Infeksi Bakteri E.Coli: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 28, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 918.485 orang

Escherichia coli (E.coli) adalah sejenis bakteri yang hidup normal di dalam usus manusia dan hewan. Sebagian besar strain E.coli tidak berbahaya dan justru menjadi bagian bakteri sehat di usus manusia. Namun, ada beberapa jenis E.coli yang dapat menyebabkan infeksi pada usus. Kondisi ini dapat disebut dengan infeksi bakteri E.coli.

Apa itu infeksi bakteri E.coli?

Sama seperti namanya, infeksi bakteri E.coli disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E.coli). E.coli tipe O157:H7 adalah salah satu strain E.coli yang dapat menghasilkan racun di dalam tubuh manusia. Racun ini dikenal sebagai Shiga, salah satu racun paling kuat dan dapat memicu infeksi usus.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Infeksi bakteri E.coli rentan dialami oleh orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah seperti wanita hamil, anak-anak, dan orang lanjut usia. Obat yang digunakan untuk menurunkan asam lambung juga dapat meningkatkan risiko infeksi E.coli.

Sebagian besar orang yang terkena infeksi bakteri E.coli pulih dalam waktu 6-8 hari. Akan tetapi, bukan berarti infeksi E.coli bisa disepelekan begitu saja. Kondisi ini bisa mengancam jiwa, terutama pada bayi dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Mengenai infeksi bakteri E.coli

Penyebab

Bakteri E.coli dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara sampai menimbulkan infeksi. Berikut ini berbagai penyebab infeksi bakteri E.coli, yaitu:

  • Cara memasak yang salah

Penyebab infeksi bakteri E.coli bisa terjadi karena faktor makanan. Misalnya karena minum susu atau jus yang tidak dipasteurisasi atau makan daging yang kurang matang.

Bukan hanya berisiko memicu keracunan makanan, cara memasak yang salah juga bisa menyebabkan infeksi bakteri E.coli. Terutama pada daging dan unggas, jenis kedua makanan tersebut harus dimasak dengan benar supaya bakteri-bakteri di dalamnya mati.

Yang tak kalah penting lagi, pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah masak. Bersihkan dan masak seluruh bahan makanan hingga matang sempurna guna mencegah infeksi bakteri E.coli.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01
  • Air yang terkontaminasi

Kondisi air yang kotor sudah pasti mengandung bakteri, baik dari kotoran manusia atau hewan. Oleh karena itu, pastikan air minum yang Anda konsumsi benar-benar steril dan sehat. Termasuk juga pada sumber air yang digunakan di dalam rumah.

Selain dari air minum yang terkontaminasi, berenang di air yang kotor juga bisa menjadi cara masuk bakteri E.coli ke dalam tubuh.

  • Penularan dari orang lain

Menjaga kebersihan tangan adalah salah satu hal yang penting. Pasalnya, tangan merupakan perantara penularan bakteri yang paling mudah dan cepat.

Bakteri E.coli dapat berpindah ketika orang yang terinfeksi malas mencuci tangan setelah buang air besar. Saat orang tersebut menyentuh makanan, lalu makanan tersebut dimakan oleh orang lain, maka bakteri tadi akan langsung berpindah. Hal inilah yang menyebabkan infeksi bakteri E.coli menyebar ke banyak orang.

  • Penularan dari hewan

Orang yang bekerja dengan hewan, terutama sapi, kambing, dan domba, berisiko tinggi terkena infeksi bakteri E.coli. Penularan bakteri tersebut dapat berasal dari feses hewan yang secara tidak sengaja tersentuh oleh kulit. 

Bila Anda memiliki hewan ternak, pastikan untuk selalu mencuci tangan setelah beternak. Jangan lupa juga untuk mencuci baju, celana, atau baju yang baru saja Anda pakai guna mencegah infeksi bakteri.

Gejala

Tanda dan gejala infeksi bakteri E.coli biasanya muncul 1-10 hari setelah terinfeksi. Rentang waktu ini dikenal sebagai masa inkubasi. Setelah gejalanya muncul pertama kali, gejala tersebut dapat bertahan selama 5-10 hari.

Berbagai gejala infeksi bakteri E.coli di antaranya:

  • Kram dan sakit perut
  • Diare berair yang parah dan tiba-tiba
  • Diare dapat berubah menjadi feses berdarah
  • Mual dan kadang sampai muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Demam

Bila dilihat sekilas, gejala infeksi usus ini tergolong ringan. Padahal jika dibiarkan tanpa penanganan, gejala tersebut dapat terus berkembang dan menjadi parah.

Beberapa jenis infeksi bakteri E.coli dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, penyakit pernapasan, pneumonia, dan penyakit lain seperti meningitis. Tanda dan gejala infeksi bakteri E.coli yang sudah parah meliputi:

  • Kencing berdarah
  • Jumlah urin berkurang
  • Kulit pucat
  • Memar
  • Dehidrasi

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 5-10% penderita infeksi bakteri E.coli mengalami sindrom hemolitik uremik. Sindrom hemolitik uremik merupakan kondisi ketika sel darah merah mengalami kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal yang mengancam jiwa, terutama pada anak-anak dan orang tua.

Supaya tidak terjadi, perhatikan tubuh Anda sendiri semaksimal mungkin. Bila Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala yang disebutkan tadi, segera konsultasikan ke dokter.

Pencegahan infeksi bakteri E.coli

Salah satu cara terbaik untuk mencegah infeksi bakteri E.coli adalah dengan rajin mencuci tangan. Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum memegang, menyajikan, atau makan. Begitu juga setelah Anda menyentuh hewan atau pergi ke toilet supaya bakeri E.coli tidak mudah berpindah ke orang lain.

Secara khusus, berikut ini langkah-langkah yang dapat mencegah infeksi bakteri E.coli, yaitu:

  • Cuci buah dan sayuran sampai benar-benar bersih.
  • Hindari kontaminasi silang dengan menggunakan alat masak yang bersih, termasuk piring, sendok, dan garpu.
  • Siapkan bahan basah dan bahan kering dengan alat masak yang berbeda.
  • Masak semua bahan makanan hingga matang sempurna, terutama daging, minimal dengan suhu masak 63 derajat Celcius.

Pengobatan infeksi bakteri E.coli

Ketika Anda merasa terkena infeksi bakteri E.coli, dokter akan melakukan pemeriksaan feses. Hal ini bertujuan untuk melihat dan memastikan adanya bakteri E.coli dalam tubuh Anda.

Sebetulnya, infeksi bakteri E.coli bisa diobati dengan perawatan rumahan. Mulai dari minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan memantau perkembangan gejala infeksi. 

Bila Anda mengalami diare, mintalah resep obat diare yang tepat untuk kondisi Anda. Alangkah baiknya, konsultasikan dulu ke dokter sebelum memberikan obat untuk bayi atau anak-anak.

Jika disertai dengan dehidrasi parah, dokter biasanya akan menyarankan rawat inap dan memberikan cairan intravena (infus). Cara ini dapat membantu mengembalikan hidrasi sehingga tubuh lebih cepat pulih.

Sebagian besar penderita infeksi bakteri E.coli berangsur-angsur pulih dalam waktu 5-7 hari setelah infeksi. Namun bila gejalanya tak juga membaik atau justru semakin parah, segera kunjungi dokter terdekat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit