Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Apakah Merokok Menyebabkan Skizofrenia?

Update terakhir: NOV 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 991.821 orang

Apakah Merokok Menyebabkan Skizofrenia?

Merokok merupakan suatu kebiasaan tidak baik yang harus dihentikan. Namun, untuk berhenti merokok tidak semudah yang dibayangkan. Kandungan nikotin dalam rokok mempunyai sifat aditif atau bersifat candu. 

Hal inilah yang membuat kebanyakan perokok aktif susah berhenti merokok karena sudah mengalami kecanduan. Selain itu, berhenti merokok juga dapat menimbulkan efek seperti lemas, mudah emosi, bahkan sulit berkonsentrasi.

Iklan dari HonestDocs
Promo 11-11 Booking Klinik via HonestDocs!

Diskon 70%* untuk booking klinik via HonestDocs mulai dari medical check-up, kesehatan gigi, perawatan kecantikan, hingga fisioterapi. Cek di sini sekarang!

Internal ads

Apapun alasannya, berhenti merokok merupakan hal yang harus segera dilakukan. Merokok dapat menyebabkan munculnya penyakit berbahaya, tidak hanya penyakit yang menyerang pernapasan saja, tetapi juga organ pencernaan, bahkan dapat merusak otak

Orang yang merokok secara aktif dapat meningkatkan risiko penyakit skizofrenia. Apakah hal tersebut benar? Berikut penjelasannya.

Hubungan merokok dengan skizofrenia

Skizofrenia merupakan  gangguan kejiwaan kompleks dimana orang akan sulit berpikir sehingga sering mengalami halusinasi. Penyakit ini biasanya terjadi karena sistem saraf di otak yang mengalami kerusakan. Lalu apakah benar merokok dapat menyebabkan skizofrenia?

Kandungan nikotin dalam rokok memang bisa mempengaruhi kinerja otak. Namun, belum dapat diketahui dengan pasti apakah merokok dapat menyebabkan penyakit skizofrenia. Banyak juga orang yang merokok tetapi tidak mengalami skizofrenia. Hanya saja diyakini bahwa kebiasaan merokok aktif dapat meningkatkan risiko terkena skizofrenia.

Penelitian terdahulu bahkan menunjukkan bahwa orang yang merokok mengalami risiko tiga kali lipat mengalami skizofrenia. Selain itu, berdasarkan penelitian yang melibatkan 15 ribu perokok dan 273 bukan perokok, menunjukkan bahwa 57% orang yang mengalami skizofrenia adalah perokok.

Banyak orang yang merokok secara aktif akan mengalami masalah psikologis, seperti mudah melamun ataupun mudah marah. Hal ini juga merupakan salah satu tanda munculnya penyakit skizofrenia. 

Iklan dari HonestDocs
Promo 11-11 Booking Klinik via HonestDocs!

Diskon 70%* untuk booking klinik via HonestDocs mulai dari medical check-up, kesehatan gigi, perawatan kecantikan, hingga fisioterapi. Cek di sini sekarang!

Internal ads

Dari sekian banyak alasan, diyakini bahwa kadar dopamin yang terlalu tinggi dalam otak adalah hal yang menyebabkan skizofrenia. Nikotin dapat meningkatkan pelepasan dopamin, sehingga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit psikologis seperti skizofrenia.

Merokok dapat menyebabkan skizofrenia

Merokok memang diyakini dapat mengganggu kesehatan psikologis seseorang. Namun, berlum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa merokok menyebabkan skizofrenia. Banyak juga perokok aktif yang tidak mengalami skizofrenia, meskipun berdasarkan penelitian perokok aktif berisiko tiga kali lipat terkena skizofrenia.

Hal yang membingungkan adalah ketika merokok justru digunakan untuk terapi menyembuhkan skizofrenia. Kandungan nikotin dalam rokok diyakini dapat memperbaiki kerusakan otak akibat skizofrenia. Berdasarkan penelitian, kandungan nikotin dalam rokok justru dapat mempengaruhi kinerja reseptor dalam otak, sehingga fungsi kognitif dapat berjalan dengan normal

Hal ini tentunya dapat menurunkan kebiasaan halusinasi yang sering diderita oleh penderita skizofrenia. Berbeda dengan pendapat ahli lain yang menyatakan bahwa nikotin justru dapat menyebabkan risiko munculnya skizofrenia. Dopamin diyakini dapat meningkatkan pelepasan dopamin, sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan psikologis.

Jadi belum dapat disimpulkan bahwa apakah merokok dapat menyebabkan skizofrenia atau bahkan menyembuhkan skizofrenia. Namun, hal yang penting untuk Anda ketahui adalah kebiasaan merokok merupakan hal yang tidak baik bagi kesehatan

Di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang dapat menyebabkan risiko penyakit berbahaya seperti kanker paru-paru, jantung, impotensi, gangguan kehamilan, kanker mulut, dan masih banyak yang lainnya.

Kebiasaan merokok memang sulit untuk dihentikan. Namun jika tidak segera dihentikan, akan menimbulkan efek kecanduan untuk merokok, sehingga akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit berbahaya. 

Jika Anda berhenti merokok, mungkin akan muncul rasa lemas, lidah yang pahit, gangguan emosi, maupun susah berkonsentrasi. Hal ini tentunya akan merangsang keinginan untuk merokok lagi. Buatlah komitmen dengan diri Anda, untuk benar-benar berhenti merokok.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit