Apa itu Vitamin B12?

Update terakhir: Mar 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 794.415 orang

Vitamin B12 (Cyanocobalamin) merupakan jenis vitamin larut dalam air yang melakukan kerja yang sangat banyak di dalam tubuh. Vitamin ini berperan dalam  sel darah merah, metabolisme sel tubuh dan memproduksi DNA dan sel syaraf. Vitamin B12 dapat bersumber dari makanan dan suplemen. 

Vitamin B12 (Cyanocobalamin) bersumber dari makanan yang mengandung protein hewani, seperti telur, susu, daging. Vitamin B12Apabila kekurangan vitamin B12, seseorang akan mengalami anemia..

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Gejala-gejala lain yang menandakan kekurangan vitamin B12 adalah kelelahan, kelemahan, jantung berdebar, sesak nafas, kulit pucat, konstipasi, diare, kehilangan nafsu makan, gangguan syaraf, pandangan kabur, depresi, kehilangan memori, dan perubahan perilaku

Sedangkan, vitamin B12 (Cyanocobalamin) yang didapatkan dari suplemen memiliki bentuk sediaan tablet, sirup, dan  suntik

Cara kerja Vitamin B12?

Mekanisme kerja vitamin B12

  • Pembentukan Hemoglobin
  • Metilasi gen

Pada hemoglobin terdiri dari heme dan globin. Pembentukan heme dapat dibantu oleh vitamin B12 .

vitamin B12 membantu aktivitas genetik dengan mengontrol metilasi genetik –yaitu suatu proses menambahkan atau mengurangi gugus metil pada DNA

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

·         Pembentukan selubung syaraf (Myelin)

·         Vitamin B12 membantu menjaga myelin tetap sehat. Pada serabut syaraf yang sehat dapat menghantarkan sinyal dari otak dan sumsung tulang belakang ke sel tubuh dengan cepat

 

 

Manfaat dan efek samping Vitamin B12

Vitamin B12 (Cyanocobalamin) bermanfaat untuk mengobati anemia pernisiosa (anemia yang terjadi akibat defisiensi vitamin B12) yang diakibatkan karena penghambatan faktor intrinsik. 

Cyanocobalamin juga digunakan untuk pencegahan dan pengobatan defisiensi vitamin B12.  Efek samping akibat penggunaan suplemen vitamin B12 (Cyanocobalamin) jarang terjadi, namun ada beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi, seperti: Diare, kram otot, tubuh terasa bengkak, merasa sangat haus, dan sering buang air kecil.

Dosis Vitamin B12

Dosis vitamin B12 yang digunakan, diukur dalam satuan microgram (mcg), tergantung dari kegunaannya

  • Terapi Anemia Pernisiosa atau Makrosistik
  • Neuropati Perifer

Dewasa suntikan : 250-1000mcg, diberikan selama 1-2minggu kemudian dosis diturunkan 250mcg hingga kembali normal.Dengan dosis dipertahankan 1000mcg setiap bulan

Dewasa tablet 500mcg/hari 3x seminggu, dipertahankan 500mcg 1-3bulan

1500mcg/hari dibagi dalam 3 dosis

 

Interaksi dengan obat lain

Hati-hati penggunaan suplemen vitamin B12 dengan beberapa obat karena berpotensi menimbulkan interaksi obat. Interaksi obat yang dapat terjadi adalah penggunaan bersamaan vitamin B12 dengan kloramfenikol. 

Efek terapeutik cyanocobalamin dapat menurun ketika dikombinasi dengan kloramfenikol. Suplemen Vitamin B12 (Cyanocobalamin) juga dapat berinteraksi apabila diberikan bersamaan dengan Kolkisin. Konsentrasi serum cyanocobalamin di dalam darah dapat berkuranga apabila penggunaannya dikombinasikan dengan kolkisin.

Obat-obat lain yang dapat berinteraksi dengan suplemen vitamin B12 adalah metformin, obat yang mengandung kalium, antibiotik, antikejang, omeprazole atau lansoprazole, ACE inhibitor, aspirin, penghambat H2, obat kontrasepsi oral, suplemen vitamin C, dan zidovudine. Obat-obatan ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12 (Cyanocobalamin).

Peringatan dan perhatian terhadapVitamin B12

Untuk ibu hamil dan menyusui, penggunaan suplemen vitamin B12 (Cyanocobalamin) sebaikanya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Penggunaan suplemen vitamin B12 (Cyanocobalamin) juga hati-hati pada penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan darah, gangguan pencernaan, penyakit asam urat (gout), dan pasien penyakit kanker.

Pasien yang baru mengalami operasi jantung juga harap berhati-hati apabila menggunaan suplemen vitamin B12 (Cyanocobalamin) karena dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah kembali.

Pasien penyakit leber juga sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin B12 (Cyanocobalamin) karena suplemen ini dapat melukai saraf optik, sehingga mengakibatkan kebutaan.

Apabila mengonsumsi vitamin B12 (Cyanocobalamin) sebaiknya menghindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok karena dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin B12.

Pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap cobalt atau cobalamin disarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen vitamin B12.

Penyimpanan obat Vitamin B12

Vitamin B12 (Cyanocobalamin) sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari langsung.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp