Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Perawatan Tubuh

Apakah Indeks Massa Tubuh Menentukan Berat Badan Ideal?

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.067.705 orang

Apakah Indeks Massa Tubuh Menentukan Berat Badan Ideal?

Mempunyai berat badan ideal tentu merupakan dambaan semua orang. Tak heran, banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan berat badan idealnya. 

Tapi tunggu dulu, apakah berat badan yang Anda harapkan itu sudah sesuai dengan berat badan ideal berdasarkan hitungan? Terkadang, ada orang yang mengiginkan mempunyai berat badan di bawah normal. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tentu, hal ini tidak baik bagi kesehatan. Mempunyai berat badan yang sangat kurus atau sangat gemuk, keduanya tidak disarankan. Mempunyai berat badan ideal tentu penting sebagai upaya untuk mempertahankan kesehatan secara keseluruhan. 

Ini juga merupakan salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit. Mempunyai berat badan berlebih atau overweight hingga obesitas dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes mellitus tipe 2, batu empedu, dan kanker tertentu.

Apakah IMT menentukan berat badan ideal seseorang?

Ada 2 metode yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mengukur apakah berat badan seseorang ideal atau tidak.

Yang pertama menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Indeks Massa Tubuh dihitung dengan cara:  berat badan / (tinggi badan(m)Xtinggi badan(m)) jika hasilnya antara 18,5-24,9, maka indeks massa tubuh tersebut dinilai ideal. 

Jika kurang dari 18 maka IMT orang tersebut dinilai terlalu kurus dan jika lebih dari 25 maka orang tersebut dinilai terlalu gemuk.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Yang kedua adalah menggunakan rumus broca. Caranya adalah dengan mengurangi tinggi badan(cm)-110 untuk wanita dan tinggi badan (cm)-100 untuk pria. Jika hasil dari pengurangan tersebut sama dengan berat badannya, maka disebut ideal. 

Jika hasil pengurangan tersebut lebih kecil dari berat badan asli(kg), maka orang tersebut dinilai kegemukan, begitu juga sebaliknya jika hasil pengurangan tersebut lebih dari berat badan asli(kg), maka berat badannya(kg) dinilai tidak ideal.

Kedua rumus diatas sangat umum dan sangat lazim digunakan oleh masyarakat luas dalam menentukan berat badan ideal seseorang. Namun apakah kamu pernah berpikir jika seseorang yang gemar mengkonsumsi ayam goreng di gerai siap saji memiliki tinggi 160 cm dan berat 80 kg, disisi lain seorang atlit gulat,dengan ototnya memiliki tinggi 160 dan berat 80kg. 

IMT mereka sama, namun apakah berat badan mereka sama-sama ideal? Tentu tidak.

Apa yang kurang tepat dari pengukuran berat badan ideal dengan menghitung IMT?

BMI adalah pengukuran yang sangat sederhana yang tidak memperhitungkan ukuran pinggang, dada atau pinggul seseorang. Sebagai contoh yang jelas juara sprint Olimpiade 100m yang memiliki otot kaki dan perut yang sangat terbentuk cenderung memiliki IMT lebih tinggi dari pada pelatihnya yang hanya melatih atlet-atletnya sambil makan keripik kentang.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dengan tinggi yang sama, pelatih tersebut mungkin memiliki perut yang buncit, dengan tumpukan lemak tubuh di pinggulnya, di wajah,di tangan, dan di paha bagian atas, Sedangkan atlet walaupun perutnya terlihat lebih kecil namun otot-ototnya jauh lebih besar, dan 100gram otot volumenya hampir 3-4x lebih sedikit dibandingkan 100gramlemak, Sehingga walaupun terlihat lebih ramping, belum tentu IMT atlet tersebut lebih rendah daripada IMT sang pelatih.

Selain itu IMT tidak memperhitungkan kepadatan tulang (massa tulang). Seseorang dengan osteoporosis berat (kepadatan tulang yang sangat rendah) mungkin memiliki IMT lebih rendah daripada orang lain dengan tinggi badan yang sama dengan kondisi tulang yang sehat. 

Jadi jika orang dengan osteoporosis memiliki persentase lemak lebih tinggi daripada orang yang tidak osteoporosis dan lebih ramping, belum tentu IMT dari orang yang osteoporosis dan obesitas tersebut memiliki IMT yang lebih tinggi.

Banyak ahli mengkritik penggunaan IMT dalam mengevaluasi tingkat kesehatan. karena umumnya tidak bermanfaat sama sekali. IMT dapat digunakan untuk pengukuran secara garis besar, namun sebaiknya tidak digunakan untuk mengevaluasi dalam perawatan kesehatan.

Cara yang paling ampuh dalam menentukan berat badan ideal             

Cara yang paling ampuh untuk menentukan berat badan ideal adalah dengan menghitung persentase lemak pada tubuh Anda. Persentase lemak tubuh Anda adalah berat lemak Anda dibagi dengan berat badan total Anda

Banyak ahli mengatakan bahwa menghitung persentase lemak tubuh seseorang adalah cara terbaik untuk mengukur tingkat kebugaran dan menentukan berat badan ideal mereka. karena mengukur persentase lemak pada tubuh adalah satu-satunya ukuran yang mencakup komposisi tubuh anda sebenarnya. 

Pada pria persentase lemak tubuh yang ideal adalah 18-24% atau pada wanita kurang dari 25-31%  jika lebih dari angkai tersebut, ,maka termasuk kategori kelebihan berat badan atau mungkin obesitas.

Persentase lemak tubuh tidak akan sang pelatih seperti cerita di atas tampak lebih ideal dari pada juara Olimpiade 100 meter - seperti yang terjadi pada kasus pengukuran berat badan ideal dengan indikator IMT.

Ada berbagai cara untuk menghitung persentase lemak tubuh seseorang. Dari mengukur rasio antara pinggang dan leher Anda, rasio antara pinggang dan panggul, untuk lebih jelasnya anda dapat mengukurnya secara online. 

Atau menggunakan alat-alat khusus yang langsung bisa mendeteksi persentase lemak tubuh Anda.

Banyak gym dan praktik dokter memiliki perangkat yang bisa memberi tahu Anda persentase lemak tubuh Anda.

Untuk kesimpulannya, IMT bisa digunakan untuk indikator menentukan berat badan ideal, namun tidak dapat digunakan untuk mengukur berat badan ideal atlet profesional. Mengukur persentase lemak adalah yang paling tepat dalam menentukan apakah seseorang memiliki berat badan yang ideal atau tidak.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit