmall. Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Ketika cuaca panas, minum air dingin pasti menyegarkan, apalagi ditambah dengan es batu. Sensasi dingin dan segar yang dihadirkan seringkali menjadi solusi yang tepat untuk menghilangkan dahaga.

Namun, tidak semua orang menyadari bahan es batu yang ada di dalam minumannya. Padahal bahan air yang digunakan untuk membuat es batu penting untuk diketahui karena dapat berdampak bagi kesehatan tubuh.

Apakah es batu terbuat dari air mentah atau air matang? Mana yang lebih baik?

Es batu yang terbuat dari air mentah sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi karena mungkin di dalamnya mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit, salah satunya bakteri E. coli.

Adanya bakteri di dalam es batu yang terbuat dari air mentah terjadi karena proses pembekuan air menjadi es umumnya tidak membunuh bakteri yang memang sudah ada di dalam air mentah itu sendiri. Jadi bakteri yang ada di dalam es batu pun akan ikut larut ke dalam minuman Anda.

Baca juga: Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati Infeksi Bakteri E. coli

Apa bedanya es batu dari air mentah dengan air matang?

Secara umum, tampilan es batu yang terbuat dari air mentah memiliki warna yang cenderung keruh karena terdapat kotoran atau bakteri di dalamnya dan memiliki gelembung-gelembung karena masih banyaknya gas atau oksigen yang terperangkap di dalamnya. Biasanya es batu yang terbuat dari air mentah dibentuk berupa es balok.

Sedangkan es batu yang terbuat dari air matang memiliki tampilan bening seperti kristal, dikarenakan gas yang terdapat di dalam air matang menguap saat proses perebusan. Es batu yang terbuat dari air matang juga akan terlihat bersih dan jernih karena tidak ada kotoran di dalamnya, serta memiliki rasa yang lebih segar.

Untuk memastikan keamanan es batu yang dikonsumsi memang diperlukan penelitian lebih lanjut, tetapi secara kasat mata, seharusnya Anda sudah bisa membedakan mana es batu yang terbuat dari air mentah dan mana es batu yang terbuat dari air matang.

Mengapa es batu dari air mentah sebaiknya tidak dikonsumsi?

Mengonsumsi makanan atau minuman apapun pasti memiliki dampak bagi tubuh, entah itu berefek baik maupun buruk bagi kesehatan. Jika Anda sedang tidak fit atau tubuh tidak mampu melawan bakteri tersebut, maka akibat minum air mentah bisa membuat Anda mengalami sakit perut, diare, muntaber, bahkan tipes.

Misalnya saat terkena diare, tubuh Anda akan mengalami dehidrasi. Jika berlangsung lama, maka efek dehidrasi dapat mengurangi cairan dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan ginjal ataupun organ tubuh lainnya yang seharusnya memiliki fungsi menghilangkan racun dalam tubuh. 

Berdasarkan suatu penelitian, bahaya minum es batu dari air mentah juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, masalah ginjal, gangguan pencernaan, dan penyakit jantung dalam jangka waktu yang panjang terutama jika dikonsumsi oleh anak-anak.

Baca juga: Makanan Untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh 

Biasanya es batu dari air mentah sendiri digunakan untuk mengawetkan makanan supaya tetap fresh sehingga dapat bertahan lebih lama, misalnya ikan mentah. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk minum es batu dari air matang atau mendidih agar terhindar dari gangguan saluran pencernaan.

Demi kesehatan diri sendiri, ada baiknya Anda mulai harus memperhatikan bahan yang ada di dalam minuman yang dikonsumsi. Walau terdengar sepele, jangan sampai sakit hanya karena minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri penyebab penyakit.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Water disinfection for travelers. Centers for Disease Control and Prevention. http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2012/chapter-2-the-pre-travel-consultation/water-disinfection-for-travelers.htm.
Food and water precautions. Centers for Disease Control and Prevention. http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2012/chapter-2-the-pre-travel-consultation/food-and-water-precautions.htm.
Wanke CA. Travelers' diarrhea: Clinical manifestations, diagnosis, and treatment. http://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app