Bagian-Bagian Otak Besar beserta Fungsinya

Dipublish tanggal: Agu 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 5, 2020 Waktu baca: 2 menit
Bagian-Bagian Otak Besar beserta Fungsinya

Otak merupakan organ kompleks yang berfungsi untuk mengatur gerak tubuh, kemampuan berbahasa dan berpikir, serta kemampuan menyimpan memori.

Otak besar atau cerebrum merupakan bagian tubuh yang berfungsi untuk menjaga koordinasi organ-organ tubuh. Otak besar dibagi menjadi otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berfungsi untuk mengatur gerakan tubuh pada sisi kanan, sedangkan otak kiri mengatur gerakan organ tubuh sisi kiri. 

Otak kanan dan otak kiri dihubungkan oleh serabut corpus callosum.

Ada anggapan bahwa otak kiri berperan penting dalam kemampuan berbahasa, berhitung, dan berbicara, sedangkan otak kanan berperan penting dalam menafsirkan hal-hal yang bersifat abstrak. Otak kiri erat kaitannya dengan kemampuan kognitif, sedangkan otak kanan erat kaitannya dengan kemampuan kreatif. 

Meskipun memiliki peran masing-masing, sebenarnya otak kanan dan otak kiri bekerja secara bersamaan dan terkoordinasi dalam menjalankan fungsinya.

Fungsi Otak Besar berdasarkan bagian-bagiannya

Otak besar atau serebrum dibagi menjadi empat bagian atau lobus, yaitu lobus frontal, temporal, parietal, dan oksipital. Setiap lobus memiliki fungsinya masing-masing. Berikut fungsi dari masing-masing lobus:

Lobus frontal

Lobus frontal merupakan bagian otak besar yang terletak pada bagian depan. Lobus frontal merupakan bagian terbesar dari otak besar. 

Lobus frontal memiliki fungsi untuk mengendalikan gerakan tubuh, menilai dan merencanakan sesuatu, dan memecahkan masalah. Selain itu, lobus frontal juga berperan untuk mengatur emosi serta mengendalikan

Kerusakan lobus frontal dapat menyebabkan perubahan perilaku, kebiasaan seksual, kesulitan berbahasa, penurunan konsentrasi, hingga kesulitan mengatur emosi. Kerusakan lobus frontal juga dapat menyebabkan gangguan pada sisi tubuh yang berlawanan. Kerusakan pada lobus frontal kiri dapat menyebabkan gangguan gerakan pada tubuh bagian kanan.

Lobus temporal

Lobus temporal terletak di bagian samping kepala. Lobus temporal sangat berperan penting dalam fungsi pendengaran, memori, dan emosi. Kerusakan lobus temporal dapat menyebabkan gangguan ingatan, penurunan pendengaran serta gangguan dalam berbicara. 

Lobus parietal

Lobus parietal terletak di bagian belakang lobus frontal. Bagian otak ini berfungsi untuk menafsirkan sentuhan, gerakan tubuh dan kemampuan berhitung. 

Selain itu, lobus parietal juga berperan penting dalam kemampuan motorik. Kerusakan pada lobus parietal dapat menyebabkan kehilangan sensasi mati rasa atau kesemutan.

Lobus oksipital

Lobus oksipital terletak pada otak besar bagian belakang. Lobus oksipital berkaitan dengan indra penglihatan dan kemampuan memahami arti kata. 

Kerusakan pada lobus oksipital dapat menyebabkan kesulitan mengenali objek, ketidakmampuan mengidentifikasi warna, hingga kesulitan memahami kata. Selain itu, kerusakan lobus oksipital juga dapat menyebabkan halusinasi.

Bagaimana cara menjaga Kesehatan Otak?

Otak memiliki fungsi penting dalam tubuh. Selain berfungsi untuk menyimpan ingatan, otak juga berfungsi untuk mengatur koordinasi organ-organ tubuh. Otak juga berfungsi untuk melatih kemampuan motorik halus, kemampuan berbicara, kemampuan melihat, dan berhitung. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan otak, seperti melakukan kegiatan yang dapat mengasah dan melatih otak. 

Kegiatan melatih otak yang dapat dilakukan adalah bermain catur dan mengisi teka teki silang. Anda juga dapat menjaga kesehatan otak dengan rutin berolahraga, tidak merokok, dan mengurangi stres. 

Menggunakan pelindung kepala saat berkendara juga penting untuk melindungi otak dari cedera.

Kesehatan otak juga dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, seperti buah, sayur, dan kacang-kacangan. Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 juga sangat penting untuk menjaga kesehatan otak. 


18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app