HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Kenali Area Sensitif Untuk Pria dan Wanita

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kenali Area Sensitif Untuk Pria dan Wanita

Mengetahui daerah sensitif Anda dan pasangan, akan menambah kepuasan dan gairah bercinta serta kesehatan seksual, menurut beberapa penelitian. Inilah area-area sensitif pria dan wanita yang perlu Anda ketahui.

Area Sensitif Wanita

1. Klitoris

Riset menyebutkan, stimulasi klitoris adalah cara tercepat dan termudah untuk mengantar wanita mencapai orgasme. Gerakan terbaik untuk merangsang bagian ini adalah dengan getaran dan tekanan, sentuhan ringan akan memberi efek yang berbeda.

2. Vagina

Bagian dalam vagina memiliki ribuan ujung saraf yang jika disentuh dengan intens akan menghasilkan kenikmatan yang luar biasa. Bagian luar vagina, cenderung merespons sentuhan-sentuhan ringan.

3. Serviks

Serviks atau mulut rahim adalah bagian ujung dari rahim, juga memiliki ribuan saraf kenikmatan. Penelitian menyebutkan, serviks bersama-sama dengan vagina dan klitoris merespons rangsangan seksual secara simultan. Ujung saraf serviks cenderung lebih merespons gerakan menekan. 

4. Mulut dan bibir

Survei terbaru menyebutkan bahwa berciuman lebih penting dalam membangun hubungan romantis ketimbang hubungan seks. Studi yang lain menemukan, banyak wanita mengaku bahwa mulut dan bibir merespons sentuhan dan membawa mereka pada imajinasi erotis.

5. Leher

Menurut sebuah studi berskala internasional, leher dan tengkuk masuk dalam daftar 10 besar area sensitif wanita. Leher sangat sensitif terhadap sentuhan-sentuhan ringan terutama di kalangan mereka dengan lemak tubuh di batas normal. 

6. Payudara

Menurut Bapak Psikoanalisis Sigmund Freud, secara natural manusia memang tertarik pada payudara dan puting. Rangsangan di area ini, dapat mengaktifkan sensasi erotis di otak seperti halnya rangsangan yang diterima vagina. Seperti klitoris, payudara cenderung peka terhadap getaran dan tekanan.

7. Telinga

Telinga sangat sensitif terhadap sentuhan karena di dalamnya terdapat banyak ujung saraf. 

Area Sensitif Pria

1. Penis

Kita semua sudah tahu bahwa bagian tubuh pria yang ini sangat peka rangsangan. Pengetahuan kita itu, didukung oleh hasil penelitian laboratorium dan survei. 

2. Mulut dan bibir

Bibir pria sensitif terhadap sentuhan ringan, tenperatur dan tekanan. Berciuman akan memicu pelepasan hormon-hormon pengatur keintiman, terutama oksitosin yang disebut juga sebagai hormon cinta sejati.

3. Skrotum

Ada di urutan ke-3 area sensitif pria. Sentuhan di skrotum akan menghasilkan hasrat seksual. Skrotum memiliki ratusan bahkan mungkin ribuan ujung saraf.

4. Leher

Meski tidak sensotif wanita, area leher pria tetap merespons dengan baik sentuhan-sentuhan ringan. 

5. Puting

Seperti wanita, kebanyakan pria juga mengaku bahwa puting adalah daerah sensitif rangsangan. Di sini juga ada banyak ujung saraf yang menanti untuk dicium atau disentuh dengan lembut.

6. Perineum

Perineum adalah area antara anus dan skrotum, menjadi tempat berkumpulnya sejumlah ujung saraf terutama saraf perineal. Jika area ini disentuh dengan lembut, akan membangkitkan kenikmatan mulai dari genital hingga ke otak.

7. Telinga

Sangat sensitif karena banyak terdapat saraf penerima rangsang pada kulit. Beehubungan seks sambil menyentuh telinga pria dengan lembut dan intens akan membantu pria mencapai orgasme.


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Do men and women respond differently to heat? Study investigates. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/316071.php)
Pain Tolerance and Sensitivity in Men, Women, Redheads, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/pain-management/features/whats-your-pain-tolerance)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app